CIANJUR – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,3 mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Selasa (1/9/2026) sore. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatat empat rumah warga mengalami kerusakan ringan.
Petugas menemukan kerusakan tersebut di Desa Babakankaret, Kecamatan Cianjur. Sebagian besar kerusakan terlihat pada dinding rumah yang mengalami retak setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.
Kepala BPBD Cianjur Iwan Karyadi mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan di sejumlah wilayah untuk memastikan dampak gempa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kerusakan akibat gempa dilaporkan di Desa Babakankaret akibat aktivitas Sesar Cisokan, di mana dinding rumah warga mengalami retak, sedangkan di wilayah lainnya masih dilakukan pendataan,” kata Iwan di Cianjur, Rabu (2/9/2026), dikutip dari Antara.
Empat Rumah Mengalami Kerusakan Ringan
Berdasarkan pendataan sementara, dampak gempa paling banyak terlihat di Desa Babakankaret. BPBD mencatat empat unit rumah mengalami kerusakan ringan.
Kerusakan tersebut terutama terjadi pada bagian dinding. Guncangan gempa membuat sejumlah dinding rumah warga mengalami retakan.
Sejauh ini, BPBD belum menerima laporan mengenai kerusakan berat ataupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
Meski begitu, petugas masih menyisir wilayah Kabupaten Cianjur, termasuk kawasan utara hingga selatan. Pendataan tersebut bertujuan memastikan tidak ada kerusakan lain yang belum dilaporkan masyarakat.
Gempa Cianjur Terjadi di Kedalaman 4 Kilometer
Berdasarkan data BMKG, gempa Cianjur M 4,3 terjadi pada Selasa (1/9/2026) pukul 17.53 WIB.
BMKG mencatat pusat gempa berada di darat, sekitar 10 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur. Gempa tersebut berlokasi pada koordinat 6,91 derajat Lintang Selatan dan 107,10 derajat Bujur Timur.
Pusat gempa berada pada kedalaman hanya 4 kilometer. Kondisi tersebut membuat getaran terasa cukup kuat oleh masyarakat di sekitar pusat gempa.
Guncangan tidak hanya dirasakan warga Cianjur. Masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi, Bogor, hingga Bandung juga merasakan getaran.
BMKG menyebut gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas Sesar Cisokan yang berada di wilayah Jawa Barat.
Ada Gempa Susulan M 1,7
Setelah gempa utama, BPBD Cianjur juga mencatat satu gempa susulan berkekuatan magnitudo 1,7.
Namun, gempa susulan tersebut tidak terlalu dirasakan oleh masyarakat.
BPBD tetap meminta warga meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat juga diminta tidak panik jika kembali merasakan getaran.
Iwan mengingatkan warga agar segera mencari tempat aman ketika gempa terjadi.
“Ketika terjadi gempa jangan panik, segera mencari tempat berlindung atau keluar dari dalam ruangan. Pastikan tidak ada gempa susulan sebelum kembali ke dalam ruangan atau rumah,” ujarnya.
BPBD Pantau Kondisi Warga
BPBD Cianjur terus memantau kondisi di lapangan untuk mengantisipasi dampak lanjutan. Petugas juga masih membuka kemungkinan munculnya laporan kerusakan dari wilayah lain.
Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan gempa perlu memahami langkah mitigasi bencana. Pengetahuan tersebut dapat membantu warga mengambil keputusan dengan cepat ketika gempa kembali terjadi.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kerusakan bangunan akibat gempa kepada aparat setempat agar petugas dapat melakukan pemeriksaan.
“Kami akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan guna memastikan tidak ada kerusakan akibat gempa yang mengguncang Cianjur sebanyak dua kali,” kata Iwan.
Dengan kondisi tersebut, BPBD meminta masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait gempa maupun potensi gempa susulan.***(Chq)



![Cara operasikan AC mobil. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].](https://kabarpajajaran.com/wp-content/uploads/2026/09/ac-225x129.jpg)

