BANDUNG, KP – Perbincangan soal “super flu” atau infeksi virus influenza A ramai di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Informasi yang beredar membuat sebagian warga khawatir dan memilih memeriksakan kondisi kesehatan ke rumah sakit.
Kondisi tersebut ikut meningkatkan antrean di sejumlah Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pemerintah Kota Bandung pun meminta masyarakat tidak mudah panik dan tetap menyaring informasi kesehatan yang beredar di media sosial.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan data dari Dinas Kesehatan Kota Bandung memang menunjukkan adanya peningkatan kasus. Namun, kenaikan tersebut belum menunjukkan angka yang sangat signifikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Laporan dari Dinkes, ada peningkatan tapi ternyata datanya juga tidak terlalu signifikan. Tapi di media sosial ramai sampai IGD pun penuh,” kata Farhan.
Pemkot Bandung Minta Warga Tidak Panik
Farhan menilai peningkatan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan merupakan hal positif. Namun, ia meminta warga tetap mengedepankan kewaspadaan yang proporsional.
Menurutnya, masyarakat tetap perlu memperhatikan gejala yang muncul. Pada saat yang sama, warga juga harus menghindari kepanikan akibat informasi yang belum tentu sesuai dengan kondisi kesehatan sebenarnya.
“Flu sedikit juga karena ada super flu jadi wajarlah. Bagus kewaspadaan,” ujar Farhan.
Pemkot Bandung mengimbau masyarakat mengecek informasi kesehatan melalui sumber resmi. Langkah tersebut penting agar warga tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan unggahan yang beredar di media sosial.
Fasilitas Kesehatan Tingkatkan Kewaspadaan
Meskipun kenaikan kasus belum tergolong sangat signifikan, Pemkot Bandung tetap meminta fasilitas kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan.
Sejumlah pasien di Bandung telah mendapatkan penanganan khusus di ruang isolasi rumah sakit. Farhan juga menyebut terdapat kasus dengan kondisi fatal yang terdeteksi di luar Kota Bandung.
“Super flu di Kota Bandung ini ada beberapa. Bahkan kalau melihat di rumah sakit beberapa memang sudah kita lakukan isolasi. Beberapa kasus di luar Kota Bandung,” kata Farhan.
Pemerintah kemudian meminta fasilitas kesehatan kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular pernapasan. Rumah sakit dan fasilitas kesehatan dapat memperkuat prosedur penanganan sesuai kebutuhan medis.
“Untuk fasilitas kesehatan kita hidupkan kembali kewaspadaan seperti kita menghadapi Covid, tapi levelnya level rumah sakit atau fasilitas kesehatan,” ujar Farhan.
Faskes Diminta Tidak Menolak Pasien
Selain meningkatkan kesiapsiagaan medis, Pemkot Bandung memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan.
Farhan menegaskan fasilitas kesehatan tidak boleh menolak pasien yang membutuhkan pertolongan. Tenaga kesehatan harus memberikan penanganan awal sebelum petugas memproses urusan administrasi atau kepesertaan BPJS.
“Saya akan memastikan bahwa tidak ada satu pun fasilitas kesehatan yang menolak pasien. Terima dulu, tangani, baru tanyakan tentang BPJS-nya,” tegas Farhan.
Kebijakan tersebut berlaku untuk memastikan pasien yang membutuhkan pertolongan medis dapat segera memperoleh penanganan.
Warga Perlu Bijak Menyikapi Informasi Super Flu
Pemkot Bandung mengajak masyarakat tetap waspada terhadap gejala penyakit pernapasan, tetapi tidak membangun kepanikan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
Masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan ketika mengalami gejala yang membutuhkan pemeriksaan. Warga juga perlu memastikan informasi mengenai “super flu” berasal dari sumber kesehatan yang kredibel.
Dengan kewaspadaan yang tepat, masyarakat dapat menjaga kesehatan sekaligus menghindari kepadatan fasilitas kesehatan akibat kepanikan. ***(Chq)






