Bandung Barat, Kabar Pajajaran – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di tiga sekolah yang berada di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tetap berjalan meski diberlakukan sistem dalam jaringan (daring) akibat bencana longsor.
Seluruh siswa terdampak masih dapat mengikuti pembelajaran daring di SD Pasirlangu, SD Karya Bhakti, dan SD Cinta Bhakti. Saat ini, bangunan ketiga sekolah tersebut digunakan sebagai posko pengungsian.
“Mulai hari Senin saya sudah memberikan arahan kepada kepala sekolah dan guru agar proses belajar mengajar tidak terganggu dengan menerapkan sistem daring,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) KBB, Asep Dendih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Asep, penggunaan gedung sekolah sebagai posko pengungsi menjadi salah satu alasan diterapkannya KBM secara online. Ia optimistis proses pembelajaran tetap berjalan lancar, mengingat pengalaman serupa saat pandemi Covid-19.
Khusus bagi siswa yang terdampak langsung bencana, Disdik KBB juga memberikan materi pembelajaran berbasis trauma healing. Program ini tidak hanya diberikan kepada peserta didik, tetapi juga kepada para tenaga pendidik yang terdampak.
Pelaksanaan trauma healing dilakukan melalui koordinasi dengan kementerian terkait serta DP3AKB Kabupaten Bandung Barat.
“Trauma healing ini bukan hanya untuk siswa, tetapi juga untuk guru melalui edukasi, agar mereka bisa tabah menghadapi bencana hebat ini,” katanya.
Sedikitnya terdapat 280 siswa dari tiga SD di Desa Pasirlangu yang saat ini mengikuti KBM secara daring sambil menunggu keputusan terkait keamanan lokasi untuk kembali menggunakan gedung sekolah sebagai sarana belajar normal.
“Saya terus berkoordinasi dengan BPBD dan instansi lainnya. Nanti akan ada informasi resmi ketika kondisi sudah dinyatakan aman bagi wilayah terdampak bencana,” ujarnya.
Dalam peristiwa longsor tersebut, dua siswi SD Karya Bhakti dilaporkan meninggal dunia. Sementara dari unsur tenaga pengajar dipastikan tidak ada korban jiwa.
Asep menambahkan, keluarga kedua korban telah mendapat kunjungan dari kementerian terkait, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga Disdik KBB, serta telah menerima santunan.
“Kementerian juga sudah melihat kondisi sekolah. Ke depan bisa berkolaborasi dalam pembangunan dan pembenahan sekolah agar lebih layak digunakan untuk KBM,” sambungnya.
Ia pun mengimbau seluruh sekolah di Kabupaten Bandung Barat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi terkini, termasuk kondisi cuaca, serta mengutamakan kesehatan dan keselamatan seluruh warga sekolah. ***Anton
















