Dokter Bongkar Alasan Banyak Orang Sakit Setelah Lebaran

Minggu, 29 Maret 2026 - 06:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabar Pajajaran – Setelah sebulan penuh berpuasa dengan pola makan yang relatif teratur, momen Lebaran kerap berubah menjadi pesta kuliner tanpa batas. Banyak orang merasa “bebas” menikmati hidangan khas hari raya dalam jumlah besar. Sayangnya, euforia ini sering berujung pada masalah kesehatan yang muncul tak lama setelah perayaan usai.

Pakar penyakit pencernaan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Ari Fahrial Syam, menilai fenomena kambuhnya penyakit kronis pasca-Lebaran terjadi karena pola makan yang mendadak berubah drastis.

Makanan Bersantan dan Jeroan Picu Asam Urat

Menurut Prof. Ari, banyak orang yang sebelumnya disiplin menjaga asupan makanan, tiba-tiba mengonsumsi hidangan tinggi lemak dan purin secara berlebihan saat Lebaran. Hidangan seperti opor, rendang, hingga aneka jeroan menjadi menu wajib yang sulit ditolak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, lonjakan konsumsi jeroan dan seafood dalam waktu singkat bisa memicu peningkatan kadar asam urat. Akibatnya, keluhan nyeri sendi—terutama di kaki—sering muncul dan mengganggu aktivitas silaturahmi maupun perjalanan arus balik.

“Selama Ramadan dijaga, tapi setelah Lebaran justru makan berlebihan. Akhirnya asam urat kambuh,” ujarnya.

Kue Lebaran Jadi Pemicu GERD

Tak hanya hidangan berat, camilan khas Lebaran seperti kue kering, cokelat, dan keju juga berpotensi memicu gangguan pencernaan. Prof. Ari menegaskan, kombinasi lemak tinggi dan kandungan kafein atau teobromin dalam cokelat dapat membuat katup lambung menjadi lebih rileks.

Kondisi ini memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan dan memicu kambuhnya GERD atau penyakit asam lambung. Gejalanya meliputi rasa panas di dada, mual, hingga perut terasa tidak nyaman.

Makan Boleh, Asal Tetap Terkontrol

Prof. Ari mengingatkan masyarakat agar tetap menikmati hidangan Lebaran secara bijak. Ia menyarankan porsi makan tetap dijaga, menghindari konsumsi berlebihan dalam satu waktu, serta menyeimbangkan makanan berlemak dengan buah dan sayur.

Lebaran memang momen kebersamaan dan kebahagiaan. Namun, menjaga pola makan tetap seimbang menjadi kunci agar tubuh tetap sehat setelah perayaan berakhir. ***(chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

ChatGPT Digugat Usai Wanita 31 Tahun Meninggal, Diduga Sarankan Berhenti Minum Obat
Kurang Minum Air Bisa Bikin Jantung Berdebar, Ini Penjelasannya
65 Kasus Influenza A Terdeteksi di Bandung, Dinkes Jabar Minta Warga Tak Panik
Kasus ILI dan ISPA di Kabupaten Bandung Melonjak, Dinkes Minta Warga Tak Panik
Farhan Tegaskan Fasilitas Kesehatan di Bandung Tak Boleh Tolak Pasien Bergejala Flu
Super Flu Ramai di Media Sosial, IGD Rumah Sakit di Bandung Dipadati Pasien
Influenza A Merebak, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya dari Flu Biasa
Penelitian Ungkap Berapa Kali Manusia Kentut dalam Sehari

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 14:00 WIB

ChatGPT Digugat Usai Wanita 31 Tahun Meninggal, Diduga Sarankan Berhenti Minum Obat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Kurang Minum Air Bisa Bikin Jantung Berdebar, Ini Penjelasannya

Minggu, 27 September 2026 - 12:00 WIB

65 Kasus Influenza A Terdeteksi di Bandung, Dinkes Jabar Minta Warga Tak Panik

Jumat, 25 September 2026 - 12:00 WIB

Kasus ILI dan ISPA di Kabupaten Bandung Melonjak, Dinkes Minta Warga Tak Panik

Rabu, 23 September 2026 - 15:00 WIB

Farhan Tegaskan Fasilitas Kesehatan di Bandung Tak Boleh Tolak Pasien Bergejala Flu

Berita Terbaru