Puncak Musim Hujan Bergeser ke Maret, Kota Cimahi Tetapkan Status Siaga Darurat Geohidrometeorologi

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Petugas BPBD Kota Cimahi yang melakukan pengecekan rutin pada salah satu perangkat Early Warning System (EWS) pemantau muka air sungai. Di tengah ancaman cuaca ekstrem yang diprediksi mencapai puncaknya pada Maret mendatang, kesiapan infrastruktur peringatan dini dan koordinasi personel menjadi kunci utama dalam menjaga 15 kelurahan rawan bencana di Cimahi agar tetap siaga menghadapi potensi banjir bandang dan longsor. Ilustrasi: Kabar Pajajaran

Ilustrasi: Petugas BPBD Kota Cimahi yang melakukan pengecekan rutin pada salah satu perangkat Early Warning System (EWS) pemantau muka air sungai. Di tengah ancaman cuaca ekstrem yang diprediksi mencapai puncaknya pada Maret mendatang, kesiapan infrastruktur peringatan dini dan koordinasi personel menjadi kunci utama dalam menjaga 15 kelurahan rawan bencana di Cimahi agar tetap siaga menghadapi potensi banjir bandang dan longsor. Ilustrasi: Kabar Pajajaran

Kota Cimahi, Kabar Pajajaran – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul rilis terbaru dari BMKG mengenai pergeseran puncak musim hujan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya jatuh di akhir Januari atau pertengahan Februari, puncak musim hujan tahun ini diprediksi baru akan terjadi pada bulan Maret mendatang.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, mengungkapkan bahwa saat ini Kota Cimahi berada dalam status Siaga Darurat Geohidrometeorologi. Status ini ditetapkan untuk merespons ancaman cuaca ekstrem yang skalanya cukup masif, bahkan berdampak pada hampir sepertiga Pulau Jawa. Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menyiagakan personel, peralatan, serta seluruh pemangku kepentingan untuk berada pada level kesiapsiagaan yang lebih tinggi.

“Hampir di semua kecamatan dan 15 kelurahan di Kota Cimahi memiliki titik-titik rawan bencana hidrometeorologi,” ujar Fithriandy. Potensi ancaman yang diwaspadai meliputi tanah longsor sporadis, genangan air, luapan sungai, hingga banjir bandang. Salah satu kejadian yang menjadi sorotan adalah banjir bandang di Kelurahan Utama yang beberapa waktu lalu terdampak hingga mengenai sekitar 130 KK atau 1.300 jiwa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Pencarian Warga Hanyut di Sungai Cijagra Dilanjutkan, Tim Sisir Radius Satu Kilometer

Pemerintah Kota Cimahi juga terus memperkuat sistem peringatan dini sebagai bagian dari strategi mitigasi. Pada tahun ini, Cimahi berencana memasang delapan titik Early Warning System (EWS) untuk memantau muka air secara real-time. Fithriandy menekankan bahwa selain infrastruktur, ketangguhan masyarakat dalam melakukan evakuasi mandiri sangat krusial untuk menekan risiko jatuhnya korban.

Masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan limpasan air, diimbau untuk mengenali jalur evakuasi dan memahami karakteristik arus genangan di lingkungan masing-masing. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan angka keselamatan (survive) warga saat menghadapi potensi bencana yang mungkin muncul selama puncak cuaca ekstrem berlangsung.*** (Radit)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dedi Mulyadi Buka Sayembara Tangkap Begal, Warga Berpeluang Dapat Hadiah hingga Rp50 Juta
BRT Bandung Raya Mulai Dibangun, Investasi Rp1,3 Triliun Siapkan Jalur Khusus 21 Kilometer
DLH Jabar Temukan Indikasi Pencemaran Udara di Kawasan Tambang Citatah, Debu Lampaui Baku Mutu
Polda Jabar Matangkan Pengamanan Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat
Persib Bandung Cari Pengganti Frans Putros, Igor Tolic: Bursa Transfer Masih Terbuka
Bandung Kembali Rawan Begal, Polisi Tingkatkan Patroli dan Kejar Pelaku Kejahatan Jalanan
Bandara Husein Resmi Berganti Nama, Bandung Siapkan Penerbangan ke 10 Destinasi
ASN Bandung Barat Jadi Tersangka Korupsi Hibah Rp1,5 Miliar, Pemkab Hentikan Gaji dan Nonaktifkan Jabatan

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:00 WIB

Dedi Mulyadi Buka Sayembara Tangkap Begal, Warga Berpeluang Dapat Hadiah hingga Rp50 Juta

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:00 WIB

BRT Bandung Raya Mulai Dibangun, Investasi Rp1,3 Triliun Siapkan Jalur Khusus 21 Kilometer

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00 WIB

DLH Jabar Temukan Indikasi Pencemaran Udara di Kawasan Tambang Citatah, Debu Lampaui Baku Mutu

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:00 WIB

Polda Jabar Matangkan Pengamanan Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:00 WIB

Persib Bandung Cari Pengganti Frans Putros, Igor Tolic: Bursa Transfer Masih Terbuka

Berita Terbaru