KABAR PAJAJARAN – Tubuh membutuhkan cairan yang cukup untuk menjaga berbagai fungsi organ tetap berjalan normal. Karena itu, kurang minum air tidak hanya dapat memengaruhi kondisi ginjal, tetapi juga bisa berdampak pada kerja jantung.
Pada orang dewasa, kebutuhan air sering dijadikan patokan sekitar delapan gelas berukuran 230 mililiter atau sekitar 2 liter per hari. Namun, kebutuhan cairan setiap orang dapat berbeda, terutama karena aktivitas, kondisi lingkungan, usia, dan kondisi kesehatan.
Ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk, seseorang dapat mengalami dehidrasi. Kondisi ini kemudian dapat memengaruhi sistem peredaran darah dan membuat jantung bekerja lebih keras.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa Kurang Minum Bisa Membuat Jantung Berdebar?
Ahli jantung dari Dharamshila Narayana Hospital, Delhi, India, dr Pradeep Kumar Nayak, menjelaskan bahwa dehidrasi dapat menurunkan volume darah yang beredar di dalam tubuh.
Saat volume darah berkurang, jantung perlu meningkatkan kecepatannya untuk mempertahankan aliran darah dan membantu mengirimkan oksigen ke berbagai organ.
“Ketika kadar cairan menurun, volume darah yang beredar di tubuh dapat berkurang. Ini berarti jantung mungkin harus berdetak lebih cepat untuk membantu menjaga aliran darah dan mengantarkan oksigen ke organ,” ujar Nayak, dikutip dari Hindustan Times.
Tubuh dapat kehilangan banyak cairan setelah seseorang berolahraga dan berkeringat. Cuaca panas juga dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Selain itu, muntah dan diare dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan dalam jumlah cukup besar.
Kenali Tanda Tubuh Mengalami Dehidrasi
Dehidrasi tidak selalu hanya ditandai dengan rasa haus. Beberapa gejala lain dapat muncul ketika tubuh kekurangan cairan.
Menurut Nayak, sejumlah tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
- Rasa haus yang berlebihan atau mulut terasa kering.
- Urine berwarna lebih gelap dari biasanya.
- Frekuensi buang air kecil berkurang.
- Sakit kepala.
- Tubuh terasa lelah atau lemas.
- Pusing, terutama ketika berdiri.
- Detak jantung menjadi lebih cepat.
Meski demikian, seseorang tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa dirinya mengalami dehidrasi hanya karena merasakan jantung berdebar. Sebab, kondisi lain juga dapat menyebabkan detak jantung meningkat.
Minum Air Bisa Membantu Mengatasi Jantung Berdebar?
Jika dehidrasi menjadi penyebab meningkatnya detak jantung, mengganti cairan yang hilang dapat membantu tubuh kembali pulih.
Nayak menyarankan seseorang beristirahat di tempat yang sejuk dan minum air secara bertahap. Orang yang mengalami kehilangan cairan dalam jumlah banyak akibat muntah, diare, atau berkeringat dalam waktu lama juga dapat membutuhkan larutan rehidrasi oral.
Namun, seseorang perlu mewaspadai jantung yang tetap berdebar meski sudah beristirahat dan mencukupi kebutuhan cairan.
Jantung Berdebar Tidak Selalu karena Dehidrasi
Detak jantung yang cepat atau sensasi jantung berdegup kencang dapat muncul akibat berbagai kondisi. Dehidrasi hanya menjadi salah satu kemungkinan penyebab.
Palpitasi juga dapat berkaitan dengan gangguan irama jantung, anemia, gangguan tiroid, efek obat tertentu, maupun kondisi medis lainnya.
Karena itu, apabila jantung terus berdebar atau muncul keluhan lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya seseorang segera mencari pertolongan medis.
Menjaga asupan cairan setiap hari tetap penting untuk membantu tubuh menjalankan fungsi normal. Namun, kebutuhan air tidak selalu sama pada setiap orang. Aktivitas fisik, suhu lingkungan, serta kondisi kesehatan dapat memengaruhi kebutuhan cairan seseorang. ***(Chq)






