Pemerintah Siapkan 5 Pompa untuk Atasi Banjir Karangligar yang Berlangsung 25 Tahun

Sabtu, 19 September 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga mengungsi saat rumah mereka terendam banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat, Rabu (10/2/2021).

Warga mengungsi saat rumah mereka terendam banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat, Rabu (10/2/2021).

KARAWANG, KABAR PAJAJARAN – Banjir yang berulang selama puluhan tahun di Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menimbulkan dampak besar terhadap sektor pertanian dan perekonomian warga.

Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menyoroti luasnya lahan pertanian yang terdampak setiap kali banjir melanda kawasan tersebut. Sedikitnya 300 hektare sawah menghadapi risiko terendam.

Dengan asumsi produksi rata-rata mencapai 7 ton gabah per hektare, sebanyak 2.100 ton gabah berpotensi terdampak ketika banjir terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saan menyampaikan perhitungan tersebut saat meninjau lokasi pembangunan rumah pompa pengendali banjir di Karangligar, Jumat (18/9/2026).

“Total sekitar 300-an hektare. 300 hektare sawah yang terdampak. Kalau rata-rata 7 ton saja per hektarnya, kalikan 300 hektar,” kata Saan.

Banjir Karangligar Berdampak pada Ekonomi Warga

Saan menilai dampak banjir Karangligar tidak berhenti pada kerusakan rumah, lahan pertanian, atau harta benda warga. Genangan yang berlangsung lama juga memberikan tekanan terhadap kehidupan masyarakat.

Warga, kata dia, telah menghadapi persoalan banjir selama puluhan tahun. Informasi yang dia terima menyebutkan kawasan Karangligar mengalami banjir selama sekitar 25 tahun.

Kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah wilayah utara Karawang yang biasanya mengalami banjir dalam waktu lebih singkat.

“Kalau di sini, ini menggenang. Sebulan, dua bulan enggak pernah selesai di sini. Dan setahun bisa empat kali,” ujar Saan.

Karena itu, Saan meminta pemerintah menyelesaikan pembangunan infrastruktur pengendali banjir agar masyarakat tidak terus menghadapi persoalan yang sama setiap musim hujan.

Pembangunan Rumah Pompa Capai 80 Persen

Upaya pemerintah untuk mengatasi banjir Karangligar mulai memasuki tahap akhir. Pembangunan infrastruktur berupa pintu air dan dua rumah pompa kini mencapai sekitar 80 persen.

Pemerintah menargetkan pembangunan tersebut selesai pada Oktober 2026.

Direktur Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan lima unit pompa di dua lokasi untuk mempercepat pengurangan genangan.

Pompa tersebut akan mengalirkan air menuju saluran Cibeet sebelum air diteruskan ke Sungai Citarum.

Setiap pompa memiliki kapasitas sekitar 6 meter kubik per detik. Dengan lima unit, kapasitas total sistem pompa mencapai sekitar 30 meter kubik per detik.

“Mesinnya sudah ada, tinggal dirakit di sini. Tinggal tunggu gedung atau bangunan pompanya siap, kita pasang dan sudah siap dioperasionalkan nanti pada saat terjadi banjir,” kata Arnold.

Pemerintah berharap sistem pompa tersebut sudah dapat membantu mengatasi genangan saat musim hujan sekitar Oktober-November 2026. Pemerintah juga menargetkan seluruh pekerjaan selesai sesuai rencana.

Backwater dan Penurunan Tanah Jadi Faktor Banjir

Arnold menjelaskan sejumlah faktor yang membuat Karangligar menjadi kawasan rawan banjir. Salah satunya adalah fenomena backwater, yakni kondisi ketika aliran air kembali masuk ke kawasan melalui saluran pembuangan.

Selain itu, pemerintah mencatat adanya penurunan muka tanah sekitar 1,1 sentimeter setiap tahun.

“Setiap tahun terjadi penurunan muka tanah 1,1 sentimeter. Bisa dibayangkan dalam waktu 20 sampai 25 tahun tentunya sudah sangat jauh,” ujar Arnold.

Kondisi tersebut semakin meningkatkan risiko genangan di kawasan Karangligar, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi.

Pemerintah Siapkan Tanggul 4,3 Kilometer

Selain membangun rumah pompa, pemerintah juga menyiapkan proyek tanggul sepanjang sekitar 4,3 kilometer di wilayah Sungai Cibeet.

Pembangunan tanggul membutuhkan anggaran sekitar Rp250 miliar. Pemerintah menargetkan pekerjaan fisik dapat dimulai pada 2027 setelah proses pembebasan lahan selesai.

Pemerintah daerah bertanggung jawab menyiapkan lahan untuk pembangunan tersebut. Arnold berharap proses pembebasan lahan dapat rampung sekitar Oktober-November 2026.

Menurut Arnold, pemerintah juga perlu menghitung secara khusus kerugian ekonomi akibat banjir Karangligar. Data tersebut dapat membantu pemerintah mengukur dampak banjir sekaligus manfaat ekonomi dari pembangunan infrastruktur pengendalian banjir.

“Memang kita belum pernah menghitung kerugian ekonominya akibat banjir ini. Tapi mungkin saran saya perlu dihitung juga,” katanya.

Risiko Gagal Panen Saat Banjir Datang

Kerugian ekonomi semakin besar ketika banjir datang menjelang masa panen. Genangan dalam waktu lama dapat merusak tanaman padi hingga petani kehilangan hasil produksinya.

Arnold mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam penanganan banjir Karangligar.

“Yang lebih kita khawatirkan ketika mau panen. Kalau mau panen tiba-tiba banjir, karena pompa terendam satu minggu saja, sudah langsung busuk padinya. Sudah enggak bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Karawang Aep Syaepuloh memastikan pemerintah daerah telah menyelesaikan pembebasan lahan untuk dua lokasi pembangunan rumah pompa.

Dua lokasi tersebut berada di Cidawolong dan Kedungmurang dengan kebutuhan lahan hampir satu hektare.

“Alhamdulillah kalau yang untuk dua ini, Cidawolong dengan Kedungmurang, kurang lebih hampir satu hektare ini sudah selesai,” kata Aep.

Pemerintah daerah juga telah melakukan penetapan lokasi untuk kebutuhan lahan pembangunan tanggul. Penyelesaian seluruh tahapan tersebut diharapkan mempercepat pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Karangligar. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemprov Jabar Dorong Shuttle Bus dari Bandara Nusawiru ke Destinasi Wisata Pangandaran
Dua Begal Spesialis Jalanan Dibekuk Polresta Karawang, Beraksi di 12 TKP
Pria Penendang Wanita di Sency Ditangkap Polisi, Motif Masih Didalami
Anak Krakatau Tumbuh Pesat, PVMBG Pastikan Kondisinya Masih Aman
Pria Tendang Wanita dari Belakang di Mal Tanah Abang, Polisi Periksa CCTV
Kasus Dugaan Asusila di Dishub Sukabumi, Polisi Tetapkan Sekdis sebagai Tersangka
Kekeringan Karawang Berlangsung 5 Bulan, 27.180 Warga Terdampak
Pemkab Garut Beri Santunan Rp2 Juta untuk Keluarga Korban KM Virgo Transport 8

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 12:00 WIB

Pemprov Jabar Dorong Shuttle Bus dari Bandara Nusawiru ke Destinasi Wisata Pangandaran

Sabtu, 19 September 2026 - 11:00 WIB

Pemerintah Siapkan 5 Pompa untuk Atasi Banjir Karangligar yang Berlangsung 25 Tahun

Sabtu, 19 September 2026 - 10:00 WIB

Dua Begal Spesialis Jalanan Dibekuk Polresta Karawang, Beraksi di 12 TKP

Sabtu, 19 September 2026 - 09:00 WIB

Pria Penendang Wanita di Sency Ditangkap Polisi, Motif Masih Didalami

Jumat, 18 September 2026 - 08:00 WIB

Anak Krakatau Tumbuh Pesat, PVMBG Pastikan Kondisinya Masih Aman

Berita Terbaru