KABAR PAJAJARAN – Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Selasa (7/7/2027) dengan kenaikan terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Rupiah menguat 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.983 per dollar AS dari posisi penutupan sebelumnya di Rp17.995 per dollar AS.
Mayoritas mata uang Asia juga mencatat penguatan terhadap dollar AS pada perdagangan pagi. Kondisi tersebut turut mendukung pergerakan rupiah di pasar spot.
Yen Pimpin Penguatan Mata Uang Asia
Yen Jepang memimpin penguatan setelah naik 0,17 persen. Ringgit Malaysia menyusul dengan kenaikan 0,15 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Won Korea Selatan bertambah 0,14 persen, peso Filipina menguat 0,12 persen, sedangkan dollar Singapura naik 0,11 persen. Yuan China juga mencatat apresiasi 0,10 persen.
Di sisi lain, dollar Hong Kong hanya naik tipis sebesar 0,001 persen.
Meski begitu, tidak semua mata uang Asia bergerak naik. Baht Thailand turun 0,07 persen, sementara dollar Taiwan melemah 0,08 persen terhadap dollar AS.
Indeks Dollar AS Turun
Indeks dollar AS (DXY) turun ke level 100,82 pada perdagangan pagi. Sehari sebelumnya, indeks tersebut masih bertahan di level 100,85.
Pelemahan indeks dollar memberi ruang bagi sejumlah mata uang Asia, termasuk rupiah, untuk mencetak penguatan.
IHSG Bergerak Positif
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mencetak kenaikan pada awal perdagangan.
Hingga pukul 09.34 WIB, IHSG bertambah 8,905 poin atau 0,15 persen menjadi 5.924,976.
IHSG memulai perdagangan di level 5.933,574, kemudian menyentuh level tertinggi 5.943,538. Setelah sempat turun ke 5.890,441, indeks kembali menguat hingga perdagangan pagi berlangsung.
Aktivitas Perdagangan Saham
Investor memperdagangkan 4,568 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp2,012 triliun. Pelaku pasar melakukan 368.613 kali transaksi selama sesi pagi.
Sebanyak 280 saham mencatat kenaikan harga, 244 saham mengalami penurunan, dan 196 saham bergerak tanpa perubahan. ***(Ant)





