Malaysia Desak Aturan Tegas untuk Perusahaan Terkait Kabut Asap dari Indonesia Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Status Masih Siaga Level III KDM Pastikan Pembangunan Jabar 2026 Tetap Berjalan Tanpa Pinjaman Spyware Lewat Iklan Target Jurnalis Al Jazeera, Perusahaan Israel Disorot KPK Sita Rp1,9 Miliar dan Tong Biru dalam OTT Bupati Klaten Hamenang
Rabu, 17 Juni 2026 - 15:55 WIB
Stasiun Klimatologi Jawa Barat mencatat 16 zona musim (ZOM) mulai mengalami musim kemarau pada dasarian pertama Juni 2026. Sebagian besar wilayah tersebut berada di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat.
BMKG menjelaskan, berkurangnya curah hujan mendorong perluasan musim kemarau di sejumlah daerah. Namun, kondisi atmosfer masih mendukung pembentukan awan hujan. Karena itu, beberapa wilayah masih berpotensi mengalami hujan yang disertai petir dan angin kencang.
BMKG mencatat musim kemarau mulai berlangsung di Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah timur Kabupaten Bogor dan bagian utara Kabupaten Purwakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, musim kemarau mulai melanda Kabupaten Indramayu serta Kota dan Kabupaten Cirebon. Di wilayah selatan, musim kemarau mulai terjadi di sebagian Kabupaten Cianjur, Garut, Kabupaten Bandung, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, selatan Ciamis, dan utara Pangandaran.
BMKG memperkirakan wilayah yang memasuki musim kemarau akan terus bertambah dalam beberapa pekan mendatang.
Karang Kendal di Kabupaten Cirebon mencatat periode tanpa hujan terpanjang di Jawa Barat. Hingga awal Juni 2026, wilayah tersebut sudah mengalami 25 hari berturut-turut tanpa hujan.
Data itu menunjukkan kemarau mulai terasa lebih kuat di wilayah Pantura dibandingkan daerah lainnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mengelola penggunaan air secara bijak. Langkah tersebut penting untuk menjaga ketersediaan air selama musim kemarau berlangsung.
BMKG menegaskan musim kemarau tidak berarti hujan berhenti sepenuhnya. Faktor cuaca regional masih dapat memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.
Karena itu, masyarakat perlu memantau perkembangan cuaca secara berkala. Warga juga perlu mengantisipasi hujan lebat, petir, dan angin kencang yang dapat muncul secara tiba-tiba, terutama pada siang hingga malam hari.***(chq)
Berita Terkait
Berita Terbaru
Berita Terkait
Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:49 WIB
Suhu Panas Indonesia Tembus 38,5 Derajat, BMKG Ungkap 3 Wilayah TerpanasSelasa, 20 Oktober 2026 - 12:00 WIB
Erwan Setiawan Ajak Generasi Muda Jabar Jaga Budaya Sunda di Era TeknologiSenin, 19 Oktober 2026 - 17:44 WIB
KDM Pastikan Pembangunan Jabar 2026 Tetap Berjalan Tanpa PinjamanSenin, 19 Oktober 2026 - 14:33 WIB
Mahasiswa ITB Meninggal Saat ITB Ultra Marathon 2026, Ini KronologinyaJumat, 16 Oktober 2026 - 13:00 WIB
Gempa Bogor dan Sukabumi Picu Kerusakan 33 Bangunan, BMKG Minta Warga Tetap TenangBerita Terbaru
Politik
Kejati Jabar Tahan Wabup Indramayu Syaefudin dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Kamis, 22 Okt 2026 - 08:21 WIB
Jawa Barat
Suhu Panas Indonesia Tembus 38,5 Derajat, BMKG Ungkap 3 Wilayah Terpanas
Selasa, 20 Okt 2026 - 15:49 WIB
Internasional
Malaysia Desak Aturan Tegas untuk Perusahaan Terkait Kabut Asap dari Indonesia
Selasa, 20 Okt 2026 - 13:00 WIB
Bandung Raya
Erwan Setiawan Ajak Generasi Muda Jabar Jaga Budaya Sunda di Era Teknologi
Selasa, 20 Okt 2026 - 12:00 WIB
Nasional
Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Status Masih Siaga Level III
Selasa, 20 Okt 2026 - 10:00 WIB
