Kota Bandung, Kabar Pajajaran — Tingginya minat wisatawan menikmati libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berdampak langsung pada lonjakan pengguna Bandung Tour on Bus (Bandros). Kondisi tersebut dipicu oleh momen libur panjang yang bertepatan dengan libur sekolah, seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bandung, Yudhiana Ardisoma, mengatakan antusiasme wisatawan terhadap layanan Bandros sudah diantisipasi sejak awal dengan mengerahkan seluruh armada yang tersedia.
“Lonjakan penumpang Bandros ini memang sudah kami prediksi. Untuk itu, seluruh armada kami operasikan, termasuk armada cadangan,” ujar Yudhiana saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Sabtu (3/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga: Laporan Akhir Tahun Polres Cimahi: Kasus Kejahatan Naik 10,57 Persen Sepanjang 2025
Tak hanya mengerahkan armada, Dishub Kota Bandung juga mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada, termasuk dengan melakukan penyesuaian dan penambahan jam operasional selama periode libur Nataru.
Menurut Yudhiana, tingginya permintaan wisata Bandros juga menghadirkan sejumlah tantangan di lapangan. Salah satunya adalah keterbatasan fasilitas antrean bagi wisatawan serta perlunya koordinasi lebih intensif dengan pihak-pihak terkait di titik pemberangkatan.
“Masih ada wisatawan yang belum terlayani karena permintaannya sangat tinggi. Kami menerima langsung masukan dari pengunjung, dan ini menjadi bahan evaluasi bagi kami,” katanya.
Dari masukan tersebut, Dishub Kota Bandung mulai mempertimbangkan rencana penambahan armada Bandros ke depan. Meski demikian, Yudhiana menyebut jumlah armada tambahan tersebut masih dalam tahap kajian.
Baca juga: Tak Sekadar Penghargaan, Gapura Pancawaluya Jadi Mesin Perubahan Karakter Pendidikan Jabar
Ia berharap ke depan ketersediaan armada dan SDM Bandros dapat terus ditingkatkan, sekaligus memperluas jangkauan titik pemberangkatan. Saat ini, salah satu titik keberangkatan Bandros telah tersedia di Graha Persib, Jalan Sulanjana, yang dinilai cukup strategis.
Yudhiana juga mengimbau wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung untuk memanfaatkan Bandros sebagai sarana wisata kota, sehingga dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan membantu kelancaran lalu lintas.
“Dengan tiket cukup Rp20 ribu, wisatawan sudah bisa menikmati perjalanan ke berbagai kawasan dan bangunan bersejarah di Kota Bandung dengan nyaman,” pungkasnya.*** (Nalika)





