Pasca Perusakan, Perkebunan Teh Pangalengan Mulai Direhabilitasi

Rabu, 17 Desember 2025 - 05:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KDM bersama Bupati Bandung Dadang Supriatna menghijaukan kembali perkebunan teh di Pangalengan, Selasa (16/12/2025). Foto: Diskominfo Kab. Bandung

KDM bersama Bupati Bandung Dadang Supriatna menghijaukan kembali perkebunan teh di Pangalengan, Selasa (16/12/2025). Foto: Diskominfo Kab. Bandung

Kabupaten Bandung, Kabar Pajajaran — Perkebunan teh di Pangalengan, Kabupaten Bandung, yang sempat menjadi sorotan akibat aksi perusakan oleh kelompok tak bertanggung jawab, kini mulai dipulihkan. Upaya penghijauan kembali dilakukan melalui kegiatan reboisasi dengan penanaman tanaman teh di Perkebunan Teh Afdeling Kertamanah PTPN I, Kecamatan Pangalengan, Selasa (16/12/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bandung Dadang Supriatna serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM. Turut hadir Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus mantan Bupati Bandung, Dadang Naser, yang meninjau langsung lokasi penghijauan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan rencana lanjutan berupa penghijauan kawasan hutan yang sulit dijangkau dengan kendaraan darat. Upaya tersebut akan dilakukan dengan menebarkan bibit tanaman perkayuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami telah menyiapkan satu truk bibit tanaman kayu, seperti kaliandra, untuk wilayah hulu yang rawan dan sulit dijangkau,” ujar Dadang.

Ia menjelaskan, untuk menjangkau area hutan yang tidak memungkinkan dilakukan penanaman secara manual, proses penebaran bibit akan memanfaatkan pesawat udara. Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Bandung akan melibatkan TNI Angkatan Udara.

“Kami akan berkoordinasi dengan TNI AU, mulai dari penentuan titik lokasi penghijauan hingga jenis pesawat yang akan digunakan,” jelasnya.

Menurut Dadang, lokasi penanaman akan ditetapkan setelah dilakukan pembahasan lebih lanjut bersama Komandan Lanud Sulaiman, mengingat sarana udara yang digunakan berasal dari fasilitas pangkalan tersebut.

Sebelum pelaksanaan reboisasi secara luas, pemetaan wilayah sasaran akan dilakukan terlebih dahulu oleh Pemerintah Kabupaten Bandung bersama PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Langkah ini dilakukan agar kegiatan penghijauan tepat sasaran dan berjalan efektif.

Dadang menegaskan bahwa pelaksanaan instruksi Gubernur Jawa Barat tersebut akan dilakukan dengan penuh kehati-hatian, terutama terkait potensi dampak terhadap lahan pertanian milik warga.

“Kami pastikan masyarakat yang lahan pertaniannya terdampak tetap memiliki sumber penghasilan,” katanya.

Sementara itu, Kepala PTPN I Regional 2, Desmanto, menyampaikan bahwa total luas kawasan hutan yang menjadi target reboisasi mencapai sekitar 6.000 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.500 hektare telah mengalami alih fungsi menjadi lahan pertanian.

Menurut Desmanto, perubahan fungsi lahan tersebut berpotensi besar memicu bencana alam seperti longsor dan banjir. Oleh karena itu, PTPN siap bekerja sama untuk mengembalikan kawasan berisiko tersebut ke fungsi semula melalui penanaman tanaman komoditas.

“Kami siap berkolaborasi untuk menanami kembali area ini dengan tanaman seperti teh, kina, kopi, dan tanaman tahunan lainnya sebagai bagian dari konservasi lahan,” ujar Desmanto.

Ia menambahkan, tanaman perkebunan dan pepohonan tersebut memiliki sistem perakaran yang kuat dan dalam, sehingga mampu mengikat tanah serta menyerap air secara optimal. Dengan demikian, langkah ini diyakini efektif untuk mengurangi risiko longsor dan banjir di kawasan Pangalengan.*** (Radit)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

KAI Daop 2 Bandung Kembalikan Operasional Kereta Normal Usai Gempa Pangandaran
Pemkot Bandung Siapkan 100 Truk Sampah untuk Operasional TPPAS Legok Nangka pada 2029
WFH ASN Jawa Barat Berlanjut, Dedi Mulyadi Utamakan Hasil Kerja Dibanding Kehadiran di Kantor
Kecelakaan Beruntun di Ciwidey, Truk Batu Bara Mundur Akibat Patah As Tabrak Lima Kendaraan
Jawa Barat Catat PHK Tertinggi di Indonesia, Buruh Garmen Cimahi Jadi Korban Terbaru
Pemkot Bandung Wajibkan Warga Pilah Sampah Sebelum TPPAS Legok Nangka Beroperasi
Dedi Mulyadi Restrukturisasi BUMD Jabar, Perusahaan Tak Produktif Terancam Ditutup
Dedi Mulyadi Tegur Wali Kota Cimahi soal Maraknya Tramadol, Minta Segera Ditindak

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:00 WIB

KAI Daop 2 Bandung Kembalikan Operasional Kereta Normal Usai Gempa Pangandaran

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Pemkot Bandung Siapkan 100 Truk Sampah untuk Operasional TPPAS Legok Nangka pada 2029

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:01 WIB

WFH ASN Jawa Barat Berlanjut, Dedi Mulyadi Utamakan Hasil Kerja Dibanding Kehadiran di Kantor

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Kecelakaan Beruntun di Ciwidey, Truk Batu Bara Mundur Akibat Patah As Tabrak Lima Kendaraan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Jawa Barat Catat PHK Tertinggi di Indonesia, Buruh Garmen Cimahi Jadi Korban Terbaru

Berita Terbaru