Dedi Mulyadi Buka Suara soal PHK Massal PT Namnam Cimahi, Ini Penjelasannya

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

CIMAHI, KABAR PAJAJARAN – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 178 pekerja PT Namnam Fashion Industries di Kota Cimahi. Menurutnya, industri garmen memiliki karakter yang mudah berpindah lokasi ketika biaya produksi di suatu daerah tidak lagi kompetitif.

Dedi menjelaskan, perpindahan pabrik merupakan fenomena yang kerap terjadi pada industri padat karya, terutama sektor garmen. Perusahaan biasanya mencari wilayah dengan biaya operasional dan tenaga kerja yang lebih rendah agar tetap mampu bersaing.

Pernyataan itu disampaikan Dedi setelah video PHK massal di PT Namnam Fashion Industries ramai beredar di media sosial. Dalam video tersebut, sejumlah pekerja terlihat menangis dan saling berpelukan setelah kehilangan pekerjaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Industri garmen memang memiliki persoalan yang hampir selalu berulang. Sektor ini merupakan industri padat karya yang sangat bergantung pada efisiensi biaya produksi,” kata Dedi di Kantor BPSDM Jawa Barat, Selasa (4/8/2026).

Data Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi mencatat sebanyak 178 pekerja terdampak penghentian produksi PT Namnam Fashion Industries.

Dedi mengatakan perusahaan garmen yang telah mencapai titik impas atau break even point (BEP) biasanya mulai mempertimbangkan relokasi ke daerah yang menawarkan biaya tenaga kerja lebih murah.

“Kalau perusahaan sudah mencapai BEP lalu menemukan daerah dengan biaya tenaga kerja lebih rendah, mereka biasanya memilih pindah. Pola seperti ini sudah sering terjadi,” ujarnya.

Ia menilai karakter industri padat karya berbeda dengan industri padat modal. Industri padat modal umumnya membangun investasi jangka panjang sehingga tidak mudah memindahkan operasional.

Sebaliknya, perusahaan garmen lebih fleksibel dalam menentukan lokasi produksi sehingga penutupan pabrik menjadi bagian dari siklus bisnis yang harus diantisipasi.

“Kita harus memahami karakter industrinya. Pada periode tertentu perusahaan bisa saja menghentikan operasional dan berpindah ke lokasi lain,” ucapnya.

Dedi Mulyadi Sebut Lowongan Kerja Masih Terbuka

Meski terjadi PHK, Dedi memastikan peluang kerja di Jawa Barat masih terbuka lebar. Ia menyebut sejumlah kawasan industri baru terus berkembang dan membutuhkan ribuan tenaga kerja.

Menurutnya, pertumbuhan industri kini mulai bergeser dari kawasan industri lama menuju daerah yang menawarkan biaya produksi lebih kompetitif.

Ia menyebut Kabupaten Indramayu, Majalengka, dan Garut menjadi beberapa daerah yang saat ini aktif merekrut pekerja untuk industri alas kaki dan garmen.

“Rekrutmen di sektor sepatu, alas kaki, dan garmen cukup banyak di Indramayu, Garut, maupun Majalengka. Kawasan industrinya memang mulai bergeser,” katanya.

Buruh Diminta Siap Berpindah Daerah

Dedi mengimbau para pekerja yang ingin tetap berkarier di sektor garmen agar bersedia mengikuti perpindahan pusat-pusat industri baru.

Menurutnya, mobilitas tenaga kerja menjadi salah satu cara agar pekerja tetap memperoleh kesempatan bekerja ketika perusahaan menutup operasional di daerah tertentu.

Ia juga menyebut Kabupaten Indramayu saat ini membutuhkan puluhan ribu tenaga kerja untuk industri sepatu, alas kaki, dan garmen.

“Kalau ingin tetap bekerja di sektor garmen, para pekerja memang harus siap berpindah ke daerah yang saat ini menjadi pusat pertumbuhan industri,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bus Persib U-18 Dilempari Batu di Batang, Ofisial Jadi Korban Pengeroyokan
154 Penumpang Terdampak Pembatalan Penerbangan dari Dubai ke Arab Saudi
Ugal-ugalan di Majalaya, Pemuda 18 Tahun Mengaku Minum Calmlet
Financial Times Soroti Popularitas Dedi Mulyadi Jelang Pilpres 2029
El Niño Sangat Kuat Masih Pengaruhi Jabar, BMKG Ungkap Wilayah yang Berpotensi Hujan dan Petir
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Perairan Bayah Lebak, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
The Jakmania dan Bobotoh Bekasi Sepakat Jaga Laga Persija vs Persib Tetap Kondusif
Beras Premium Langka di Retail Modern, Kementan Siapkan Sejumlah Langkah

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Bus Persib U-18 Dilempari Batu di Batang, Ofisial Jadi Korban Pengeroyokan

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:45 WIB

154 Penumpang Terdampak Pembatalan Penerbangan dari Dubai ke Arab Saudi

Jumat, 25 September 2026 - 08:32 WIB

Ugal-ugalan di Majalaya, Pemuda 18 Tahun Mengaku Minum Calmlet

Kamis, 24 September 2026 - 17:30 WIB

Financial Times Soroti Popularitas Dedi Mulyadi Jelang Pilpres 2029

Senin, 21 September 2026 - 09:02 WIB

El Niño Sangat Kuat Masih Pengaruhi Jabar, BMKG Ungkap Wilayah yang Berpotensi Hujan dan Petir

Berita Terbaru