Bibit Siklon 90S Picu Cuaca Ekstrem di Jawa Barat, Warga Diminta Siaga

Kamis, 5 Maret 2026 - 06:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Bibit Siklon (BMKG)

Ilustrasi Bibit Siklon (BMKG)

Bandung, Kabar Pajajaran – Bandung Raya diguyur hujan lebat disertai angin kencang pada Rabu (4/3/2026) siang. Kondisi cuaca ekstrem tersebut memicu peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Barat dalam beberapa hari ke depan.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan cuaca ekstrem yang terjadi dipengaruhi oleh sejumlah fenomena atmosfer yang memperkuat pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa Barat.

Menurutnya, saat ini terpantau adanya Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah. Meskipun tidak bergerak langsung menuju wilayah Indonesia, sistem tersebut tetap memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan curah hujan serta kecepatan angin di sejumlah daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur hingga Bali,” ujar Teguh, Rabu (4/3/2026).

Selain itu, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer frekuensi rendah juga terpantau aktif. Kondisi ini diperkuat oleh suhu muka laut yang hangat serta adanya daerah belokan angin yang mendukung pembentukan awan konvektif di wilayah Jawa Barat.

Angin Kencang Capai 31,5 Km/Jam

Data dari Stasiun Geofisika Bandung di Jalan Cemara menunjukkan, pada pukul 13.10 WIB wilayah Bandung Raya diguyur hujan dengan intensitas 17 milimeter per jam.

Sementara itu, kecepatan angin tercatat mencapai 31,5 kilometer per jam.

Menurut Teguh, intensitas hujan tersebut tergolong lebat dan berpotensi meningkatkan limpasan air di permukaan tanah yang dapat memicu genangan hingga banjir di sejumlah titik.

Waspada Bencana Hidrometeorologi

BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena kondisi atmosfer di Jawa Barat masih cukup labil.

Beberapa potensi bencana yang perlu diantisipasi antara lain:

Banjir dan genangan air

Tanah longsor di wilayah perbukitan atau lereng

Pohon tumbang akibat angin kencang

“Masyarakat diimbau tetap tenang namun siaga. Pantau terus informasi cuaca terkini dan ikuti arahan pemerintah daerah jika terjadi kondisi darurat,” kata Teguh.

Selain itu, warga juga diminta lebih berhati-hati saat merencanakan perjalanan karena cuaca dapat berubah secara cepat. ***(Chokie)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Air Tak Kunjung Surut, Muhammad Farhan Ungkap Penyebab Banjir Rancabolang–Derwati
Dedi Mulyadi Dorong Underpass Tol Pasteur, Pemprov Jabar Siapkan Solusi Atasi Macet Akhir Pekan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika: Bandung dan Sejumlah Kota di Jawa Barat Berpotensi Hujan Sepanjang Hari
Bandung Siap Upgrade Lampu Lalu Lintas Berbasis AI, Target Kurangi Kemacetan
Aksi Curanmor di Gedebage Bandung Digagalkan, Pelaku Sempat Lepaskan Tembakan
Rumah Sakit Hasan Sadikin Tegaskan Tak Ada Praktik Ilegal dalam Kasus Bayi Nyaris Tertukar
Siswi Terseret Arus Sungai di Banjaran Ditemukan Meninggal, Warga Sempat Berjuang Selamatkan Korban
Judul: Pemprov Jabar Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur dalam RKPD 2027

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 09:02 WIB

Air Tak Kunjung Surut, Muhammad Farhan Ungkap Penyebab Banjir Rancabolang–Derwati

Sabtu, 18 April 2026 - 08:50 WIB

Dedi Mulyadi Dorong Underpass Tol Pasteur, Pemprov Jabar Siapkan Solusi Atasi Macet Akhir Pekan

Sabtu, 18 April 2026 - 08:42 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika: Bandung dan Sejumlah Kota di Jawa Barat Berpotensi Hujan Sepanjang Hari

Jumat, 17 April 2026 - 22:34 WIB

Bandung Siap Upgrade Lampu Lalu Lintas Berbasis AI, Target Kurangi Kemacetan

Jumat, 17 April 2026 - 22:29 WIB

Aksi Curanmor di Gedebage Bandung Digagalkan, Pelaku Sempat Lepaskan Tembakan

Berita Terbaru