Sidang Kasus Chromebook Berlanjut, Jaksa Kembali Hadirkan Saksi untuk Nadiem Makarim

Senin, 9 Februari 2026 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Nadiem Makarim
Copyright by World Economic Forum / Sikarin Thanachaiary /Wikipedia

Foto Nadiem Makarim Copyright by World Economic Forum / Sikarin Thanachaiary /Wikipedia

Jakarta, Kabar Pajajaran – Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kembali menggelar sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook yang menjerat mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, Senin (9/2/2026).

Berdasarkan data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Pusat, agenda persidangan hari ini adalah pemeriksaan saksi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam persidangan sebelumnya, jaksa telah menghadirkan sejumlah saksi dari lingkungan Kemendikbudristek, khususnya pejabat yang terlibat langsung dalam proses teknis dan administratif pengadaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada sidang Senin (2/2/2026), tiga mantan pejabat kementerian memberikan keterangan di hadapan majelis hakim. Mereka adalah mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat SMP Harnowo Susanto, mantan PPK Direktorat SMA Dhany Hamidan Khoir, serta Suhartono Arham.

Para saksi menjelaskan tahapan pengadaan perangkat Chromebook, mulai dari penyusunan kajian kebutuhan hingga mekanisme pemilihan produk. Dalam persidangan tersebut, saksi juga mengungkap adanya penerimaan sejumlah uang yang berkaitan dengan proses pengadaan, baik selama maupun setelah kegiatan berlangsung.

Kerugian Negara Rp 2,1 Triliun

Dalam surat dakwaan, jaksa menyebut perbuatan para terdakwa telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 2,1 triliun. Nadiem Makarim didakwa memperkaya diri sendiri sebesar Rp 809 miliar, yang disebut berasal dari investasi Google ke Gojek atau PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB).

Jaksa menilai Nadiem menyalahgunakan kewenangannya dengan mengarahkan kebijakan pengadaan TIK di lingkungan Kemendikbudristek sehingga menguntungkan satu pihak, yakni Google, melalui penggunaan perangkat berbasis sistem operasi Chrome.

Perbuatan tersebut diduga dilakukan bersama tiga terdakwa lain, yakni Ibrahim Arief selaku mantan konsultan teknologi Kemendikbudristek, Mulyatsyah yang menjabat Direktur SMP sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada periode 2020–2021, serta Sri Wahyuningsih, Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek periode 2020–2021 yang juga berstatus KPA.

Atas perbuatannya, para terdakwa didakwa melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, serta Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). ***Anton

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Perselisihan Satpam dan Pengemudi Alphard di Bundaran HI Berakhir Damai, Propam Tetap Dalami Kasus
Kopdes Merah Putih Banyuwangi Luncurkan Radio Streaming untuk Perkuat Layanan Informasi
KPK Ungkap Kronologi Penitipan Penahanan Febrie Adriansyah di Rutan Gedung Merah Putih
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,6 Persen, Menkeu Purbaya Sebut APBN Semester I-2026 Makin Solid
Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN, Gantikan Nanik S Deyang
Kabar Mengejutkan! Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur, Istana Akhirnya Buka Suara
Pembangunan IKN Berlanjut, Basuki Usulkan Anggaran Tambahan Rp2,7 Triliun
Banyak Warga Panik Isi BBM, Pertamina Beri Penjelasan Mengejutkan soal Stok

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:00 WIB

Perselisihan Satpam dan Pengemudi Alphard di Bundaran HI Berakhir Damai, Propam Tetap Dalami Kasus

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:00 WIB

Kopdes Merah Putih Banyuwangi Luncurkan Radio Streaming untuk Perkuat Layanan Informasi

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:00 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,6 Persen, Menkeu Purbaya Sebut APBN Semester I-2026 Makin Solid

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:21 WIB

Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN, Gantikan Nanik S Deyang

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:32 WIB

Kabar Mengejutkan! Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur, Istana Akhirnya Buka Suara

Berita Terbaru