Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan meninjau kegiatan ekstrakurikuler e-sport di SMP Santa Yusuf, Kota Bandung, Rabu (4/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gibran melihat langsung antusiasme para siswa yang tengah mengikuti kegiatan e-sport, salah satunya permainan Mobile Legends, di aula sekolah.
Ia mendorong para siswa untuk terus mengembangkan minat dan kemampuan di bidang e-sport, bahkan berani mengikuti berbagai ajang kompetisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga: THR Belum Cair? Disnakertrans Jabar Buka Posko Pengaduan hingga 27 Maret
“Terus kembangkan, bukan hanya di ekskul tetapi juga berani ikut lombanya,” ujar Gibran.
Selain meninjau kegiatan e-sport, Gibran juga melihat berbagai karya siswa yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT). Beberapa di antaranya berupa maket perencanaan palang pintu kereta api otomatis hingga sistem lampu penerangan otomatis berbasis sensor.
Usai mengunjungi SMP Santa Yusuf, Gibran bersama Erwan Setiawan melanjutkan agenda peninjauan ke SMP Plus Muthahari serta Pondok Pesantren Baitul Arqom di Kabupaten Bandung.
Kepala Sekolah SMP Santa Yusuf, Markus Edy Sulisman, mengatakan kegiatan ekstrakurikuler e-sport telah berjalan selama dua tahun terakhir dan berhasil meraih berbagai prestasi dari sejumlah kompetisi.
Menurutnya, siswa SMP Santa Yusuf telah mengumpulkan berbagai piala dari kejuaraan e-sport di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
Baca juga: Kunjungi Ponpes Baitul Arqom, Wapres Gibran Dorong Santri Kuasai AI dan Robotik
“Banyak anak yang suka bermain game, maka hobi tersebut kami wadahi karena ini bagian dari talenta anak,” kata Markus.
Selain e-sport, sekolah tersebut juga mengembangkan kegiatan berbasis teknologi seperti Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) yang cukup diminati para siswa.
Salah satu karya siswa yang sempat viral adalah alat jemuran otomatis yang dilengkapi sensor sehingga dapat menutup sendiri saat hujan turun.
Humas SMP Santa Yusuf, Didit Triono, menjelaskan kegiatan tersebut bahkan telah menjadi bagian dari pembelajaran teknik informatika di sekolah dan menjadi salah satu syarat kelulusan siswa.
“Kami memberikan bimbingan kepada siswa mulai dari penentuan ide hingga hasil akhir. Tujuannya agar teknologi IoT dapat dimanfaatkan untuk mempermudah kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Salah satu siswa kelas IX, Satria, mengaku terinspirasi membuat maket palang pintu kereta api otomatis karena masih banyak perlintasan kereta tanpa penjagaan.
“Masih banyak jalur kereta api yang tidak dijaga, terutama di jalan kecil. Semoga karya ini bisa menginspirasi,” tuturnya.***(Radit)






