KABAR PAJAJARAN – Tren anak sekolah dasar yang gemar mengoleksi parfum tengah ramai menjadi perbincangan di media sosial. Banyak video di TikTok dan Instagram menampilkan anak-anak yang memamerkan koleksi parfum mereka, mulai dari produk lokal hingga merek premium.
Tidak sedikit anak yang sudah mengenal berbagai jenis aroma seperti woody, fresh, sweet, hingga gourmand. Mereka juga membuat ulasan parfum layaknya kreator konten dewasa dengan menjelaskan karakter aroma dan ketahanannya saat digunakan.
Media Sosial Jadi Pemicu Tren
Media sosial menjadi salah satu faktor utama yang mendorong tren ini. Anak-anak mudah tertarik pada konten yang sedang viral dan ingin mengikuti gaya hidup yang dianggap keren oleh lingkungan pertemanan mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, banyak brand parfum menghadirkan produk dengan ukuran kecil dan harga yang lebih terjangkau. Kemasan yang menarik serta promosi dari influencer membuat produk parfum semakin diminati kalangan anak-anak dan remaja.
Tuai Beragam Tanggapan
Fenomena bocil kolektor parfum memunculkan berbagai reaksi dari warganet. Sebagian orang menganggap tren ini sebagai bentuk ekspresi diri dan kepedulian anak terhadap kebersihan serta penampilan.
Namun, sebagian lainnya menilai tren tersebut dapat memicu gaya hidup konsumtif sejak usia dini. Banyak warganet khawatir anak-anak menjadi terlalu fokus pada gengsi dan tren media sosial.
Peran Penting Orang Tua
Psikolog anak menilai ketertarikan anak terhadap parfum masih tergolong wajar selama orang tua memberikan pendampingan yang tepat. Anak usia sekolah dasar memang sedang berada pada fase eksplorasi dan mudah meniru kebiasaan di sekitarnya.
Orang tua perlu mengajarkan anak untuk memahami fungsi parfum dan mengatur pengeluaran dengan bijak. Dengan pendampingan yang baik, hobi mengoleksi parfum dapat menjadi sarana belajar tanggung jawab dan pengelolaan uang sejak dini.
Penggunaan Parfum Tetap Harus Diperhatikan
Meski terlihat sepele, penggunaan parfum pada anak tetap membutuhkan perhatian. Beberapa produk mengandung alkohol atau bahan tertentu yang dapat memicu iritasi pada kulit sensitif jika digunakan terlalu sering.
Karena itu, orang tua disarankan memilih produk yang aman dan sesuai untuk usia anak. Penggunaan parfum secukupnya juga penting agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan maupun rasa tidak nyaman bagi orang lain.
Fenomena bocil SD koleksi parfum menunjukkan besarnya pengaruh media sosial terhadap gaya hidup anak-anak masa kini. Pendampingan orang tua menjadi kunci agar tren tersebut tetap membawa dampak positif dan tidak berkembang secara berlebihan. ***(Chq)






