Kabupaten Bandung, Kabar Pajajaran – Raut kebahagiaan terpancar dari wajah Mak Enda, warga Kampung Pasirsari Lebak RT 02 RW 14, Desa Patrolsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Rumah yang telah lama ditempatinya kini akan direnovasi melalui program bedah rumah tidak layak huni (rutilahu) Polresta Bandung, Polda Jawa Barat.
Kabar tersebut disampaikan langsung Kapolresta Bandung, Kombes Aldi Subartono, saat mengunjungi kediaman Mak Enda pada Senin (23/2/2026). Ia memastikan rumah yang kondisinya memprihatinkan itu segera dibangun ulang.
“Rumahnya sangat memprihatinkan dan tidak layak huni. Kami membawa pesan dari Bapak Kapolda bahwa rumah Mak Enda akan dibedah dan dibangun,” ujar Aldi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Polresta Bandung menargetkan proses pembangunan rampung dalam waktu 10 hari. Renovasi akan dilakukan secara gotong royong bersama warga setempat, sementara seluruh material telah disiapkan pihak kepolisian.
Baca juga: Gubernur Dedi Mulyadi Resmi Larang Siswa Bawa Motor ke Sekolah
“Target 10 hari selesai. Kita bergotong royong dengan masyarakat, bahan sudah kami siapkan. InsyaAllah sebelum Lebaran, Mak Enda dan dua anaknya sudah bisa menempati rumah yang lebih layak,” katanya.
Aldi menambahkan, sepanjang 2025 pihaknya bersama Polsek Pameungpeuk telah merenovasi 14 rumah tidak layak huni. Pada 2026 ini, rumah Mak Enda menjadi titik ketiga program serupa.
Menurutnya, semangat Polri dalam program tersebut adalah membantu meringankan beban masyarakat dan meningkatkan taraf hidup. Rumah yang layak diharapkan berdampak pada kesehatan serta kualitas hidup penghuninya.
Baca juga: Pemprov Jabar Gerak Cepat, 12 Korban Dugaan Kekerasan di NTT Dipulangkan
Sementara itu, Mak Enda mengaku terharu dan bersyukur atas bantuan yang diberikan. Rumah yang ditempatinya sejak kecil merupakan warisan orang tuanya dan belum pernah direnovasi selama puluhan tahun.
Ia menuturkan, sebagai buruh tani dengan penghasilan tidak menentu, memperbaiki rumah secara mandiri bukan perkara mudah. Sehari-hari ia bekerja membersihkan rumput di kebun atau sawah milik orang lain jika ada yang membutuhkan jasanya. Jika tidak, ia mencari kayu bakar untuk bertahan hidup.
“Kalau ada yang menyuruh membersihkan rumput di sawah atau kebun, saya bekerja. Kalau tidak ada, paling mencari kayu bakar. Alhamdulillah kalau rumah ini direnovasi, mungkin keadaan saya tidak akan sesulit sekarang,” ujarnya penuh harap.***(Nalika)
















