Beras Premium Langka di Retail Modern, Kementan Siapkan Sejumlah Langkah

Selasa, 8 September 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Jabar.(Dok BULOG JABAR)

Stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Jabar.(Dok BULOG JABAR)

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan sejumlah langkah untuk mengatasi kelangkaan beras premium di jaringan retail modern.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah akan mendorong penyaluran beras premium dan medium milik pemerintah ke berbagai retail modern. Langkah tersebut bertujuan menjaga ketersediaan beras sekaligus membantu menekan harga di tingkat konsumen.

“Kita bakal dorong beras premium dan medium masuk ke retail-retail,” kata Amran di Jakarta, Senin (7/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain mendorong pasokan ke retail modern, pemerintah juga akan meningkatkan kuota penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga 1 juta ton.

Menurut Amran, pemerintah mengambil langkah tersebut untuk menjaga pasokan beras di tengah ancaman musim panas ekstrem atau El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga Maret 2027.

Pemerintah Tambah Pasokan Beras SPHP

Pemerintah juga menyiapkan operasi pasar dalam skala besar untuk menjaga harga beras. Kementan berharap tambahan pasokan SPHP dapat membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga yang lebih terjangkau.

Amran menyebut pemerintah akan mempercepat penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat. Pemerintah menjalankan program tersebut dengan memberikan bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan kepada keluarga yang membutuhkan.

“Untuk menekan harga ini, operasi pasar besar-besaran. SPHP ditambah 1 juta ton, kemudian bantuan pangan dipercepat,” ujar Amran.

Di sisi lain, pemerintah juga akan menghentikan impor beras pecah sebanyak 380.000 ton yang sebelumnya dilakukan melalui Perum Bulog.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam mengatur pasokan beras nasional sekaligus menghadapi kondisi pasar beras premium yang mengalami kelangkaan di sejumlah retail.

Bantuan Pangan Sasar 33,4 Juta Orang

Pemerintah menargetkan program bantuan pangan menjangkau sekitar 33,4 juta masyarakat di Indonesia.

Penyaluran bantuan tersebut berlangsung melalui Perum Bulog. Pemerintah menyiapkan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kurang mampu sekaligus membantu menjaga daya beli.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang berada di wilayah terdampak bencana.

Hingga 1 September 2026, Perum Bulog mencatat penyaluran bantuan beras untuk korban bencana mencapai sekitar 1,32 juta kilogram.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdani menyampaikan angka tersebut dalam konferensi pers di kantor Perum Bulog pada Selasa (1/9/2026).

“Total realisasi sampai dengan hari ini adalah beras 1.321.550 kg,” kata Ahmad.

Khusus bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana, pemerintah memberikan bantuan pangan dan bantuan bencana dengan jumlah lebih besar.

Kelangkaan Beras Premium Jadi Perhatian Pemerintah

Kelangkaan beras premium di sejumlah retail modern menjadi perhatian pemerintah karena kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen.

Karena itu, pemerintah mengandalkan beberapa langkah sekaligus, mulai dari menambah pasokan beras SPHP, mempercepat bantuan pangan, menggelar operasi pasar hingga mendorong beras premium dan medium milik pemerintah masuk ke jaringan retail.

Pemerintah berharap rangkaian kebijakan tersebut dapat menjaga ketersediaan beras di pasaran sekaligus mengendalikan harga menjelang potensi dampak El Nino.

Dengan tambahan pasokan dan percepatan distribusi, pemerintah menargetkan masyarakat tetap bisa memperoleh beras dengan harga yang terjangkau meski kondisi cuaca berpotensi memengaruhi produksi pangan nasional.***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

The Jakmania dan Bobotoh Bekasi Sepakat Jaga Laga Persija vs Persib Tetap Kondusif
Kemacetan GBLA Saat Persib Main Jadi Sorotan, DPRD Jabar Usulkan Buka Tol KM 151
2.505 Personel Amankan Persib Bandung vs PSM Makassar di GBLA Malam Ini
Muktamar NU ke-35 Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU 2026-2031
Google Gemini Tembus 1 Miliar Pengguna Aktif Bulanan, Pertumbuhannya Kalahkan Produk Google Lain
Dedi Mulyadi Buka Suara soal PHK Massal PT Namnam Cimahi, Ini Penjelasannya
Teras Cihampelas Bandung Segera Dibongkar, Pemkot dan Pemprov Jabar Siapkan Penataan Ulang Kawasan
Warga Lembang Bersiap! Angkot Langsung ke Bandara Husein Segera Hadir?

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 12:00 WIB

The Jakmania dan Bobotoh Bekasi Sepakat Jaga Laga Persija vs Persib Tetap Kondusif

Selasa, 8 September 2026 - 10:00 WIB

Beras Premium Langka di Retail Modern, Kementan Siapkan Sejumlah Langkah

Senin, 7 September 2026 - 11:00 WIB

Kemacetan GBLA Saat Persib Main Jadi Sorotan, DPRD Jabar Usulkan Buka Tol KM 151

Minggu, 6 September 2026 - 12:00 WIB

2.505 Personel Amankan Persib Bandung vs PSM Makassar di GBLA Malam Ini

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:17 WIB

Muktamar NU ke-35 Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU 2026-2031

Berita Terbaru

Teknologi

iOS 27 Resmi Dirilis, Ini Daftar 33 iPhone yang Kebagian Update

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:14 WIB