Pigai Tegaskan Istilah ‘Londo Ireng’ Bukan Ditujukan kepada Wartawan

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai memberi hormat saat menyampaikan paparan pada rapat kerja dengan Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/10/2024). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai memberi hormat saat menyampaikan paparan pada rapat kerja dengan Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/10/2024). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

JAKARTA, KABAR PAJAJARAN – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai meluruskan polemik mengenai penggunaan istilah londo ireng yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, publik keliru memahami makna istilah tersebut karena sebagian pemberitaan media tidak menghadirkan konteks secara utuh.

Pigai menegaskan bahwa Presiden Prabowo tidak pernah menyebut wartawan sebagai londo ireng. Ia menjelaskan, istilah itu mengarah kepada siapa pun yang membantu kepentingan asing hingga mengkhianati bangsanya sendiri.

Istilah Tidak Mengarah kepada Profesi Tertentu

Pigai menilai istilah londo ireng tidak berkaitan dengan profesi tertentu. Menurutnya, siapa pun dapat melakukan tindakan yang merugikan negara, tanpa memandang latar belakang pekerjaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“‘Londo ireng’ itu maksudnya orang yang membantu orang asing untuk mengkhianati negaranya. Tidak spesifik disebut wartawan. Mungkin ada satu wartawan, mungkin ada dua pegawai negeri sipil, atau mungkin menteri. Itu bisa ada di semua komunitas,” ujar Pigai, Selasa (28/7/2026).

Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu mengaitkan istilah tersebut dengan profesi jurnalis.

Pigai Soroti Cara Media Membingkai Berita

Pigai juga mengkritik sejumlah media yang, menurutnya, menyusun judul berita secara kurang tepat. Ia menilai pemberitaan itu memunculkan persepsi bahwa Presiden Prabowo menyerang wartawan.

“Yang mengatakan wartawan itu adalah media besar, media teman kita juga. Dia salah menulis judulnya, terutama Tempo. Mana ada menyudutkan wartawan, itu bukan untuk wartawan,” tegasnya.

Menurut Pigai, media seharusnya menyampaikan konteks pidato secara utuh agar masyarakat tidak salah memahami maksud Presiden.

Pigai Jelaskan Asal-usul Istilah

Pigai turut mengulas sejarah penggunaan istilah londo ireng. Ia mengatakan istilah tersebut berasal dari masa kolonial Belanda.

Menurutnya, Belanda pernah memanfaatkan pasukan asal Ghana untuk menjalankan berbagai operasi di Indonesia. Karena bekerja untuk kepentingan kolonial, masyarakat kemudian mengenal mereka dengan sebutan londo ireng.

“Londo ireng itu kan orang-orang Ghana yang dulu dipersenjatai Belanda untuk melakukan penyelidikan di Indonesia. Itu yang dimaksud, karena mereka dibayar oleh Belanda,” katanya.

Minta Pers Luruskan Informasi

Pigai meminta insan pers membantu meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo menghormati profesi wartawan dan tidak pernah berniat menyerang jurnalis.

“Intinya Pak Prabowo bilang, ‘I love you, wartawan.’ Benar loh, ini saya sungguh-sungguh. Tolong sampaikan,” ujarnya.

Sebelumnya, pidato Presiden Prabowo saat menghadiri Hari Lahir PKB memicu berbagai tanggapan. Sejumlah pihak menilai istilah londo ireng menyasar wartawan, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat yang kerap mengkritik kebijakan pemerintah.

Melalui penjelasan itu, Pigai berharap masyarakat memahami konteks pidato Presiden secara menyeluruh. Ia juga mengajak media menyampaikan informasi secara utuh agar polemik serupa tidak terus berkembang. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Penumpang KM Virgo Transport 8 Masih Tidur Saat Kapal Miring, Ratusan Orang Diduga Terjebak
KPK Amankan Fahd Arafiq dalam OTT Kasus HGB
Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
Gunung Api Indonesia Erupsi Bersamaan, Benarkah Terkait Megathrust Selat Sunda?
Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 107 Selamat dan 6 Meninggal
Gubernur Banten Minta Basarnas Pertimbangkan Perpanjang Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda
Program RBI Wajib Masuk Anggaran Pemda 2027, Mendagri Tito: yang Tidak Ada Akan Kami Kembalikan
Hari Kelima, 8 Orang Hilang di Sekitar Anak Krakatau Belum Ditemukan

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:00 WIB

KPK Amankan Fahd Arafiq dalam OTT Kasus HGB

Senin, 14 September 2026 - 19:58 WIB

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Senin, 14 September 2026 - 17:00 WIB

Gunung Api Indonesia Erupsi Bersamaan, Benarkah Terkait Megathrust Selat Sunda?

Senin, 14 September 2026 - 16:00 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 107 Selamat dan 6 Meninggal

Senin, 14 September 2026 - 14:00 WIB

Gubernur Banten Minta Basarnas Pertimbangkan Perpanjang Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda

Berita Terbaru

Teknologi

iOS 27 Resmi Dirilis, Ini Daftar 33 iPhone yang Kebagian Update

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:14 WIB