HUT ke-448 Sumedang, Wagub Jabar Tekankan Tata Kelola Aman dan Kolaborasi Pembangunan

Kamis, 23 April 2026 - 09:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sumedang dalam rangka Hari Jadi ke-448, Rabu (22/4/2026). Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan pentingnya tata kelola pemerintahan yang aman dan kolaboratif. Foto: Humas Jabar

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sumedang dalam rangka Hari Jadi ke-448, Rabu (22/4/2026). Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan pentingnya tata kelola pemerintahan yang aman dan kolaboratif. Foto: Humas Jabar

Kabupaten Sumedang, Kabar Pajajaran – Peringatan Hari Jadi ke-448 Kabupaten Sumedang menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sumedang, Rabu (22/4/2026), Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan pentingnya tata kelola pemerintahan yang aman, terencana, dan akuntabel.

Ia mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) untuk berpegang pada empat aspek utama dalam menjalankan tugas pemerintahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pertama aman dalam perencanaan, kedua aman dalam anggaran, ketiga aman dalam pelaksanaan, dan keempat aman dalam pelaporan,” ujar Erwan.

Baca juga: Gedung Sate–Monju Ditata Ulang, PKL hingga Parkir Liar Jadi Fokus Penertiban

Menurutnya, perencanaan yang matang harus didukung dengan dokumen seperti feasibility study (FS) dan detail engineering design (DED), serta pelaksanaan yang sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB).

Ia menegaskan, aspek pelaporan sering kali dianggap sepele, padahal memiliki dampak besar terhadap akuntabilitas dan potensi permasalahan hukum.

“Kalau empat aspek ini dijalankan dengan baik, ASN bisa bekerja tenang hingga pensiun tanpa dibayangi masalah,” tegasnya.

Baca juga: KDM Targetkan Bandung Kembali Berwibawa, Pemprov dan Pemkot Perkuat Kolaborasi Benahi Kota

Sumedang Harus Jadi Motor Pembangunan

Erwan juga menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang Kabupaten Sumedang selama 448 tahun. Ia menilai Sumedang memiliki peran strategis sebagai bagian dari kawasan aglomerasi Bandung Raya.

“Daerah yang besar adalah yang mampu menjaga warisan masa lalu, menjawab tantangan masa kini, dan menyiapkan masa depan,” katanya.

Ia optimistis di bawah kepemimpinan Bupati Dony Ahmad Munir dan Wakil Bupati Fajar Aldila, Sumedang akan terus berkembang menjadi daerah yang maju dan berdaya saing.

Masih Ada PR Pembangunan

Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengajak masyarakat menjadikan hari jadi ini sebagai momentum memperkuat semangat gotong royong dan kecintaan terhadap daerah.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah, di antaranya angka kemiskinan sekitar 8 persen, pengangguran terbuka 6 persen, serta sekitar 10 persen infrastruktur yang perlu ditingkatkan.

“Kami harus menghadirkan kebijakan yang mampu menuntaskan kemiskinan, mengurangi pengangguran, serta meningkatkan infrastruktur dan produksi pertanian,” ujarnya.

Baca juga: Tiga Proyek Pengendalian Banjir di Kabupaten Bandung Siap Dikerjakan Tahun 2026

Program Inovatif Diluncurkan

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkab Sumedang meluncurkan sejumlah program inovatif, salah satunya “Rabu Ngangkot”.

Program ini mewajibkan ASN menggunakan transportasi umum, berjalan kaki, atau bersepeda setiap hari Rabu guna menghemat energi, mengurangi polusi, dan mendukung ekonomi sopir angkutan kota.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pemilahan sampah organik dan anorganik di setiap perangkat daerah serta menggalakkan gerakan Rabu dan Jumat Bersih.

Dengan semangat Hari Jadi ke-448, Sumedang diharapkan terus berkembang sebagai daerah yang maju, berdaya saing, serta mampu menghadirkan kesejahteraan nyata bagi masyarakatnya.***(Radit)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

KDM Antar Kembali Mahkota Binokasih ke Museum Prabu Geusan Ulun
Wagub Jabar Optimistis 3.600 Koperasi Merah Putih Rampung Juli 2026
Drama Kolosal “Peuting Munggaran” Meriahkan Puncak Milangkala Tatar Sunda di Gedung Sate
KDM Dukung Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih
Puluhan Ribu Warga Padati Bandung, Puncak Milangkala Tatar Sunda Berlangsung Semarak
Viral Ancaman di Media Sosial, Paguyuban Sunda Muda Minta Pengawalan Hukum untuk Dedi Mulyadi
Menkeu Purbaya Puji Dedi Mulyadi, Nilai Ekonomi Jawa Barat Tumbuh Pesat
Mau Nonton Kirab Budaya di Bandung? Simak Rute, Jam Penutupan Jalan, dan Lokasi Parkirnya

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:57 WIB

KDM Antar Kembali Mahkota Binokasih ke Museum Prabu Geusan Ulun

Senin, 18 Mei 2026 - 23:36 WIB

Wagub Jabar Optimistis 3.600 Koperasi Merah Putih Rampung Juli 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 18:57 WIB

Drama Kolosal “Peuting Munggaran” Meriahkan Puncak Milangkala Tatar Sunda di Gedung Sate

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:30 WIB

KDM Dukung Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:09 WIB

Puluhan Ribu Warga Padati Bandung, Puncak Milangkala Tatar Sunda Berlangsung Semarak

Berita Terbaru

Ilustrasi Parfum (Pinterest)

Ragam

Fenomena Bocil SD Koleksi Parfum Ramai di Media Sosial

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:00 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengikuti prosesi pengembalian Mahkota Binokasih Sanghyang Pake ke Museum Prabu Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang, Senin (18/5/2026), usai rangkaian Kirab Milangkala Tatar Sunda di sejumlah daerah di Jawa Barat. Foto: Humas Jabar

Jawa Barat

KDM Antar Kembali Mahkota Binokasih ke Museum Prabu Geusan Ulun

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:57 WIB