BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Suasana penuh khidmat terasa dalam kegiatan kajian bertema Rahasia Hidup Berkah, Rezeki Melimpah, Hati pun Qanaah yang digelar di lingkungan SD Al Azhar 62 Summarecon. Kegiatan ini diikuti oleh orang tua murid, guru, serta masyarakat sekitar sebagai bagian dari penguatan nilai spiritual dan pendidikan karakter.
Sambutan Kepala Sekolah
Kepala sekolah Fian Hendrawan membuka acara dengan menekankan pentingnya majelis ilmu sebagai sumber keberkahan.
“Kajian ilmu menjadikan keberkahan untuk semua yang hadir,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan bahwa sekolah tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga berkomitmen membangun karakter spiritual peserta didik melalui kegiatan keagamaan yang rutin.
Pesan Utama Kajian
Dalam tausiyahnya, Ust Mirza menyampaikan bahwa kunci hidup berkah dimulai dari mengenal diri sendiri dan memahami hakikat kehidupan.
Ia menegaskan bahwa manusia perlu menjalani hidup dengan kesadaran penuh, menikmati setiap proses, dan selalu bersyukur atas apa yang dimiliki.
Menurutnya, semua yang ada pada manusia adalah titipan, termasuk tubuh yang diibaratkan sebagai “rumah dan kendaraan” yang harus dijaga dengan baik.
Ust Mirza juga menjelaskan bahwa Allah menitipkan rasa dalam diri manusia sebagai sarana untuk berdzikir dan mengingat-Nya. Dengan kesadaran tersebut, seseorang akan memahami bahwa hakikat hidup adalah amanah.

Qanaah dan Sedekah sebagai Kunci Keberkahan
Dalam kajian tersebut, ia menekankan makna qanaah sebagai sikap merasa cukup dan menerima dengan syukur. Sikap ini, menurutnya, menjadi fondasi ketenangan hati di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Ia juga menyoroti pentingnya sedekah sebagai pintu keberkahan.
“Orang yang gemar bersedekah hidupnya berkah, sedangkan orang yang pelit hidupnya sulit,” ungkapnya.
Pesan ini disambut antusias oleh para peserta yang berharap dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Menanamkan Nilai Spiritual Sejak Dini
Kegiatan kajian ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam menanamkan nilai keimanan, rasa syukur, serta semangat berbagi kepada anak-anak sejak dini.
Melalui kegiatan seperti ini, sekolah berharap tercipta lingkungan pendidikan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kaya nilai spiritual dan keberkahan hidup. ***(Chq)






