BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Tim dokter spesialis Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mulai menjalankan rangkaian operasi rekonstruksi terhadap YTR (29), korban dugaan kekerasan fisik berat. Selama sekitar satu tahun ke depan, tim medis akan memulihkan fungsi sejumlah organ tubuh yang mengalami kerusakan parah akibat penganiayaan.
Dokter menegaskan seluruh proses pengobatan mengutamakan keselamatan pasien. Tim medis tidak mengejar hasil estetika, melainkan berusaha mengembalikan fungsi tubuh agar YTR dapat menjalani aktivitas sehari-hari.
Fokus Awal Atasi Sepsis dan Perbaiki Gizi
Pada tahap pertama, tim dokter memusatkan perhatian untuk mengendalikan infeksi sepsis yang sempat mengancam nyawa YTR. Infeksi itu muncul karena luka-luka pada tubuh korban tidak memperoleh penanganan dalam waktu lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain mengatasi infeksi, dokter juga meningkatkan asupan gizi agar kondisi tubuh YTR semakin kuat sebelum menjalani operasi berikutnya.
Dokter menjelaskan sepsis merupakan infeksi yang menyebar ke aliran darah dan berpotensi memicu komplikasi serius apabila tidak segera mendapat penanganan.
Saat ini, kondisi YTR terus menunjukkan perkembangan. Nafsu makannya mulai membaik dan tubuhnya merespons terapi secara positif.
Tim Dokter Pulihkan Fungsi Mulut
Setelah kondisi tubuh lebih stabil, tim dokter akan memulai rekonstruksi tulang rahang dan mulut.
Benturan benda tumpul menyebabkan tulang rahang YTR patah sehingga korban kesulitan mengunyah dan berbicara. Untuk mengatasi masalah tersebut, dokter akan memasang implan pada bagian tulang yang rusak agar fungsi mulut kembali optimal.
Langkah itu menjadi fondasi penting sebelum tim medis melanjutkan operasi pada bagian tubuh lainnya.
Rekonstruksi Hidung Utamakan Fungsi
Memasuki bulan ketiga, dokter akan memperbaiki struktur hidung dan wajah tengah yang mengalami kerusakan.
Tim medis menegaskan operasi ini bertujuan memulihkan fungsi hidung, mulut, dan organ di sekitar wajah, bukan mengembalikan penampilan korban seperti sebelum mengalami kekerasan.
Dokter menilai kemampuan bernapas, berbicara, dan mengunyah jauh lebih penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Rekonstruksi Kaki Berlangsung Paling Lama
Tahap terakhir berfokus pada pemulihan kaki dan lutut yang mengalami cedera berat.
Tim dokter akan mengganti sendi lutut yang rusak sekaligus memperbaiki jaringan di bagian kaki. Proses pemulihan pada tahap ini memerlukan waktu paling lama, yakni sekitar enam bulan hingga satu tahun.
Selama masa tersebut, dokter akan memantau perkembangan korban secara berkala agar setiap tindakan berjalan sesuai target.
Pemprov Jabar Berikan Dukungan Penuh
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan dukungan penuh terhadap proses pengobatan YTR. Pemerintah telah menyalurkan dana awal sebesar Rp1 miliar untuk membantu pembiayaan perawatan.
Selain itu, Pemprov Jabar juga memastikan seluruh rumah sakit di Jawa Barat menerima korban penganiayaan dan memberikan pelayanan tanpa hambatan biaya.
Di tengah proses pemulihan yang masih panjang, YTR terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Korban kini sudah bisa meminta makanan favoritnya, menikmati tayangan televisi, dan menjalani terapi secara bertahap. Kondisi tersebut memberi harapan bahwa setiap tahapan rekonstruksi dapat berjalan dengan baik hingga proses pemulihan selesai. ***(Chq)



![Cara operasikan AC mobil. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].](https://kabarpajajaran.com/wp-content/uploads/2026/09/ac-225x129.jpg)

