Erwan Setiawan Ajak Generasi Muda Jabar Jaga Budaya Sunda di Era Teknologi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Erwan Setiawan mengajak generasi muda Jawa Barat menjaga budaya Sunda, mulai dari bahasa, seni tradisional, hingga nilai luhur di era teknologi.

Erwan Setiawan mengajak generasi muda Jawa Barat menjaga budaya Sunda, mulai dari bahasa, seni tradisional, hingga nilai luhur di era teknologi.

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengajak generasi muda menjaga bahasa, seni, dan adat Sunda di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Ia menegaskan, kemajuan zaman harus berjalan seiring dengan upaya mempertahankan identitas budaya daerah.

Erwan menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri Milangkala Hari Kebudayaan Nasional 2026 dan Penganugerahan Sunda Sabuana Award di Gedung Pusat Kebudayaan, Jalan Naripan, Kota Bandung, Minggu (18/10/2026).

Menurut Erwan, masyarakat Sunda perlu terus mengenalkan warisan budaya kepada generasi penerus. Upaya itu tidak cukup dengan mempertahankan tradisi, tetapi juga harus menghidupkan nilai-nilai luhur Sunda dalam kehidupan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Teknologi boleh berkembang, tetapi budaya dan adat tetap harus kita jaga dan kita rawat. Kita ingin generasi muda Jabar bangga terhadap budayanya,” kata Erwan.

Erwan Setiawan Soroti Lunturnya Budaya Sunda

Erwan mengungkapkan keprihatinannya terhadap semakin banyaknya anak yang kurang mengenal budaya Sunda. Ia menilai, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian bersama, terutama dari keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat.

Salah satu persoalan yang ia soroti ialah berkurangnya pengenalan bahasa Sunda kepada anak-anak. Erwan juga mempertanyakan ruang pembelajaran bahasa daerah di sekolah dasar di tengah meningkatnya perhatian terhadap penguasaan bahasa asing.

“Dulu di sekolah dasar bahasa wajib kita setelah bahasa Indonesia adalah bahasa Sunda, sekarang tergantikan dengan bahasa asing. Bahasa Sunda menjadi bahasa keberapa di sekolah? Padahal sekolah tersebut ada di Jabar,” ujarnya.

Selain bahasa, Erwan menyoroti pengenalan seni tradisional yang menurutnya perlu diperkuat kembali. Ia mencontohkan tari jaipongan dan rampak sekar yang dahulu kerap mengisi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Bagi Erwan, sekolah memegang peran penting dalam memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda. Melalui pembelajaran bahasa dan kesenian, siswa dapat mengenal akar budayanya sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas daerah.

Budaya Sunda Mengajarkan Tata Krama dan Gotong Royong

Erwan menegaskan bahwa budaya Sunda tidak hanya berkaitan dengan bahasa, pakaian, atau pertunjukan seni. Budaya juga mengandung nilai kehidupan yang membentuk karakter masyarakat.

Ia mendorong generasi muda menerapkan prinsip someah, silih asah, silih asih, dan silih asuh. Nilai-nilai tersebut mengajarkan keramahan, kepedulian, semangat belajar bersama, serta sikap saling membimbing.

Selain itu, masyarakat perlu mempertahankan semangat gotong royong dan menghormati sesama. Menurut Erwan, penguatan karakter melalui budaya dapat berjalan beriringan dengan pendidikan dan penguasaan teknologi.

“Melestarikan budaya bukan berarti menolak kemajuan, melainkan memastikan bahwa kemajuan tidak membuat kita kehilangan jati diri,” tegasnya.

Dudung Abdurachman Tekankan Karakter Masyarakat Sunda

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman turut menyoroti pentingnya nilai budaya Sunda dalam membentuk karakter masyarakat.

Dudung mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan orang lain, menjaga ucapan, menghindari prasangka buruk, serta ringan tangan dalam membantu sesama.

Ia menyampaikan harapan agar nilai-nilai tersebut menjadi bekal masyarakat Sunda dalam membangun hubungan sosial yang baik.

Pesan itu memperkuat pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari pembentukan karakter. Masyarakat tidak hanya perlu mengenal warisan leluhur, tetapi juga menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan nyata.

Bagi Jawa Barat, tantangan ke depan ialah memastikan generasi muda mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan bahasa, seni, adat, dan karakter yang menjadi bagian dari identitas Sunda. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Suhu Panas Indonesia Tembus 38,5 Derajat, BMKG Ungkap 3 Wilayah Terpanas
Sekda Herman Dorong Pemuda Sunda Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Jawa Barat
Kapolda Jabar Ungkap Kapasitas Fantastis Pabrik Obat Keras Ilegal di Bandung
KDM Pastikan Pembangunan Jabar 2026 Tetap Berjalan Tanpa Pinjaman
Mahasiswa ITB Meninggal Saat ITB Ultra Marathon 2026, Ini Kronologinya
TBI Team Juara Umum 1 Bandung Taekwondo Open 2026 dengan 18 Medali
Gempa Bogor dan Sukabumi Picu Kerusakan 33 Bangunan, BMKG Minta Warga Tetap Tenang
Pemprov Jabar Perkuat Perlindungan Pekerja, 13.044 Orang Terdampak PHK

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Suhu Panas Indonesia Tembus 38,5 Derajat, BMKG Ungkap 3 Wilayah Terpanas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Erwan Setiawan Ajak Generasi Muda Jabar Jaga Budaya Sunda di Era Teknologi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kapolda Jabar Ungkap Kapasitas Fantastis Pabrik Obat Keras Ilegal di Bandung

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:44 WIB

KDM Pastikan Pembangunan Jabar 2026 Tetap Berjalan Tanpa Pinjaman

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Mahasiswa ITB Meninggal Saat ITB Ultra Marathon 2026, Ini Kronologinya

Berita Terbaru