WhatsApp Plus Resmi Hadir di Indonesia, Pengguna Bisa Berlangganan Mulai Rp13.900 per Bulan

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Whatsapp Plus

Ilustrasi Whatsapp Plus

JAKARTA, KABAR PAJAJARAN – Meta resmi menghadirkan layanan WhatsApp Plus untuk pengguna di Indonesia. Melalui layanan berbayar ini, perusahaan menawarkan berbagai fitur tambahan yang tidak tersedia pada WhatsApp versi reguler.

Berdasarkan pantauan pada Jumat (19/6/2026), pengguna kini sudah dapat menemukan menu WhatsApp Plus di aplikasi WhatsApp Android maupun iOS. Untuk mengaksesnya, pengguna cukup membuka menu Pengaturan (Settings), kemudian memilih opsi “Subscriptions”.

Setelah masuk ke menu tersebut, pengguna dapat melihat rincian paket langganan beserta berbagai fitur premium yang tersedia. Dengan demikian, pengguna bisa langsung mempertimbangkan manfaat yang ditawarkan sebelum berlangganan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Indonesia, Meta mematok harga WhatsApp Plus sebesar Rp13.900 per bulan di luar pajak. Selain itu, perusahaan juga memberikan masa uji coba gratis selama satu bulan. Karena itu, pengguna memiliki kesempatan untuk mencoba seluruh fitur premium tanpa biaya pada periode awal.

Hadirkan Beragam Fitur Eksklusif

Melalui WhatsApp Plus, Meta menghadirkan sejumlah fitur eksklusif guna meningkatkan pengalaman pengguna saat berkirim pesan. Tidak hanya itu, perusahaan juga memberikan lebih banyak opsi personalisasi dibandingkan layanan gratis.

Beberapa fitur yang tersedia antara lain stiker eksklusif, kustomisasi ikon aplikasi, tema yang dapat dipersonalisasi, nada dering khusus, pengaturan daftar chat yang lebih lengkap, serta kapasitas pin chat yang lebih banyak.

Sementara itu, pengguna Android dapat mengakses layanan tersebut melalui WhatsApp versi 2.26.22.77. Di sisi lain, pengguna iPhone dapat menemukan fitur serupa pada WhatsApp iOS versi 2.26.22.76.

Meta Bidik Pengguna Aktif

Sebelumnya, Meta memperkenalkan WhatsApp Plus pada akhir Mei 2026 bersamaan dengan peluncuran Instagram Plus dan Facebook Plus. Melalui paket berlangganan ini, perusahaan menyasar pengguna aktif yang menginginkan fitur tambahan dan pengalaman penggunaan yang lebih personal.

Menurut Meta, paket Plus mampu memberikan fleksibilitas lebih besar kepada pengguna. Oleh sebab itu, perusahaan menambahkan berbagai fitur kustomisasi yang tidak tersedia pada layanan standar.

Siapkan Fitur Tambahan di Masa Mendatang

Selain membuka sumber pendapatan baru di luar iklan, Meta juga berupaya memaksimalkan basis penggunanya yang mencapai miliaran orang di seluruh dunia. Dengan strategi tersebut, perusahaan berharap dapat meningkatkan keterlibatan pengguna di seluruh ekosistem aplikasinya.

Namun demikian, Meta menegaskan bahwa WhatsApp Plus tidak menggantikan layanan Meta Verified. Sebaliknya, Meta tetap memfokuskan Meta Verified pada verifikasi akun, perlindungan dari peniruan identitas, dan dukungan pelanggan tambahan.

Lebih lanjut, Kepala Produk Meta, Naomi Gleit, menyatakan bahwa perusahaan akan terus menambah fitur baru ke dalam layanan WhatsApp Plus. Karena itu, pengguna berpotensi mendapatkan lebih banyak manfaat seiring pengembangan layanan tersebut.

Kini, dengan kehadiran WhatsApp Plus di Indonesia, pengguna memiliki pilihan baru untuk menikmati pengalaman berkirim pesan yang lebih personal, fleksibel, dan kaya fitur.***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Elon Musk Jadi Triliuner Pertama Dunia Usai IPO SpaceX
Google Pecahkan Rekor Dunia, Investor Kucurkan Rp1.545 Triliun untuk AI
Android 16 Bawa Fitur Anti-Spyware, Begini Cara Mengaktifkannya
Era Baru Debt Collector AI, Warga Mulai Diteror Telepon Robot
Indonesia Nomor Satu! Warganya Paling Takut Lapangan Kerja Hilang karena AI
Instagram, Facebook, dan WhatsApp Berbayar? Ini Penjelasan Lengkap dari Meta
China Kembangkan Antena Satelit Lipat “Payung Luar Angkasa” untuk Internet Satelit Generasi Baru
Riset Anthropic: AI Bisa “Panik” Saat Hadapi Tekanan

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:00 WIB

Elon Musk Jadi Triliuner Pertama Dunia Usai IPO SpaceX

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:27 WIB

Google Pecahkan Rekor Dunia, Investor Kucurkan Rp1.545 Triliun untuk AI

Senin, 8 Juni 2026 - 14:29 WIB

Android 16 Bawa Fitur Anti-Spyware, Begini Cara Mengaktifkannya

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:00 WIB

Era Baru Debt Collector AI, Warga Mulai Diteror Telepon Robot

Senin, 1 Juni 2026 - 20:30 WIB

Indonesia Nomor Satu! Warganya Paling Takut Lapangan Kerja Hilang karena AI

Berita Terbaru

Elon Musk, Photographer: Al Drago/Bloomberg

Bisnis

Elon Musk Jadi Triliuner Pertama Dunia Usai IPO SpaceX

Jumat, 19 Jun 2026 - 13:00 WIB