Spanduk “Shut Up KDM” di GBLA Jadi Sorotan, Dedi Mulyadi: Pengingat Agar Sepak Bola Tetap Profesional

Senin, 27 April 2026 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberi tanggapan terkait bentangan spanduk 'Shut Up KDM' di stadion GBLA, Minggu (26/4/2026).

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberi tanggapan terkait bentangan spanduk 'Shut Up KDM' di stadion GBLA, Minggu (26/4/2026).

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Perbincangan di media sosial beberapa hari terakhir ramai menyoroti kemunculan spanduk bertuliskan “Shut Up KDM” di pinggir lapangan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Spanduk tersebut muncul saat pertandingan Persib Bandung melawan Arema FC dan langsung memicu perdebatan warganet.

Sebagian Bobotoh menilai pesan dalam spanduk itu berkaitan dengan isu campur tangan politik dalam sepak bola. Spanduk tersebut diduga diarahkan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang kerap menyampaikan dukungannya terhadap Persib di ruang publik.

Menanggapi polemik tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada Bobotoh yang memasang spanduk itu. Ia menilai pesan tersebut sebagai bentuk pengingat agar profesionalisme sepak bola tetap terjaga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya mengucapkan terima kasih atas spanduk yang intinya mengingatkan saya untuk tidak banyak berbicara soal Persib,” ujar Dedi dalam video yang diunggah melalui media sosialnya, Minggu (26/4/2026).

Menurutnya, pemasang spanduk kemungkinan ingin memastikan Persib tidak terseret ke ranah politik. Ia pun menegaskan bahwa fokus utama harus tetap pada prestasi tim di lapangan.

Dalam kesempatan yang sama, Dedi juga menjelaskan soal bonus bagi pemain Persib yang sebelumnya menjadi perhatian publik. Ia mengungkapkan bahwa Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, memberikan dukungan finansial bagi skuad Maung Bandung.

Dedi menjelaskan bahwa bonus sebesar Rp1 miliar per laga tandang diberikan sebagai bentuk dukungan moral agar Persib mampu meraih gelar juara liga domestik untuk ketiga kalinya secara beruntun. Ia menyebut bantuan tersebut muncul secara spontan setelah pertemuan dengan manajemen Persib.

“Ada lima pertandingan tandang yang akan mendapat bonus, sehingga totalnya mencapai Rp5 miliar,” jelasnya.

Meski pemberian bonus awalnya tidak ingin dipublikasikan, Dedi mengaku tetap menyampaikannya kepada publik demi transparansi. Ia menegaskan bahwa manajemen Persib telah memastikan tidak ada aturan yang dilanggar.

Menutup pernyataannya, Dedi mengajak seluruh pihak menghentikan polemik dan kembali fokus mendukung perjuangan Persib di kompetisi. Ia berharap target juara liga tiga kali berturut-turut dapat terwujud. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

20.500 Narapidana di Jawa Barat Dapat Remisi HUT ke-81 RI, 303 Kasus Korupsi
Bukan Hasil Instan! TBI Team Bandung Bawa Pulang 18 Medali dari West Java Open 2026
450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, 8,7 Juta Liter Air Bersih Didistribusikan
Ketua PKK Jabar Tekankan Peran UMKM dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga
Kirab Merah Putih di Bogor, Sekda Jabar: Perjuangan Kini Harus Turunkan Kemiskinan
WFH ASN Jawa Barat Berlanjut, Dedi Mulyadi Utamakan Hasil Kerja Dibanding Kehadiran di Kantor
Jawa Barat Catat PHK Tertinggi di Indonesia, Buruh Garmen Cimahi Jadi Korban Terbaru
Dedi Mulyadi Restrukturisasi BUMD Jabar, Perusahaan Tak Produktif Terancam Ditutup

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:06 WIB

20.500 Narapidana di Jawa Barat Dapat Remisi HUT ke-81 RI, 303 Kasus Korupsi

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:29 WIB

Bukan Hasil Instan! TBI Team Bandung Bawa Pulang 18 Medali dari West Java Open 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:00 WIB

450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, 8,7 Juta Liter Air Bersih Didistribusikan

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Ketua PKK Jabar Tekankan Peran UMKM dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Kirab Merah Putih di Bogor, Sekda Jabar: Perjuangan Kini Harus Turunkan Kemiskinan

Berita Terbaru