Tekan Pengangguran, Rekrutmen Terpadu Jadi Senjata Baru Pemkab Majalengka

Kamis, 16 April 2026 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Majalengka, Eman Suherman, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal melalui optimalisasi program Matahati (Masyarakat Cepat Kerja), Foto (DIskominfo Majalengka)

Bupati Majalengka, Eman Suherman, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal melalui optimalisasi program Matahati (Masyarakat Cepat Kerja), Foto (DIskominfo Majalengka)

Majalengka, Kabar Pajajaran – Pemerintah Kabupaten Majalengka mempercepat upaya penyerapan tenaga kerja lokal melalui program Matahati (Masyarakat Cepat Kerja). Bupati Eman Suherman menegaskan, program ini dirancang untuk menghadirkan sistem rekrutmen yang transparan, akuntabel, dan bebas pungutan liar.

Dalam kegiatan peningkatan inklusivitas dan literasi keuangan bagi buruh, pemerintah daerah langsung meminta perusahaan di wilayah Majalengka menyerahkan kuota kebutuhan tenaga kerja kepada pemerintah. Langkah ini dilakukan agar perekrutan tenaga kerja bisa berjalan terpadu sekaligus memastikan warga lokal menjadi prioritas utama.

Eman menegaskan, pemkab berkomitmen memutus rantai percaloan yang selama ini meresahkan masyarakat. Ia meminta seluruh perusahaan menjalankan proses rekrutmen melalui sistem pemerintah daerah agar lebih terbuka dan terpantau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Fokus kami memutus praktik percaloan. Rekrutmen harus terpadu melalui pemerintah agar masyarakat mendapat akses kerja yang adil,” tegasnya.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga siap menempuh jalur hukum jika menemukan praktik pungli dalam perekrutan tenaga kerja. Eman menekankan, penindakan akan dilakukan apabila masyarakat melampirkan bukti kuat disertai data dan fakta.

Program Matahati tidak hanya menekankan transparansi, tetapi juga memperkuat kesiapan tenaga kerja melalui pembekalan mental dan keterampilan. Pemerintah berharap skema ini mampu membantu perusahaan memperoleh tenaga kerja kompeten tanpa campur tangan pihak ketiga.

Data pemerintah daerah menunjukkan tingkat pengangguran terbuka di Majalengka kini berada di angka 3,62 persen, lebih rendah dibanding rata-rata Provinsi Jawa Barat yang mencapai 6,66 persen. Selama masa kepemimpinannya, Eman mengklaim penyerapan tenaga kerja telah menembus 12 ribu orang.

Kebijakan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menilai langkah pemerintah memberantas calo memberi harapan baru bagi pencari kerja, yang selama ini kerap terbebani biaya tinggi demi mendapatkan pekerjaan. ***

Facebook Comments Box

Penulis : Saripudin

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Diskominfo Majalengka

Berita Terkait

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es dan Angin Kencang yang Rusak Puluhan Rumah di Kuningan
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar
Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya
Kebocoran Gas Pabrik di Karawang Bikin 43 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit, Polisi Lakukan Investigasi
Kasus Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, Dinkes Cabut SLHS SPPG 05 Kalijaga
Kejati Jabar Tahan Wabup Indramayu Syaefudin dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Status Masih Siaga Level III

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 09:44 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es dan Angin Kencang yang Rusak Puluhan Rumah di Kuningan

Selasa, 3 November 2026 - 11:00 WIB

Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026

Selasa, 3 November 2026 - 09:29 WIB

Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WIB

Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Kebocoran Gas Pabrik di Karawang Bikin 43 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit, Polisi Lakukan Investigasi

Berita Terbaru