Jadikan Ibu Rumah Tangga ‘Katalisator’, BPBD Cimahi Perkuat Mitigasi Bencana Berbasis Keluarga

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Petugas BPBD Kota Cimahi melakukan sosialisasi program Keluarga Tangguh Bencana kepada kelompok ibu rumah tangga. Dalam kegiatan ini, para ibu yang berperan sebagai katalisator rumah tangga diajarkan cara memetakan jalur evakuasi mandiri di dalam rumah. Upaya edukasi berbasis komunitas ini menjadi faktor kunci yang menempatkan Kota Cimahi di peringkat kedua Indeks Ketahanan Daerah se-Jawa Barat, membuktikan bahwa ketangguhan kota dimulai dari kesiapsiagaan di level keluarga. Ilustrasi: Kabar Pajajaran

Ilustrasi: Petugas BPBD Kota Cimahi melakukan sosialisasi program Keluarga Tangguh Bencana kepada kelompok ibu rumah tangga. Dalam kegiatan ini, para ibu yang berperan sebagai katalisator rumah tangga diajarkan cara memetakan jalur evakuasi mandiri di dalam rumah. Upaya edukasi berbasis komunitas ini menjadi faktor kunci yang menempatkan Kota Cimahi di peringkat kedua Indeks Ketahanan Daerah se-Jawa Barat, membuktikan bahwa ketangguhan kota dimulai dari kesiapsiagaan di level keluarga. Ilustrasi: Kabar Pajajaran

Kota Cimahi, Kabar Pajajaran – Dalam upaya menurunkan angka kerentanan masyarakat terhadap bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi menerapkan strategi edukasi unik dengan menyasar satuan kependudukan terkecil, yakni keluarga. Salah satu fokus utamanya adalah memberdayakan ibu rumah tangga yang diposisikan sebagai “katalisator rumah tangga” dalam menghadapi ancaman bencana.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan pendekatan “semua matra” untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Program Keluarga Tangguh Bencana menjadi ujung tombak karena keluarga dianggap sebagai unit pertama yang harus mampu melakukan evakuasi mandiri saat terjadi keadaan darurat, seperti banjir atau gempa bumi.

“Kami mengumpulkan ibu-ibu rumah tangga sebagai katalisator karena merekalah yang sehari-hari berada di rumah, paling mengenali kondisi bangunan, dan tahu persis jalur evakuasi terbaik bagi keluarganya,” ujar Fithriandy. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan angka keselamatan (survive score) masyarakat Cimahi akan meningkat secara signifikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Tingkatkan Ketangguhan Warga, BPBD Kota Cimahi Siapkan Delapan Titik EWS Pantau Muka Air Tahun Ini

Selain ibu rumah tangga, BPBD juga merangkul berbagai komunitas rentan lainnya, termasuk lansia, kelompok disabilitas seperti teman tuli, hingga pengurus rumah ibadah seperti masjid, gereja, dan pura. Edukasi ini mencakup hal-hal praktis, mulai dari mengenali arus genangan air hingga cara berlindung saat gempa bumi sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Keberhasilan edukasi berbasis komunitas ini tercermin dalam Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Kota Cimahi yang kini menempati peringkat kedua terbaik di Jawa Barat setelah Kota Cirebon, dengan skor 0,78. Meski demikian, Fithriandy menekankan bahwa edukasi ini tidak boleh berhenti karena pergantian generasi menuntut sosialisasi yang berkesinambungan agar masyarakat tidak “bosan” dan tetap siaga.

“Generasi terus berputar, jadi edukasi ini harus terus berkelanjutan. Jangan sampai kita abai, karena jika bencana besar terjadi, semua pihak akan merasakan dampaknya,” pungkas Fithriandy.*** (Radit)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Panglima TNI Ungkap Alasan Kerahkan 20.980 Personel ke Jakarta, Ini Penjelasannya
Dedi Mulyadi Ingatkan Warga Jabar Hindari Judol dan Pinjol, Ini Alasannya
Mobil Tabrak Pohon dan Kursi Taman di Jalan Banceuy Bandung, Tiga Orang Luka
Musim Hujan Tiba, BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor
Kapolresta Bandung Buka Nomor HP Pribadi untuk Aduan Warga, Anggota Nakal Terancam Sanksi
Erwan Setiawan Ajak Generasi Muda Jabar Jaga Budaya Sunda di Era Teknologi
Sekda Herman Dorong Pemuda Sunda Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Jawa Barat
Kapolda Jabar Ungkap Kapasitas Fantastis Pabrik Obat Keras Ilegal di Bandung

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 18:59 WIB

Panglima TNI Ungkap Alasan Kerahkan 20.980 Personel ke Jakarta, Ini Penjelasannya

Kamis, 5 November 2026 - 12:00 WIB

Dedi Mulyadi Ingatkan Warga Jabar Hindari Judol dan Pinjol, Ini Alasannya

Kamis, 5 November 2026 - 10:00 WIB

Mobil Tabrak Pohon dan Kursi Taman di Jalan Banceuy Bandung, Tiga Orang Luka

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Kapolresta Bandung Buka Nomor HP Pribadi untuk Aduan Warga, Anggota Nakal Terancam Sanksi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Erwan Setiawan Ajak Generasi Muda Jabar Jaga Budaya Sunda di Era Teknologi

Berita Terbaru