Tak Sekadar Penghargaan, Gapura Pancawaluya Jadi Mesin Perubahan Karakter Pendidikan Jabar

Minggu, 4 Januari 2026 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anugerah Gapura Pancawaluya 2025 dirancang sebagai instrumen kebijakan untuk mempercepat transformasi pendidikan karakter secara menyeluruh di Jawa Barat. Foto: Humas Jabar

Anugerah Gapura Pancawaluya 2025 dirancang sebagai instrumen kebijakan untuk mempercepat transformasi pendidikan karakter secara menyeluruh di Jawa Barat. Foto: Humas Jabar

Kota Bandung, Kabar Pajajaran — Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa Anugerah Gapura Pancawaluya 2025 bukan sekadar agenda seremonial, melainkan dirancang sebagai instrumen kebijakan untuk mempercepat transformasi pendidikan karakter secara menyeluruh di Jawa Barat.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Purwanto menyampaikan, penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi produktif bagi satuan pendidikan yang konsisten menanamkan nilai-nilai karakter dasar dalam ekosistem sekolah.

“Gapura Pancawaluya kami posisikan sebagai motor penggerak budaya sekolah. Penghargaan ini menjadi insentif agar satuan pendidikan terus meningkatkan kualitas lingkungan belajar dan pembinaan karakter peserta didik,” ujar Purwanto di Bandung, Kamis (1/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Gubernur Jabar Terbitkan Surat Edaran Kesiapsiagaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Penguatan Karakter yang Berkelanjutan
Purwanto menekankan pentingnya keterlibatan seluruh jenjang pendidikan, termasuk pendidikan dasar, dalam menjaga kesinambungan nilai. Meski secara struktural SD dan SMP berada di bawah kewenangan kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki peran strategis dalam pembinaan dan sinkronisasi kebijakan nilai karakter.
Kebijakan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Nomor 45/PK.03.03/KESRA tentang 9 Langkah Pembangunan Pendidikan Jawa Barat Menuju Terwujudnya Gapura Panca Waluya, serta diperkuat oleh Perda Nomor 5 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.

“Provinsi menjalankan fungsi orkestrasi agar nilai Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer tidak terputus, dari jenjang dasar hingga menengah, baik di bawah Disdik maupun Kemenag,” jelasnya.

Tahapan Panjang dan Terukur
Menjawab anggapan bahwa proses Anugerah Gapura Pancawaluya berlangsung instan, Disdik Jabar memastikan seluruh tahapan telah dilaksanakan secara sistematis sejak pertengahan 2025.

Baca juga: Pasca Perusakan, Perkebunan Teh Pangalengan Mulai Direhabilitasi

Rangkaian tersebut meliputi sosialisasi masif ke seluruh kabupaten/kota, pendaftaran dan verifikasi administrasi, hingga penilaian berlapis yang menitikberatkan pada konsistensi praktik pendidikan karakter di lapangan. Puncak penganugerahan dilaksanakan pada 30 Desember 2025.
“Yang kami nilai bukan tampilan sesaat, melainkan praktik baik pendidikan karakter yang telah berjalan dan membudaya di satuan pendidikan,” tegas Purwanto.

Terbuka terhadap Evaluasi
Pemda Provinsi Jawa Barat juga menyampaikan apresiasi atas pengawasan dan masukan dari DPRD Jawa Barat. Disdik Jabar memandang kritik sebagai bagian dari mekanisme evaluasi kebijakan publik yang sehat dan konstruktif.
“Kami memiliki visi yang sama tentang pentingnya nilai Pancawaluya. Ruang dialog akan terus dibuka agar kebijakan ini semakin tepat sasaran, transparan, dan berdampak luas bagi pendidikan di Jawa Barat,” pungkasnya.*** (Radit)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sekda Herman Dorong Tradisi Mendongeng untuk Cetak Generasi Unggul Indonesia Emas 2045
DBH Jabar Baru Cair Rp19 Miliar, Pemprov Siapkan Pinjaman Rp3,4 Triliun untuk Jaga Pembangunan
20.500 Narapidana di Jawa Barat Dapat Remisi HUT ke-81 RI, 303 Kasus Korupsi
450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, 8,7 Juta Liter Air Bersih Didistribusikan
Ketua PKK Jabar Tekankan Peran UMKM dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga
Kirab Merah Putih di Bogor, Sekda Jabar: Perjuangan Kini Harus Turunkan Kemiskinan
WFH ASN Jawa Barat Berlanjut, Dedi Mulyadi Utamakan Hasil Kerja Dibanding Kehadiran di Kantor
Jawa Barat Catat PHK Tertinggi di Indonesia, Buruh Garmen Cimahi Jadi Korban Terbaru

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Sekda Herman Dorong Tradisi Mendongeng untuk Cetak Generasi Unggul Indonesia Emas 2045

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:00 WIB

DBH Jabar Baru Cair Rp19 Miliar, Pemprov Siapkan Pinjaman Rp3,4 Triliun untuk Jaga Pembangunan

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:06 WIB

20.500 Narapidana di Jawa Barat Dapat Remisi HUT ke-81 RI, 303 Kasus Korupsi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:00 WIB

450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, 8,7 Juta Liter Air Bersih Didistribusikan

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Ketua PKK Jabar Tekankan Peran UMKM dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga

Berita Terbaru