Pemprov Jabar Ungkap Alasan Bangun Candi Bentar Besar di Depan Gedung Sate

Jumat, 4 September 2026 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Citra 3D proyeksi hasil proyek revitalisasi penyatuan halaman Gedung Sate dan Lapangan Gasibu oleh Pemprov Jabar.(Dok Pemprov Jabar)

Citra 3D proyeksi hasil proyek revitalisasi penyatuan halaman Gedung Sate dan Lapangan Gasibu oleh Pemprov Jabar.(Dok Pemprov Jabar)

BANDUNG – Dua gerbang menyerupai candi bentar berukuran besar di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, belakangan menjadi perhatian publik. Kehadiran bangunan tersebut memunculkan beragam komentar, terutama di media sosial.

Sebagian warganet mempertanyakan desain candi bentar yang berdiri di kawasan Gedung Sate. Mereka menilai bentuk tersebut memiliki karakter berbeda dengan Gedung Sate yang selama ini dikenal sebagai bangunan bersejarah bergaya art deco peninggalan era kolonial Belanda.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat kemudian menjelaskan alasan menghadirkan dua gerbang tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Candi bentar bagian dari revitalisasi Gedung Sate

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat Adi Komar mengatakan, dua gerbang itu merupakan bagian dari penataan dan revitalisasi kawasan Gedung Sate.

Menurut Adi, pemerintah tidak menciptakan desain yang sepenuhnya baru. Tim revitalisasi justru mengambil inspirasi dari candi bentar yang sebelumnya sudah berada di lingkungan Gedung Sate.

“Sebetulnya ini sama dengan candi bentar yang di halaman Gedung Sate tampilannya. Sama saja, cuma dimensinya lebih besar karena mengikuti desain jalannya yang lebih besar,” kata Adi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (3/9/2026).

Dengan demikian, pemerintah menilai perbedaan ukuran menjadi salah satu alasan mengapa candi bentar yang baru terlihat lebih mencolok dibandingkan elemen serupa yang sudah ada sebelumnya.

Pemprov Jabar masukkan unsur budaya lokal

Selain menjadi bagian dari revitalisasi, Adi menjelaskan bahwa pemerintah sengaja memasukkan unsur budaya Jawa Barat ke dalam desain kawasan Gedung Sate.

Menurut dia, penggunaan bentuk candi bentar menjadi salah satu cara untuk menghadirkan identitas lokal di kawasan tersebut.

“Kenapa candi bentar? Ya itu juga bagian dari desain-desain, konsep kearifan kedaerahan,” ujar Adi.

Ia menambahkan, masyarakat dapat menemukan bentuk candi bentar di sejumlah wilayah Jawa Barat. Salah satunya berada di kawasan Cirebon.

Karena itu, Pemprov Jabar melihat candi bentar sebagai salah satu elemen yang dapat merepresentasikan kekhasan budaya daerah.

“Untuk menunjukkan bahwa itu sebuah ruang area yang memang diadopsi dari kekhasan daerah di Jawa Barat,” tutur Adi.

Warganet bebas menilai wajah baru Gedung Sate

Perubahan kawasan Gedung Sate tidak sepenuhnya mendapat respons positif. Sejumlah masyarakat mempertanyakan kesesuaian desain baru dengan karakter bangunan utama yang memiliki nilai sejarah.

Namun, Adi menganggap perbedaan pendapat tersebut sebagai sesuatu yang wajar.

Ia mempersilakan masyarakat memberikan penilaian terhadap hasil revitalisasi Gedung Sate.

“Netizen bisa silakan mengapresiasikan, silakan pendapatnya untuk bagaimana melihat sekarang bentuk kawasan yang sekarang,” kata Adi.

Di sisi lain, Adi menyebut sebagian masyarakat justru menyambut positif perubahan tersebut.

Menurut dia, sejumlah warga menilai wajah baru kawasan Gedung Sate terlihat lebih megah setelah pemerintah menambahkan sejumlah elemen baru.

“Tidak sedikit juga yang mengapresiasi. Jadi banyak yang memang ini semakin terlihat megah. Terus ada beberapa ikon yang memang tidak monoton. Ada sentuhan budaya Jawa Barat, kekhasan daerah,” ujarnya.

Pemprov Jabar bantah nilai sejarah Gedung Sate berkurang

Adi juga menepis anggapan bahwa kehadiran elemen arsitektur lokal dapat mengurangi nilai sejarah Gedung Sate.

Ia menilai keberadaan bangunan dengan karakter arsitektur berbeda dalam satu kawasan bukan sesuatu yang aneh, terutama pada kawasan yang berkembang dan mengalami penataan.

Menurutnya, masyarakat juga dapat menemukan perpaduan berbagai gaya arsitektur di sejumlah kawasan heritage, baik di Jawa Barat maupun daerah lain di Indonesia.

“Nanti juga bisa dilihat di beberapa tempat di Jawa Barat atau di tingkat nasional di mana ada bangunan yang memang desain-desain Belanda. Tapi kan di sekelilingnya juga tidak memang harus ada arsiteknya harus Belanda semua,” kata Adi.

Dengan penjelasan tersebut, Pemprov Jabar menegaskan bahwa candi bentar berukuran besar di depan Gedung Sate hadir sebagai bagian dari konsep revitalisasi kawasan sekaligus upaya menghadirkan unsur budaya Jawa Barat.

Perdebatan mengenai desain tersebut pun menjadi bagian dari respons publik terhadap perubahan wajah salah satu ikon utama Kota Bandung. ***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

HJKB ke-216 Usung “Solidarity in Harmony”, Bandung Tegaskan Semangat Kebersamaan
Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian
Defisit APBD Jabar 2026 Capai Rp3,4 Triliun, Pemprov Tunggu Dana Bagi Hasil
Prabowo Salurkan 260 Becak Listrik ke Kabupaten Bandung, Pengayuh Lansia Jadi Prioritas
KDM Instruksikan Pemkab Garut Tambah Anggaran Perbaikan Jalan
PPPK Paruh Waktu Kota Bandung Dapat Kabar Bahagia, Kontrak Diperpanjang 2027
Wagub Erwan Sampaikan Dua Ranperda Strategis, Perkuat BIJB dan Efisiensi Perangkat Daerah
Karhutla Jabar Makin Meluas, 325,87 Hektare Lahan Terbakar hingga September 2026

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:00 WIB

HJKB ke-216 Usung “Solidarity in Harmony”, Bandung Tegaskan Semangat Kebersamaan

Selasa, 15 September 2026 - 08:01 WIB

Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian

Selasa, 15 September 2026 - 08:00 WIB

Defisit APBD Jabar 2026 Capai Rp3,4 Triliun, Pemprov Tunggu Dana Bagi Hasil

Senin, 14 September 2026 - 12:00 WIB

Prabowo Salurkan 260 Becak Listrik ke Kabupaten Bandung, Pengayuh Lansia Jadi Prioritas

Senin, 14 September 2026 - 06:14 WIB

KDM Instruksikan Pemkab Garut Tambah Anggaran Perbaikan Jalan

Berita Terbaru

Teknologi

iOS 27 Resmi Dirilis, Ini Daftar 33 iPhone yang Kebagian Update

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:14 WIB