Pemprov Jabar Gerak Cepat, 12 Korban Dugaan Kekerasan di NTT Dipulangkan

Selasa, 24 Februari 2026 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Foto Humas Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Foto Humas Jabar

Bandung, Kabar Pajajaran – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung menjemput warga Jawa Barat yang diduga menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM tiba di Maumere pada Senin (23/2/2026) untuk memastikan proses pemulangan para korban berjalan aman dan terkoordinasi.

12 Orang Dipulangkan, Satu Sudah Lebih Dulu Kembali

Sebanyak 12 warga Jawa Barat dijadwalkan dipulangkan dari Labuan Bajo menuju Jakarta pada Rabu (25/2/2026), sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandung. Satu orang lainnya telah lebih dulu meninggalkan NTT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para korban diketahui berasal dari Purwakarta, Cianjur, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat.

Akan Tinggal Sementara di Rumah Perlindungan

Setibanya di Bandung, para korban akan mendapatkan pendampingan dan perlindungan sementara di Rumah Perlindungan Sementara Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi fisik dan psikologis korban mendapatkan penanganan yang tepat.

Libatkan Aparat Penegak Hukum

Dalam penjemputan tersebut, KDM didampingi Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein. Ia juga melibatkan jajaran Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Polda Jabar.

Menurut KDM, kasus dugaan kekerasan dan pelecehan seksual tersebut akan ditindaklanjuti ke ranah hukum. Para korban akan menjadi saksi dalam proses penyelidikan.

“Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas,” ujar KDM, Senin (23/2/2026).

Dorong Lapangan Kerja di Jawa Barat

KDM berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Ia menekankan pentingnya membuka lebih banyak lapangan pekerjaan di Jawa Barat agar warga tidak terpaksa bekerja di luar daerah tanpa kejelasan.

“Jangan lagi ada warga Jabar yang pergi ke luar tanpa arah dan tujuan. Di Jabar akan diperbanyak lapangan pekerjaan,” katanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan pemulangan dan pendampingan korban menjadi prioritas, sekaligus mendorong penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan kasus tersebut. ***Anton

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Judul: Pemprov Jabar Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur dalam RKPD 2027
Heboh! Aplikasi Nyari Gawe Banjir 518 Ribu Lamaran, Warga Jawa Barat Serbu Lowongan Kerja
Pemprov Jabar dan Kementerian PKP Kick Off Renovasi 40 Ribu Rumah Warga
Kunjungan Kapolda Jabar Perkuat Sinergi dengan Pesantren di Majalengka
Dedi Mulyadi Akhirnya Buka Suara! Ini Alasan Sebenarnya Penataan Plaza Gedung Sate–Gasibu
Pemkab Majalengka Percepat Revitalisasi 323 Sekolah, Tunggu Persetujuan Pusat
Tol Getaci Mandek, Pemerintah Timbang Alihkan Fokus ke Bendungan Pengendali Banjir
Korlantas Siapkan Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik Pertama Berlaku Nasional 2026, Dedi Mulyadi: Momentum Besar Wajib Pajak

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 09:44 WIB

Judul: Pemprov Jabar Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur dalam RKPD 2027

Kamis, 16 April 2026 - 09:19 WIB

Heboh! Aplikasi Nyari Gawe Banjir 518 Ribu Lamaran, Warga Jawa Barat Serbu Lowongan Kerja

Kamis, 16 April 2026 - 09:10 WIB

Pemprov Jabar dan Kementerian PKP Kick Off Renovasi 40 Ribu Rumah Warga

Rabu, 15 April 2026 - 19:36 WIB

Kunjungan Kapolda Jabar Perkuat Sinergi dengan Pesantren di Majalengka

Rabu, 15 April 2026 - 17:45 WIB

Dedi Mulyadi Akhirnya Buka Suara! Ini Alasan Sebenarnya Penataan Plaza Gedung Sate–Gasibu

Berita Terbaru