LAMPUNG SELATAN – Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda masih menunjukkan aktivitas erupsi hingga Sabtu (5/9/2026) pagi. Erupsi yang mulai terjadi pada Jumat (4/9/2026) malam itu terus terekam dalam pemantauan petugas.
Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno, mengatakan aktivitas erupsi masih berlangsung hingga pukul 06.52 WIB.
“Ya, saat ini masih berlangsung,” ujar Suwarno, Sabtu pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai meningkat pada Jumat malam. Petugas mencatat sedikitnya lima kali erupsi dalam rentang pukul 22.03 WIB hingga 23.07 WIB.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 22.03 WIB. Setelah itu, erupsi kembali tercatat pada pukul 22.11, 22.42, dan 22.53 WIB.
Petugas tidak melihat secara langsung keempat erupsi tersebut. Namun, seismograf merekam seluruh aktivitas tersebut dengan amplitudo maksimum mencapai 70 milimeter.
Durasi setiap erupsi berlangsung sekitar 29 hingga 56 detik.
Erupsi Berlanjut hingga Sabtu Dini Hari
Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada pukul 23.07 WIB. Saat petugas membuat laporan pengamatan, aktivitas erupsi masih terus berlangsung.
Aktivitas tersebut kemudian berlanjut hingga Sabtu dini hari. Pada pukul 00.01 WIB, instrumen kembali mencatat erupsi yang juga masih berlangsung ketika petugas melakukan pengamatan.
Dalam laporan pengamatan periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, petugas mencatat aktivitas erupsi secara menerus sepanjang periode tersebut.
Petugas menginterpretasikan aktivitas erupsi menerus itu sebagai lava fountain atau fenomena semburan lava berbentuk air mancur.
Selain aktivitas yang terekam instrumen, Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Pasauran juga mendengar suara dentuman dan gemuruh dari arah gunung.
Pada periode pengamatan tersebut, petugas mencatat satu kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo maksimum 70 milimeter.
Durasi aktivitas itu mencapai 21.600 detik atau sekitar enam jam.
Petugas Belum Bisa Prediksi Letusan Besar
Suwarno mengakui Gunung Anak Krakatau saat ini menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi. Meski demikian, dia meminta masyarakat tidak menarik kesimpulan sendiri mengenai kemungkinan terjadinya letusan yang lebih besar.
Menurutnya, petugas harus mengandalkan data hasil pemantauan instrumen untuk membaca perkembangan aktivitas gunung api.
“Memang sedang sangat aktif. Tetapi kalau bakal ada letusan besar, kita tidak tahu. Namanya juga alam,” kata Suwarno.
Dia menegaskan bahwa petugas belum bisa memastikan apakah peningkatan aktivitas tersebut akan berkembang menjadi erupsi yang lebih besar.
Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menjadikan video yang beredar di media sosial sebagai dasar untuk menyimpulkan kondisi Gunung Anak Krakatau.
“Kita enggak bisa menentukan bahwa itu bakal besar. Kita tidak bisa memastikan,” ujarnya.
Masyarakat Diminta Menjauh 3 Kilometer
Di tengah aktivitas erupsi yang masih berlangsung, petugas kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati Gunung Anak Krakatau.
Imbauan tersebut berlaku bagi warga, nelayan, wisatawan, pengunjung maupun pihak lain yang melakukan aktivitas di sekitar kawasan gunung api.
Petugas menetapkan batas aman dengan meminta masyarakat tidak mendekati kawah aktif dalam radius tiga kilometer.
“Yang jelas tetap kami imbau sesuai aturan, jangan mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif,” kata Suwarno.
Suwarno juga mengetahui adanya sejumlah video yang memperlihatkan orang berada cukup dekat dengan kawasan Gunung Anak Krakatau.
Dia mengatakan petugas tidak mengetahui alasan orang-orang tersebut tetap berada di sekitar kawasan gunung api. Namun, dia mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil risiko ketika aktivitas erupsi masih berlangsung.
“Kita tetap mengimbau. Jangan mengambil risiko, karena aktivitas gunung masih berlangsung,” ujarnya.
Gunung Tertutup Kabut
Dalam pengamatan Sabtu dini hari, petugas melihat Gunung Anak Krakatau dalam kondisi tertutup kabut. Asap kawah juga tidak terlihat secara visual.
Cuaca di sekitar kawasan gunung saat itu berawan hingga mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang menuju arah barat laut.
Dengan kondisi tersebut, petugas kembali merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat juga diminta mematuhi batas radius tiga kilometer dari kawah aktif demi menghindari risiko akibat aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.***(Ant)



![Cara operasikan AC mobil. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].](https://kabarpajajaran.com/wp-content/uploads/2026/09/ac-225x129.jpg)

