Gubernur KDM Resmikan PSEL Legok Nangka, Jawa Barat Percepat Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Wakil Menteri ESDM RI Yuliot Tanjung melakukan groundbreaking pembangunan PSEL Legok Nangka di Kabupaten Bandung, Rabu (29/7/2026). Proyek ini menjadi tonggak pengembangan pengolahan sampah menjadi energi listrik di Jawa Barat. (Foto: Humas Jabar)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Wakil Menteri ESDM RI Yuliot Tanjung melakukan groundbreaking pembangunan PSEL Legok Nangka di Kabupaten Bandung, Rabu (29/7/2026). Proyek ini menjadi tonggak pengembangan pengolahan sampah menjadi energi listrik di Jawa Barat. (Foto: Humas Jabar)

Kabupaten Bandung, Kabar Pajajaran – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memulai pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka. Proyek ini menjadi langkah besar menghadirkan pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Yuliot Tanjung memimpin prosesi peletakan batu pertama. Kegiatan berlangsung di TPPAS Regional Legok Nangka, Kabupaten Bandung, Rabu (29/7/2026).

Menurut Dedi Mulyadi, proyek tersebut menunjukkan komitmen nyata pemerintah daerah. Selain itu, fasilitas ini akan mengubah sampah menjadi sumber energi bersih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“PSEL Legok Nangka merupakan komitmen Pemda Provinsi Jabar dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik,” ujar Dedi.

Ia menegaskan persoalan sampah harus berubah menjadi sumber daya bernilai. Karena itu, proyek ini juga mendukung peningkatan kualitas lingkungan hidup.

PSEL Legok Nangka Layani Enam Daerah

TPPAS Regional Legok Nangka memiliki kapasitas sekitar 2.131 ton sampah setiap hari. Kapasitas tersebut melayani enam daerah di Jawa Barat.

Wilayah pelayanan meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kota Cimahi. Selanjutnya, layanan mencakup Kabupaten Bandung Barat, Garut, serta Sumedang.

Melalui teknologi waste-to-energy, fasilitas ini menghasilkan energi listrik ramah lingkungan. Di sisi lain, volume sampah menuju tempat pembuangan dapat berkurang secara signifikan.

Pada kesempatan sama, para pihak menandatangani Nota Kesepahaman pengembangan waste-to-energy di Jawa Barat. Pemerintah Pusat memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan tersebut.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, proyek tersebut menghadirkan manfaat ekonomi dan lingkungan sekaligus.

“Proyek ini diharapkan menjadi percontohan nasional untuk pengembangan waste-to-energy di Indonesia,” katanya.

Yuliot menjelaskan proyek itu membuka peluang kerja baru. Selain itu, proyek tersebut membantu menekan emisi dan memperkuat bauran energi nasional.

PT PII Dukung Penjaminan Investasi

Pembangunan PSEL Legok Nangka juga mendapat dukungan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero). Perusahaan tersebut memberikan penjaminan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Sebelumnya, PT PII menerbitkan penjaminan pemerintah pada April 2026. Skema tersebut melibatkan PT Jabar Environmental Solutions sebagai badan usaha pelaksana.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bertindak sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama. Kolaborasi tersebut memperkuat kepastian pelaksanaan proyek.

Plt. Direktur Utama PT PII Andre Permana menjelaskan tujuan penjaminan investasi. Menurutnya, langkah itu meningkatkan kelayakan pembiayaan sekaligus pembagian risiko.

“Groundbreaking PSEL Legok Nangka merupakan milestone penting dalam pengembangan infrastruktur persampahan berbasis KPBU di Indonesia,” ujar Andre.

Ia berharap proyek tersebut menjadi contoh pembangunan infrastruktur hijau. Dengan demikian, manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat berjalan berkelanjutan.

Kolaborasi Wujudkan Energi Bersih dan Lingkungan Sehat

Pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun proyek ini bersama berbagai pemangku kepentingan. Dukungan datang dari Pemerintah Pusat, PT PII, dan badan usaha pelaksana.

Kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat penyelesaian konstruksi. Setelah beroperasi, fasilitas ini mendukung ketahanan energi sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan.

Keberadaan PSEL Legok Nangka juga menjadi bagian penting transformasi pengelolaan sampah di Jawa Barat. Oleh sebab itu, pemerintah optimistis masyarakat memperoleh manfaat jangka panjang dari proyek strategis tersebut.***(BePe)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar
Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:20 WIB

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan

Rabu, 4 November 2026 - 12:00 WIB

WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 3 November 2026 - 12:00 WIB

Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah

Berita Terbaru