Kabar Pajajaran – Setelah sebulan penuh berpuasa dengan pola makan yang relatif teratur, momen Lebaran kerap berubah menjadi pesta kuliner tanpa batas. Banyak orang merasa “bebas” menikmati hidangan khas hari raya dalam jumlah besar. Sayangnya, euforia ini sering berujung pada masalah kesehatan yang muncul tak lama setelah perayaan usai.
Pakar penyakit pencernaan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Ari Fahrial Syam, menilai fenomena kambuhnya penyakit kronis pasca-Lebaran terjadi karena pola makan yang mendadak berubah drastis.
Makanan Bersantan dan Jeroan Picu Asam Urat
Menurut Prof. Ari, banyak orang yang sebelumnya disiplin menjaga asupan makanan, tiba-tiba mengonsumsi hidangan tinggi lemak dan purin secara berlebihan saat Lebaran. Hidangan seperti opor, rendang, hingga aneka jeroan menjadi menu wajib yang sulit ditolak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, lonjakan konsumsi jeroan dan seafood dalam waktu singkat bisa memicu peningkatan kadar asam urat. Akibatnya, keluhan nyeri sendi—terutama di kaki—sering muncul dan mengganggu aktivitas silaturahmi maupun perjalanan arus balik.
“Selama Ramadan dijaga, tapi setelah Lebaran justru makan berlebihan. Akhirnya asam urat kambuh,” ujarnya.
Kue Lebaran Jadi Pemicu GERD
Tak hanya hidangan berat, camilan khas Lebaran seperti kue kering, cokelat, dan keju juga berpotensi memicu gangguan pencernaan. Prof. Ari menegaskan, kombinasi lemak tinggi dan kandungan kafein atau teobromin dalam cokelat dapat membuat katup lambung menjadi lebih rileks.
Kondisi ini memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan dan memicu kambuhnya GERD atau penyakit asam lambung. Gejalanya meliputi rasa panas di dada, mual, hingga perut terasa tidak nyaman.
Makan Boleh, Asal Tetap Terkontrol
Prof. Ari mengingatkan masyarakat agar tetap menikmati hidangan Lebaran secara bijak. Ia menyarankan porsi makan tetap dijaga, menghindari konsumsi berlebihan dalam satu waktu, serta menyeimbangkan makanan berlemak dengan buah dan sayur.
Lebaran memang momen kebersamaan dan kebahagiaan. Namun, menjaga pola makan tetap seimbang menjadi kunci agar tubuh tetap sehat setelah perayaan berakhir. ***(chq)






