Harga LPG 12 Kg Naik, Warga Antisipasi Lonjakan Biaya Hidup

Senin, 20 April 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertamina resmi menaikkan harga LPG nonsubsidi. Berikut rincian terbaru Bright Gas 12 kg dan 5,5 kg di berbagai provinsi.

Pertamina resmi menaikkan harga LPG nonsubsidi. Berikut rincian terbaru Bright Gas 12 kg dan 5,5 kg di berbagai provinsi.

Kabar Pajajaran – Kenaikan harga LPG nonsubsidi 12 kilogram mulai memicu kekhawatiran masyarakat di Jakarta. Warga menilai lonjakan harga energi berpotensi menimbulkan efek berantai terhadap berbagai kebutuhan sehari-hari.

Harga tabung LPG 12 kg diketahui meningkat dari kisaran Rp192.000 menjadi sekitar Rp228.000 per tabung. Kenaikan ini terjadi di tengah naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) serta sejumlah kebutuhan pokok, sehingga tekanan terhadap pengeluaran rumah tangga semakin terasa.

Sejumlah warga mengaku langsung menyesuaikan perencanaan keuangan bulanan setelah mengetahui kabar kenaikan tersebut. Mereka khawatir kenaikan harga gas akan diikuti peningkatan ongkos transportasi, biaya distribusi, hingga harga makanan di pasaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Biasanya kalau energi naik, harga lain ikut terdorong. Bukan cuma gas, tapi biaya hidup secara keseluruhan,” ujar salah seorang warga Kalideres, Jakarta Barat.

Kekhawatiran serupa datang dari pengguna LPG nonsubsidi yang telah lama bergantung pada tabung 12 kg. Mereka menilai kenaikan kali ini terasa lebih berat karena terjadi bersamaan dengan meningkatnya berbagai kebutuhan lain.

Warga mulai mempertimbangkan langkah penghematan, mulai dari mengurangi pemakaian hingga mencari alternatif energi yang lebih terjangkau. Sebagian bahkan melirik LPG subsidi 3 kg atau ukuran 5,5 kg, meski opsi tersebut memiliki tantangan, seperti ketersediaan stok dan kebutuhan biaya awal pembelian tabung baru.

Pemerintah menegaskan LPG 12 kg merupakan produk nonsubsidi yang mengikuti mekanisme pasar. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan bantuan energi tetap difokuskan bagi masyarakat kurang mampu.

Ia memastikan harga LPG subsidi 3 kg tetap dijaga stabil sesuai arahan Presiden. Namun, untuk LPG nonsubsidi, penyesuaian harga dinilai sebagai konsekuensi dari dinamika pasar energi global.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat berharap tidak terjadi lonjakan harga lanjutan pada kebutuhan pokok. Mereka menilai daya beli bisa semakin tertekan jika kenaikan energi memicu kenaikan biaya hidup secara luas dalam waktu dekat. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kurs Rupiah Melemah dan Harga Minyak Naik, APBN 2026 Terancam Tertekan
KPK Bongkar Kasus Pemerasan WNA dari Jejak Transaksi M-Banking
Wamen Imipas Serahkan Diri ke KPK Usai OTT Imigrasi Jakbar
Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar 8-21 Juni, Ini Pelanggaran yang Jadi Target
Rupiah Ambruk ke Rp18.001 per Dolar AS pagi ini, Ini Pemicu Utamanya
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Berompi Tahanan, Kejagung Siapkan Konferensi Pers
Usai Evaluasi 1,5 Tahun, Prabowo Rombak Pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN)
Resmi Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Siap Pastikan Anak Indonesia Dapat Gizi Terbaik

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:13 WIB

Kurs Rupiah Melemah dan Harga Minyak Naik, APBN 2026 Terancam Tertekan

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:00 WIB

KPK Bongkar Kasus Pemerasan WNA dari Jejak Transaksi M-Banking

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:00 WIB

Wamen Imipas Serahkan Diri ke KPK Usai OTT Imigrasi Jakbar

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:00 WIB

Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar 8-21 Juni, Ini Pelanggaran yang Jadi Target

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:17 WIB

Rupiah Ambruk ke Rp18.001 per Dolar AS pagi ini, Ini Pemicu Utamanya

Berita Terbaru