Duka di Lereng Burangrang, 4 Prajurit Marinir Gugur, 19 Rekan Masih Dicari

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Operasi pencarian yang dilakukan Tim SAR gabungan dalam menemukan korban hilang di Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Selasa (26/3) (BPBD Kabupaten Bandung Barat)

Foto : Operasi pencarian yang dilakukan Tim SAR gabungan dalam menemukan korban hilang di Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Selasa (26/3) (BPBD Kabupaten Bandung Barat)

Bandung Barat, Kabar Pajajaran — Bencana longsor di lereng Gunung Burangrang, tepatnya di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menimpa puluhan prajurit Korps Marinir TNI AL yang tengah menjalani latihan.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan, hingga Selasa (27/1/2026), dari total 23 prajurit yang terdampak, empat personel telah ditemukan dalam kondisi gugur. Sementara itu, 19 prajurit lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan.

KSAL menjelaskan, seluruh prajurit tersebut merupakan bagian dari Prasatgas Gobang 7 yang sedang melaksanakan Latihan Pra-Tugas di wilayah Cisarua. Latihan ini merupakan persiapan akhir sebelum mereka diberangkatkan untuk menjalankan misi Pengamanan Perbatasan RI–Papua Nugini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa longsor terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, sekitar pukul 03.00 WIB, setelah kawasan tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama dua malam berturut-turut. Usai kejadian, komunikasi dengan tim latihan di lokasi sempat terputus total.

Proses evakuasi hingga kini masih menghadapi kendala medan. Akses menuju titik longsor tergolong sempit, sementara kondisi tanah masih labil dan berlumpur, sehingga alat berat belum dapat sepenuhnya menjangkau lokasi utama pencarian.

Untuk mempercepat proses evakuasi, TNI AL bersama Basarnas mengerahkan sejumlah teknologi, di antaranya drone dengan pemindai termal, anjing pelacak (K9), serta Ground Penetrating Radar (GPR) guna mendeteksi keberadaan korban di bawah timbunan material longsor.

“Mereka adalah prajurit terbaik yang sedang berlatih untuk negara. Kami tidak akan berhenti hingga seluruh personel ditemukan,” ujar Laksamana TNI Muhammad Ali.

Hingga kini, tim gabungan masih berjibaku di lapangan dengan dukungan berbagai unsur, termasuk relawan dan pemerintah daerah. Masyarakat pun diajak untuk turut mendoakan kelancaran proses pencarian serta keselamatan seluruh personel yang terlibat dalam operasi evakuasi. ***Anton

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dedi Mulyadi Ingatkan Warga Jabar Hindari Judol dan Pinjol, Ini Alasannya
Mobil Tabrak Pohon dan Kursi Taman di Jalan Banceuy Bandung, Tiga Orang Luka
Musim Hujan Tiba, BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor
Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 12:00 WIB

Dedi Mulyadi Ingatkan Warga Jabar Hindari Judol dan Pinjol, Ini Alasannya

Kamis, 5 November 2026 - 10:00 WIB

Mobil Tabrak Pohon dan Kursi Taman di Jalan Banceuy Bandung, Tiga Orang Luka

Kamis, 5 November 2026 - 09:00 WIB

Musim Hujan Tiba, BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor

Kamis, 5 November 2026 - 08:20 WIB

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan

Rabu, 4 November 2026 - 12:00 WIB

WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat

Berita Terbaru