Prabowo Bongkar Masalah BUMN: 1.040 Entitas Sulit Dikelola, Kini Disatukan dalam Danantara

Kamis, 5 Februari 2026 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mulai melakukan reformasi besar-besaran terhadap pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Foto : Youtube Sekretariat Presiden

Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mulai melakukan reformasi besar-besaran terhadap pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Foto : Youtube Sekretariat Presiden

Bogor, Kabar Pajajaran – Presiden Prabowo Subianto menunjukkan sikap tegas terhadap para mantan pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai gagal mengelola perusahaan secara bertanggung jawab.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Prabowo secara terbuka memperingatkan para eks pimpinan BUMN agar tidak merasa aman dari jerat hukum.

“Saya katakan, pimpinan-pimpinan BUMN yang dulu harus bertanggung jawab. Jangan enak-enak kau, siap-siap kau dipanggil kejaksaan,” tegas Prabowo di hadapan peserta rakornas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Prabowo, persoalan utama BUMN selama ini adalah lemahnya tata kelola serta kebocoran anggaran yang terjadi akibat sistem pengelolaan yang terfragmentasi dan tidak efisien.

Sebagai langkah perombakan besar, pemerintah membentuk Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang berfungsi sebagai sovereign wealth fund Indonesia. Melalui lembaga ini, seluruh aset BUMN dihimpun dalam satu manajemen terpadu.

“Saya telah menghimpun semua kekuatan dalam satu manajemen, satu pengelolaan yang nilainya US$ 1.040 miliar asset under management,” ujar Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Prabowo menilai pengelolaan BUMN selama ini tidak optimal karena perusahaan-perusahaan negara berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi kuat. Total sekitar 1.040 entitas BUMN dinilai mustahil dikelola efektif tanpa sistem pengawasan terpusat.

“Bayangkan, siapa yang bisa mengelola seribu perusahaan? Ini akal-akalan,” pungkasnya. ***Anton

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BREAKING NEWS : Prabowo Ambil Keputusan Tegas! Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP
Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal, Isu Bintang Empat Ikut Mencuat
Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Berujung Pencopotan Kapolres, Ini Kronologi Lengkapnya
PPN Pembalut 11 Persen Disorot DPR, Anis Byarwati Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, RDTR Terintegrasi OSS Capai 576 dan Target LP2B Tembus 87,93%
Kejati Jabar Tahan Wabup Indramayu Syaefudin dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Status Masih Siaga Level III

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 09:06 WIB

Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret

Selasa, 3 November 2026 - 16:02 WIB

Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal, Isu Bintang Empat Ikut Mencuat

Selasa, 3 November 2026 - 10:18 WIB

Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Berujung Pencopotan Kapolres, Ini Kronologi Lengkapnya

Senin, 2 November 2026 - 20:00 WIB

PPN Pembalut 11 Persen Disorot DPR, Anis Byarwati Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, RDTR Terintegrasi OSS Capai 576 dan Target LP2B Tembus 87,93%

Berita Terbaru