LEBAK, KABAR PAJAJARAN – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,2 mengguncang perairan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, pada Jumat (18/9/2026) malam.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada sekitar 198 kilometer barat daya Bayah, di wilayah perairan Samudera Hindia.
BMKG mencatat gempa tersebut berada pada kedalaman 10 kilometer. Meski tergolong gempa dangkal, BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak) belum menerima laporan kerusakan akibat gempa hingga Jumat malam.
Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta mengatakan, pihaknya terus memantau kondisi wilayah melalui relawan yang berada di lapangan.
“Belum ada laporan kerusakan dampak gempa dari relawan di lapangan,” kata Sukanta kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Jumat.
Gempa Kedua dalam Sepekan
Gempa Magnitudo 5,2 tersebut menjadi gempa kedua yang terjadi di wilayah Bayah dalam kurun waktu satu pekan.
Karena itu, BPBD Lebak meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah daerah juga terus mengingatkan warga agar memahami potensi bencana di wilayah masing-masing.
“Kami Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak melalui BPBD Lebak terus mengingatkan dan mengimbau agar terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi bencana yang kemungkinan terjadi,” ujar Sukanta.
Menurut Sukanta, Kabupaten Lebak memiliki potensi berbagai jenis bencana. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu memahami langkah mitigasi sejak dini.
“Karena Kabupaten Lebak ini adalah supermarketnya bencana,” katanya.
Warga Diminta Pahami Jalur Evakuasi
Selain meningkatkan kewaspadaan, BPBD Lebak meminta masyarakat mengenali kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal.
Warga juga perlu memahami tanda-tanda alam yang dapat menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana. Dengan persiapan tersebut, masyarakat dapat mengambil tindakan yang tepat ketika bencana terjadi.
BPBD juga mengingatkan warga agar selalu mengikuti perkembangan informasi dari pemerintah dan instansi berwenang.
Langkah tersebut penting agar masyarakat tidak mudah panik ketika terjadi gempa susulan maupun bencana lainnya.
“Supaya pada saat terjadi bencana, masyarakat tidak panik, tahu ke mana jalur evakuasi, apa yang harus dibawa, dan lain-lain,” kata Sukanta.
BPBD Lebak mengimbau masyarakat tetap tenang jika kembali merasakan gempa. Warga juga diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. ***(Ant)






