Sejarawan Paparkan Jejak Kerajaan Tatar Sunda di Tengah Kirab Mahkota Binokasih

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahkota Binokasih (Foto Sumedangkab)

Mahkota Binokasih (Foto Sumedangkab)

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Ketua Tim Peneliti Hari Jadi Tatar Sunda, Prof. Dr. Nina Herlina, M.S. memaparkan sejarah kerajaan-kerajaan di Tatar Sunda di tengah pelaksanaan kirab budaya Mahkota Binokasih yang berlangsung di sejumlah daerah Jawa Barat.

Penjelasan itu muncul setelah sebagian masyarakat mempertanyakan keterlibatan beberapa kabupaten dan kota dalam kirab budaya tersebut. Menurut Nina Herlina, banyak kerajaan di Tatar Sunda memiliki hubungan sejarah dengan Kerajaan Sunda dan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake.

“Mahkota Binokasih merupakan mahkota penobatan raja-raja Sunda yang dibuat di Kerajaan Galuh dan kini tersimpan di Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tatar Sunda Membentang hingga Jawa Tengah

Nina Herlina menjelaskan wilayah Tatar Sunda membentang dari Banten, Jakarta, hingga sebagian wilayah Jawa Tengah seperti Brebes dan Cilacap.

Dalam perjalanan sejarahnya, kawasan itu melahirkan sejumlah kerajaan besar seperti Salakanagara, Tarumanagara, Sunda, Galuh, Talaga, Cirebon, Banten, hingga Sumedanglarang.

Tarumanagara Jadi Kerajaan Awal

Kerajaan Tarumanagara menjadi salah satu pusat kekuasaan awal di Tatar Sunda yang meninggalkan banyak bukti sejarah berupa prasasti.

Raja terkenal kerajaan itu, Purnawarman, memperluas pengaruh Tarumanagara hingga wilayah Pandeglang, Bogor, Bekasi, Karawang, dan Jakarta.

Sejumlah prasasti Tarumanagara tersebar di beberapa wilayah, mulai dari Bogor hingga Pandeglang. Catatan musafir Tiongkok Fa-hsien pada tahun 414 juga menyebut keberadaan wilayah yang berkaitan dengan Tarumanagara.

Tarusbawa Lahirkan Kerajaan Sunda

Setelah masa Tarumanagara berakhir, Tarusbawa mengganti nama kerajaan menjadi Kerajaan Sunda pada 669 Masehi.

Menurut Nina Herlina, tanggal penobatan Tarusbawa pada 18 Mei 669 Masehi kini menjadi dasar penetapan Hari Jadi Tatar Sunda.

Tarusbawa kemudian memindahkan pusat kerajaan dari Sundapura di wilayah Bekasi menuju Pakuan yang kini berada di Bogor.

Galuh dan Pajajaran Capai Puncak Kejayaan

Di bagian timur Tatar Sunda, Kerajaan Galuh berkembang sekitar tahun 670. Kerajaan itu melahirkan sejumlah raja besar, termasuk Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi.

Sri Baduga menyatukan kekuasaan Sunda dan Galuh setelah menikahi putri Raja Sunda. Ia kemudian membawa Kerajaan Sunda mencapai masa kejayaan dengan pusat pemerintahan di Pakuan Pajajaran.

Mahkota Binokasih ikut menjadi simbol penting dalam penobatan raja-raja Sunda, termasuk saat Sri Baduga naik tahta.

Masyarakat kemudian lebih mengenal Kerajaan Sunda dengan sebutan Pajajaran karena pusat pemerintahan kerajaan berada di Pakuan Pajajaran.

Sumedanglarang Simpan Mahkota Binokasih

Selain Sunda dan Galuh, Tatar Sunda juga memiliki Kerajaan Talaga dan Kerajaan Sumedanglarang yang memiliki hubungan erat dengan sejarah Sunda.

Saat Kerajaan Sunda runtuh pada 1579, para panglima kerajaan membawa Mahkota Binokasih ke Sumedang dan menyerahkannya kepada Geusan Ulun.

Penyerahan mahkota itu menandai posisi Sumedanglarang sebagai penerus simbolik Kerajaan Sunda.

Kini, Museum Prabu Geusan Ulun menyimpan Mahkota Binokasih dan berbagai peninggalan sejarah Sunda lainnya. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

20.500 Narapidana di Jawa Barat Dapat Remisi HUT ke-81 RI, 303 Kasus Korupsi
450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, 8,7 Juta Liter Air Bersih Didistribusikan
Google Gemini Tembus 1 Miliar Pengguna Aktif Bulanan, Pertumbuhannya Kalahkan Produk Google Lain
Ketua PKK Jabar Tekankan Peran UMKM dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga
Kirab Merah Putih di Bogor, Sekda Jabar: Perjuangan Kini Harus Turunkan Kemiskinan
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Bentuk Korona Matahari Tak Akan Pernah Sama
995 Airsoft Gun Ditemukan di Sekolah Swasta Jaksel, Yayasan Ungkap Awal Mula Temuan
WFH ASN Jawa Barat Berlanjut, Dedi Mulyadi Utamakan Hasil Kerja Dibanding Kehadiran di Kantor

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:06 WIB

20.500 Narapidana di Jawa Barat Dapat Remisi HUT ke-81 RI, 303 Kasus Korupsi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:00 WIB

450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, 8,7 Juta Liter Air Bersih Didistribusikan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Google Gemini Tembus 1 Miliar Pengguna Aktif Bulanan, Pertumbuhannya Kalahkan Produk Google Lain

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Ketua PKK Jabar Tekankan Peran UMKM dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Kirab Merah Putih di Bogor, Sekda Jabar: Perjuangan Kini Harus Turunkan Kemiskinan

Berita Terbaru