Kota Cimahi, Kabar Pajajaran – Kota Cimahi menorehkan prestasi membanggakan dalam upaya kesiapsiagaan bencana tingkat provinsi. Berdasarkan hasil perhitungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kota Cimahi berhasil menempati peringkat kedua di Jawa Barat untuk Indeks Ketahanan Daerah (IKD). Dengan raihan skor 0,78, Cimahi hanya terpaut tipis di bawah Kota Cirebon yang menempati posisi pertama.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, menjelaskan bahwa capaian IKD ini merupakan hasil dari berbagai indikator penilaian yang komprehensif. Penilaian tersebut mencakup cakupan sosialisasi kepada masyarakat (mulai dari siswa sekolah hingga lansia), pemasangan petunjuk jalur evakuasi di instansi pemerintah dan entitas lainnya, hingga keterlibatan sektor industri atau pabrik dalam program mitigasi.
“Indikator ini dirumuskan untuk menentukan sejauh mana ketahanan sebuah daerah. Di atas kertas, skor kita sudah sangat baik, namun kami tetap berupaya meningkatkan kualitas edukasi tersebut,” ujar Fithriandy. Untuk memastikan efektivitas sosialisasi, BPBD Cimahi bahkan telah menerapkan sistem pre-test dan post-test kepada peserta sosialisasi guna mengukur kenaikan daya serap masyarakat terhadap materi kebencanaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga: Jadikan Ibu Rumah Tangga ‘Katalisator’, BPBD Cimahi Perkuat Mitigasi Bencana Berbasis Keluarga
Selain unggul dalam IKD, Kota Cimahi juga mencatatkan performa positif dalam Indeks Risiko Bencana (IRB). Dalam kategori ini, Cimahi menempati urutan nomor dua dengan risiko bencana paling kecil di Jawa Barat. Meskipun memiliki risiko yang rendah secara indeks, BPBD menegaskan tidak akan terlena dengan angka-angka tersebut.
Fithriandy mengingatkan bahwa letak geografis Cimahi yang berada dalam kawasan aglomerasi Bandung Raya tetap menyimpan ancaman besar, terutama dari potensi Sesar Lembang. “Walaupun skor risiko kita kecil, kami tetap menjaga kesiapsiagaan nomor satu. Kami tidak boleh bosan melakukan edukasi karena generasi terus berputar dan tantangan bencana di masa depan tetap nyata,” tegasnya.*** (Radit)






