Viral Ancaman di Media Sosial, Paguyuban Sunda Muda Minta Pengawalan Hukum untuk Dedi Mulyadi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABAR PAJAJARAN – Paguyuban Sunda Muda (PSM) menyoroti munculnya komentar bernada ancaman terhadap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang beredar di media sosial. Organisasi tersebut meminta Tim Hukum Jabar Istimewa (Jabis) mengawal proses hukum kasus itu hingga tuntas.

Ancaman tersebut sebelumnya muncul di kolom komentar sebuah unggahan di Instagram dan dengan cepat menyebar setelah tangkapan layar komentar itu viral. Warganet menilai isi komentar sudah mengarah pada ancaman pembunuhan terhadap orang nomor satu di Jawa Barat itu.

Tak lama setelah perbincangan publik memanas, akun bernama Iqbal Hidayat yang diduga menuliskan komentar tersebut berubah menjadi privat. Meski demikian, tangkapan layar komentar ancaman telah telanjur tersebar luas dan memicu reaksi berbagai pihak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum Paguyuban Sunda Muda, Agus Syarifudin, menegaskan bahwa ancaman kekerasan tidak dapat dibenarkan dengan alasan kebebasan berpendapat. Ia menilai pernyataan bernada intimidasi harus ditangani secara serius.

“Demokrasi menjamin kritik, tetapi ancaman kekerasan atau ancaman pembunuhan sudah melampaui batas kebebasan berpendapat,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Jumat (15/5).

Menurutnya, kasus ini bukan hanya menyangkut keamanan kepala daerah, tetapi juga etika dalam ruang digital. Ia menegaskan Jabis dibentuk untuk mengawal berbagai persoalan hukum yang berkaitan dengan Dedi Mulyadi, mulai dari ancaman, fitnah, hingga ujaran kebencian di ruang publik maupun media sosial.

PSM mendorong Jabis segera mengambil langkah advokasi dan mengawal proses hukum agar pelaku mendapat efek jera. Agus menilai penegakan hukum penting untuk menjaga ruang digital tetap sehat dan beradab.

Selain itu, PSM mengimbau masyarakat agar menggunakan media sosial secara bijak serta menghindari komentar yang melanggar hukum atau membahayakan keselamatan orang lain. Menurutnya, ruang digital harus menjadi tempat diskusi yang konstruktif, bukan arena intimidasi. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kirab Merah Putih di Bogor, Sekda Jabar: Perjuangan Kini Harus Turunkan Kemiskinan
WFH ASN Jawa Barat Berlanjut, Dedi Mulyadi Utamakan Hasil Kerja Dibanding Kehadiran di Kantor
Jawa Barat Catat PHK Tertinggi di Indonesia, Buruh Garmen Cimahi Jadi Korban Terbaru
Dedi Mulyadi Restrukturisasi BUMD Jabar, Perusahaan Tak Produktif Terancam Ditutup
Viral Kopdes Merah Putih di Kaki Gunung Ciremai, Lokasinya Jauh dari Permukiman Warga
Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat Semarakkan Hari Anak Nasional 2026, Tumbuhkan Generasi Emas Berbudaya
Sinergi dengan Kementerian HAM, Pemda Provinsi Jabar Perkuat Implementasi HAM di Berbagai Sektor
Gubernur KDM Resmikan PSEL Legok Nangka, Jawa Barat Percepat Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Kirab Merah Putih di Bogor, Sekda Jabar: Perjuangan Kini Harus Turunkan Kemiskinan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:01 WIB

WFH ASN Jawa Barat Berlanjut, Dedi Mulyadi Utamakan Hasil Kerja Dibanding Kehadiran di Kantor

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Jawa Barat Catat PHK Tertinggi di Indonesia, Buruh Garmen Cimahi Jadi Korban Terbaru

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Dedi Mulyadi Restrukturisasi BUMD Jabar, Perusahaan Tak Produktif Terancam Ditutup

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Viral Kopdes Merah Putih di Kaki Gunung Ciremai, Lokasinya Jauh dari Permukiman Warga

Berita Terbaru