BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung mencatat kenaikan kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama dua pekan terakhir September 2026.
Data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) menunjukkan kenaikan cukup signifikan pada dua penyakit respirasi tersebut. Kasus ILI meningkat 53,3 persen, sedangkan kasus ISPA bertambah 36,38 persen.
Kepala Dinkes Kabupaten Bandung, Hanhan Siti Hasanah, mengatakan pihaknya menemukan tren tersebut dari laporan rutin fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) di wilayah Kabupaten Bandung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kasus ISPA dan ILI di faskes Kabupaten Bandung berdasarkan data SKDR mengalami peningkatan dalam dua pekan terakhir bulan September. Peningkatan untuk kasus ILI sebesar 53,3 persen, sedangkan kasus ISPA naik sebesar 36,38 persen,” kata Hanhan dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9/2026).
Dinkes Pantau Gejala ILI dan ISPA
Hanhan mengatakan petugas kesehatan terus memantau perkembangan kasus ILI dan ISPA. Pemantauan juga mencakup penyakit lain yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa atau KLB.
Dinkes Kabupaten Bandung menjalankan surveilans melalui laporan dari faskes. Namun, pemerintah daerah tidak menerapkan pemeriksaan secara acak di lapangan.
Menurut Hanhan, fasilitas kesehatan di Kabupaten Bandung bukan faskes sentinel untuk pemeriksaan ILI. Karena itu, Dinkes tidak menjalankan skema tes acak terhadap masyarakat.
“Surveilans sudah dilakukan oleh Dinkes Kabupaten Bandung dengan mengamati ILI, ISPA, maupun penyakit potensial KLB lainnya. Tes acak tidak dilakukan karena faskes kita bukan fasilitas kesehatan sentinel untuk ILI,” ujarnya.
Tidak Semua Pasien ILI Jalani Pemeriksaan Penunjang
Di tengah perhatian publik terhadap ancaman varian influenza baru, Dinkes Kabupaten Bandung menemukan pasien dengan gejala yang masuk kategori ILI.
Namun, Hanhan menegaskan tidak semua pasien ILI menjalani pemeriksaan penunjang. Karena itu, masyarakat perlu membedakan antara peningkatan kasus bergejala ILI dengan kasus yang sudah mendapatkan konfirmasi laboratorium.
“Ada (yang terkonfirmasi), tetapi tidak semua kasus ILI dilakukan pemeriksaan penunjang sehingga penanganan lebih ditekankan pada upaya pencegahan agar kasus ILI tidak semakin meningkat,” kata Hanhan.
Dinkes memilih memperkuat langkah pencegahan sambil terus memantau perkembangan kasus di fasilitas kesehatan.
Dinkes Perkuat Edukasi Pencegahan
Hanhan meminta masyarakat tidak panik menghadapi kenaikan kasus penyakit pernapasan. Ia menjelaskan bahwa influenza pada dasarnya termasuk self-limiting disease, sehingga tubuh dapat pulih seiring membaiknya kondisi dan daya tahan tubuh.
Karena itu, Dinkes Kabupaten Bandung mengutamakan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS.
Petugas mengingatkan masyarakat untuk mencuci tangan menggunakan sabun, menerapkan etika batuk dan bersin, serta memakai masker ketika mengalami gejala flu atau berada dalam kondisi yang membutuhkan perlindungan tambahan.
“Langkah yang ditekankan adalah pencegahan penularan dengan memperkuat edukasi masyarakat, utamanya terkait cuci tangan pakai sabun (CTPS), etika batuk, dan penggunaan masker,” jelas Hanhan.
IGD Tetap Terapkan Triase
Kenaikan kasus ISPA dan ILI juga mendapat perhatian karena dapat meningkatkan kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan.
Hanhan memastikan faskes tetap menjalankan prosedur penanganan pasien sesuai standar. Petugas IGD akan melakukan triase untuk menentukan tingkat kegawatan setiap pasien.
Pasien dengan kondisi ringan dapat menjalani rawat jalan setelah mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan medis.
“Dalam penanganan kasus yang meningkat di IGD, triase tetap dilaksanakan sehingga kasus-kasus yang berkategori ringan dapat dilakukan rawat jalan,” ujarnya.
Kabupaten Bandung Siapkan 2.601 Tempat Tidur
Dinkes Kabupaten Bandung juga memastikan sarana pelayanan kesehatan tetap siap menghadapi peningkatan kunjungan pasien.
Saat ini, Kabupaten Bandung memiliki 62 puskesmas dan 18 rumah sakit yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Total kapasitas tempat tidur di fasilitas tersebut mencapai 2.601 unit.
Dinkes juga menyiapkan obat-obatan pendukung untuk kebutuhan pelayanan kesehatan.
“Masyarakat Kabupaten Bandung jika mengalami gejala dapat memanfaatkan 62 puskesmas dan 18 rumah sakit dengan total tempat tidur (bed) sebanyak 2.601 unit. Selain itu, dari sisi logistik kesehatan, Dinkes juga telah menyiapkan obat-obatan pendukung,” kata Hanhan.
Warga Diminta Tetap Waspada
Dinkes Kabupaten Bandung meminta warga tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan gejala penyakit pernapasan.
Masyarakat dapat mengurangi risiko penularan dengan mencuci tangan memakai sabun, menjaga etika batuk dan bersin, menggunakan masker, serta menjaga pola hidup bersih dan sehat.
Warga yang mengalami gejala flu juga disarankan membatasi aktivitas dan beristirahat di rumah. Jika kondisi kesehatan memburuk, masyarakat perlu segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Dinkes Kabupaten Bandung untuk menekan penyebaran ILI dan ISPA sekaligus mendeteksi lebih cepat potensi peningkatan kasus di masyarakat.





