Dinkes Cianjur Temukan Lonjakan Kasus HIV/AIDS, Kelompok LSL Paling Banyak

Sabtu, 4 April 2026 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi HIV AIDS

Ilustrasi HIV AIDS

KABAR PAJAJARAN – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, I Made Setiawan, mengungkapkan tren peningkatan temuan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Cianjur dalam beberapa waktu terakhir. Ia menegaskan, lonjakan angka tersebut terjadi karena pemerintah daerah kini semakin gencar melakukan penelusuran dan skrining terhadap kelompok berisiko.

Menurut Made, upaya aktif tenaga kesehatan di lapangan membuat lebih banyak kasus berhasil terdeteksi lebih awal.

“Sekarang kami lebih rajin melakukan screening, termasuk pada ibu hamil dan kelompok berisiko. Dulu mungkin kasusnya ada, tetapi tidak terdeteksi karena pencarian belum masif,” ujarnya, Kamis (2/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Skrining Intensif Ungkap Kasus Tersembunyi

Dinas Kesehatan memperluas program deteksi dini dengan menggencarkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan dan komunitas. Langkah ini membuat angka penemuan kasus tampak meningkat, meski sebenarnya lebih mencerminkan keberhasilan pelacakan.

Made menilai pendekatan aktif tersebut penting untuk memutus rantai penularan lebih cepat. Deteksi dini memungkinkan pasien segera mendapatkan pengobatan serta pendampingan.

Kelompok LSL Jadi Temuan Paling Menonjol

Dalam hasil pemantauan terbaru, Made menyebut kelompok laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL) menjadi kelompok dengan temuan kasus paling menonjol di Cianjur.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong edukasi kesehatan sebagai langkah pencegahan utama. Menurutnya, penularan HIV/AIDS sangat berkaitan dengan perilaku individu, terutama hubungan seksual berisiko dan penggunaan jarum suntik secara bergantian.

“Penyakit ini bisa dicegah jika masyarakat menerapkan perilaku sehat dan memahami risiko penularan,” tegasnya.

Nakes Diminta Disiplin Jalankan SOP

Selain menyasar masyarakat, Dinas Kesehatan juga mengingatkan tenaga kesehatan agar disiplin menerapkan standar operasional prosedur (SOP). Made menekankan pentingnya kehati-hatian saat melakukan tindakan medis, khususnya penggunaan jarum suntik.

Ia meminta seluruh tenaga kesehatan menjaga keselamatan kerja demi mencegah penularan yang tidak disengaja di fasilitas layanan kesehatan.

Edukasi dan Pencegahan Terus Diperkuat

Ke depan, Dinas Kesehatan berkomitmen memperkuat promosi kesehatan dan edukasi masyarakat. Pemerintah daerah berharap deteksi dini dan peningkatan kesadaran publik dapat menekan laju penularan HIV/AIDS di Cianjur.

Langkah skrining masif ini diharapkan tidak hanya meningkatkan angka temuan, tetapi juga mempercepat penanganan dan memperluas jangkauan pencegahan di masyarakat. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
ChatGPT Digugat Usai Wanita 31 Tahun Meninggal, Diduga Sarankan Berhenti Minum Obat
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:20 WIB

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan

Rabu, 4 November 2026 - 12:00 WIB

WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 3 November 2026 - 14:00 WIB

ChatGPT Digugat Usai Wanita 31 Tahun Meninggal, Diduga Sarankan Berhenti Minum Obat

Berita Terbaru