Relawan Evakuasi Longsor Cisarua Dibekali Suntik Tetanus, Dinkes Jabar Siapkan RS Rujukan

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Relawan evakuasi korban longsor Cisarua mendapat suntik tetanus dari Dinkes Jawa Barat untuk menjaga keselamatan dan kesehatan selama proses pencarian. Foto: Humas Jabar

Relawan evakuasi korban longsor Cisarua mendapat suntik tetanus dari Dinkes Jawa Barat untuk menjaga keselamatan dan kesehatan selama proses pencarian. Foto: Humas Jabar

Bandung Barat, Kabar Pajajaran – Kesehatan para relawan yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, mendapat perhatian khusus dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat.

Sebagai langkah antisipasi gangguan kesehatan, Dinkes Jabar membekali para relawan dengan suntik anti tetanus. Upaya ini dilakukan untuk mencegah risiko infeksi apabila relawan mengalami luka akibat benda tajam atau material berbahaya saat bertugas di lokasi bencana.

Kepala Dinkes Jawa Barat, dr Raden Vini Adiani Dewi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan stok anti tetanus dalam jumlah cukup bagi para relawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menyiapkan anti tetanus ini banyak. Jadi jangan khawatir bagi relawan yang akan disuntik anti tetanus, kita siap,” ujar Vini, Rabu (28/1/2026).

Selain pemberian suntik tetanus, Dinkes Jabar juga telah mengirimkan tim kesehatan ke lapangan serta menyiapkan Fasilitas Kesehatan Tingkat Rujukan Lanjut (FKTRL) untuk menangani kasus kegawatdaruratan.

Sejumlah rumah sakit telah ditetapkan sebagai rujukan, di antaranya RSUD Cibabat dan RS Dustira di Kota Cimahi, RSUD Lembang Kabupaten Bandung Barat, serta RSUD Welas Asih Baleendah.

“Kita juga melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan posko kesehatan, sekaligus memberikan penyuluhan kepada para pengungsi terkait menjaga kesehatan selama masa bencana,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Dinkes Jabar turut membantu tim Disaster Victim Identification (DVI) dalam proses identifikasi korban dengan menyiapkan berbagai perlengkapan pendukung, seperti peti jenazah dan freezer jenazah.

“Apa yang kami lakukan diharapkan dapat membantu memperlancar dan mempercepat proses penanggulangan bencana,” pungkas Vini. ***Anton

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Alun-alun Bandung Dibuka 17 Agustus 2026, Ada Pesta Rakyat Mulai Pukul 10.00 WIB
20.500 Narapidana di Jawa Barat Dapat Remisi HUT ke-81 RI, 303 Kasus Korupsi
Bukan Hasil Instan! TBI Team Bandung Bawa Pulang 18 Medali dari West Java Open 2026
Warga Melong Cimahi Ramai-ramai Jual Rumah, Protes Dampak Pabrik Cokelat
Mahasiswa Mabuk Tabrak Polisi hingga Tewas di Bandung, Dua Prajurit TNI Ada di Dalam Mobil
PPPK Bandung Barat Kembali Disorot, Diduga Main Padel Saat WFH
KAI Daop 2 Bandung Kembalikan Operasional Kereta Normal Usai Gempa Pangandaran
Pemkot Bandung Siapkan 100 Truk Sampah untuk Operasional TPPAS Legok Nangka pada 2029

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Alun-alun Bandung Dibuka 17 Agustus 2026, Ada Pesta Rakyat Mulai Pukul 10.00 WIB

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:06 WIB

20.500 Narapidana di Jawa Barat Dapat Remisi HUT ke-81 RI, 303 Kasus Korupsi

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:29 WIB

Bukan Hasil Instan! TBI Team Bandung Bawa Pulang 18 Medali dari West Java Open 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Mahasiswa Mabuk Tabrak Polisi hingga Tewas di Bandung, Dua Prajurit TNI Ada di Dalam Mobil

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:00 WIB

PPPK Bandung Barat Kembali Disorot, Diduga Main Padel Saat WFH

Berita Terbaru