Setiap RW di Bandung Kini Punya Petugas Sampah, Ini Cara Kerja Program Gaslah

Kamis, 29 Januari 2026 - 06:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kota Bandung mulai menerapkan strategi pengelolaan sampah berbasis lingkungan melalui program Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah atau Gaslah. Program Gaslah resmi diluncurkan di Alun-alun Ujungberung pada Senin, 26 Januari 2026. Peluncuran ini menandai dimulainya penempatan petugas Gaslah di seluruh wilayah Kota Bandung. Foto: inilahkoran.id

Pemerintah Kota Bandung mulai menerapkan strategi pengelolaan sampah berbasis lingkungan melalui program Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah atau Gaslah. Program Gaslah resmi diluncurkan di Alun-alun Ujungberung pada Senin, 26 Januari 2026. Peluncuran ini menandai dimulainya penempatan petugas Gaslah di seluruh wilayah Kota Bandung. Foto: inilahkoran.id

Bandung, Kabar Pajajaran – Pemerintah Kota Bandung mulai menerapkan strategi pengelolaan sampah berbasis lingkungan melalui program Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah atau Gaslah. Program ini menggunakan skema satu RW satu petugas untuk mendorong penyelesaian persoalan sampah dari tingkat paling dasar, yaitu rumah tangga.

Melalui skema tersebut, rumah tangga ditempatkan sebagai titik awal pengelolaan sampah. Pemerintah Kota Bandung menilai pemilahan sejak dari sumber menjadi kunci agar beban pengelolaan sampah tidak terus menumpuk di hilir.

Program Gaslah resmi diluncurkan di Alun-alun Ujungberung pada Senin, 26 Januari 2026. Peluncuran ini menandai dimulainya penempatan petugas Gaslah di seluruh wilayah Kota Bandung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Menteri LH Soroti Sampah Pasar Caringin: Pengelola Wajib Bereskan, Sanksi Menanti

Sebanyak 1.596 petugas direkrut untuk mendukung program tersebut. Ribuan petugas itu akan ditempatkan di setiap RW di Kota Bandung guna memastikan pemilahan sampah dilakukan langsung dari pintu rumah warga.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan, strategi ini dipilih agar pengelolaan sampah tidak lagi bertumpu pada proses pengangkutan dan pembuangan akhir. Menurutnya, pengendalian sampah harus dimulai dari sumbernya.

Dalam pelaksanaannya, petugas Gaslah bertugas mendatangi rumah-rumah warga setiap pagi. Mereka memastikan sampah telah dipilah antara sampah organik dan non-organik sebelum dilakukan penanganan lebih lanjut.

Farhan menyampaikan, sampah organik yang sudah dipilah akan dibawa oleh petugas untuk diolah di titik-titik pengolahan yang telah ditentukan di tingkat kelurahan. Sementara itu, sampah non-organik tetap dikelola melalui sistem pengangkutan yang sudah berjalan selama ini.

Baca juga: Dukung Evakuasi Korban Longsor Pasirlangu, Pemprov Jabar Terapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Ia menegaskan, peran petugas Gaslah tidak hanya sebatas memastikan pemilahan sampah. Lebih dari itu, petugas juga berperan sebagai penggerak edukasi agar kesadaran memilah sampah tumbuh di tengah masyarakat.

Menurut Farhan, melalui pendekatan langsung di tingkat RW, diharapkan pengelolaan sampah dapat diselesaikan di lingkungan masing-masing. Dengan begitu, volume sampah yang harus dibawa ke TPS dan TPA bisa ditekan.

Penerapan program Gaslah dinilai semakin penting di tengah kondisi Tempat Pembuangan Akhir Sarimukti yang saat ini berada dalam status sangat kritis. Kondisi tersebut telah menjadi perhatian Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Di sisi lain, Kota Bandung setiap hari menghasilkan sekitar 1.500 ton sampah. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 hingga 40 persen merupakan sampah organik yang sebenarnya dapat diolah sejak dari sumbernya.

Baca juga: KDM: Warga di Lokasi Longsor Kabupaten Bandung Barat Akan Direlokasi

Tanpa pemilahan sejak rumah tangga, sampah organik berpotensi terus menambah beban pengelolaan di Tempat Penampungan Sementara maupun TPA. Kondisi ini dinilai dapat mempercepat krisis pengelolaan sampah di wilayah perkotaan.

Melalui skema satu RW satu petugas, Pemerintah Kota Bandung menargetkan pengelolaan sampah dapat berjalan lebih merata di seluruh wilayah kota. Program ini juga diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga sehari-hari.***(Nalika)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Rumah Sakit Hasan Sadikin Tegaskan Tak Ada Praktik Ilegal dalam Kasus Bayi Nyaris Tertukar
Siswi Terseret Arus Sungai di Banjaran Ditemukan Meninggal, Warga Sempat Berjuang Selamatkan Korban
Pemprov Jabar dan Kementerian PKP Kick Off Renovasi 40 Ribu Rumah Warga
Derwati Masih Tergenang, Aktivitas Sekolah dan Pedagang Terganggu
Dedi Mulyadi Akhirnya Buka Suara! Ini Alasan Sebenarnya Penataan Plaza Gedung Sate–Gasibu
Pemkot Bandung Gencarkan Operasi Gabungan, Parkir Liar di Pusat Kota Disapu Bersih
Revitalisasi Kawasan Gedung Sate Dimulai, Pemprov Jabar Targetkan Ruang Publik Terpadu Rampung Agustus 2026
Gedebage hingga Cibiru Diguyur Hujan Es, BMKG: Dampak Awan Cumulonimbus

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 12:06 WIB

Rumah Sakit Hasan Sadikin Tegaskan Tak Ada Praktik Ilegal dalam Kasus Bayi Nyaris Tertukar

Kamis, 16 April 2026 - 11:27 WIB

Siswi Terseret Arus Sungai di Banjaran Ditemukan Meninggal, Warga Sempat Berjuang Selamatkan Korban

Kamis, 16 April 2026 - 09:10 WIB

Pemprov Jabar dan Kementerian PKP Kick Off Renovasi 40 Ribu Rumah Warga

Rabu, 15 April 2026 - 20:44 WIB

Derwati Masih Tergenang, Aktivitas Sekolah dan Pedagang Terganggu

Rabu, 15 April 2026 - 17:45 WIB

Dedi Mulyadi Akhirnya Buka Suara! Ini Alasan Sebenarnya Penataan Plaza Gedung Sate–Gasibu

Berita Terbaru