Kota Cimahi, Kabar Pajajaran – Pemerintah Kota Cimahi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat benteng pertahanan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi melalui inovasi teknologi. Sebagai bagian dari strategi menurunkan tingkat kerentanan masyarakat, BPBD Kota Cimahi berencana menambah pemasangan delapan titik Early Warning System (EWS) pantau muka air pada tahun ini.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai solusi efektif di tengah keterbatasan pembangunan infrastruktur fisik skala besar yang memerlukan biaya tinggi dan teknologi kompleks. Fokus utama pemerintah saat ini adalah mengombinasikan kesiapsiagaan peralatan dengan peningkatan kapasitas masyarakat.
“Tahun ini Cimahi akan memasang EWS di delapan titik untuk pantau muka air. Ini penting agar masyarakat memiliki peringatan dini sebelum bencana datang,” ujar Fithriandy dalam sebuah wawancara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga: Puncak Musim Hujan Bergeser ke Maret, Kota Cimahi Tetapkan Status Siaga Darurat Geohidrometeorologi
Pemasangan alat deteksi dini ini dinilai krusial mengingat seluruh 15 kelurahan di Kota Cimahi memiliki titik rawan bencana, mulai dari banjir bandang hingga genangan air yang dipicu cuaca ekstrem. Saat ini, Cimahi masih berada dalam status Siaga Darurat Geohidrometeorologi, yang menuntut kesiapsiagaan personel dan peralatan di level tertinggi.
Namun, Fithriandy menekankan bahwa teknologi EWS hanya akan efektif jika dibarengi dengan pemahaman masyarakat. Selain memasang alat, BPBD juga gencar memberikan edukasi mengenai cara evakuasi mandiri, pengenalan jalur evakuasi, hingga pengetahuan teknis seperti cara bergerak di tengah genangan air dan mengenali arus genangan.
“Jika masyarakat tahu cara bergerak saat bencana terjadi, kami percaya ketangguhan masyarakat akan lebih tinggi dan kerentanannya lebih rendah. Target akhirnya adalah meningkatkan score survive atau angka keselamatan sehingga dampak keparahan bencana bisa diminimalisir,” pungkasnya.*** (Radit)






