39 Persen Wilayah Jawa Barat Masuk Musim Kemarau, BMKG Minta Warga Waspadai Hujan Lokal B-52 AS Jatuh di California, Data Awal Ungkap Pesawat Menukik 1,5 Kilometer per Menit Dedi Mulyadi Siapkan Sekolah Gratis untuk 77 Ribu Siswa yang Tak Lolos SPMB Jabar Kementerian ESDM: Harga Pertamax dan BBM Nonsubsidi Ikuti Harga Pasar Pemerintah Mau Ganti BBM Lagi, Mulai 1 Juli 2026
Rabu, 17 Juni 2026 - 15:55 WIB
Stasiun Klimatologi Jawa Barat mencatat 16 zona musim (ZOM) mulai mengalami musim kemarau pada dasarian pertama Juni 2026. Sebagian besar wilayah tersebut berada di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat.
BMKG menjelaskan, berkurangnya curah hujan mendorong perluasan musim kemarau di sejumlah daerah. Namun, kondisi atmosfer masih mendukung pembentukan awan hujan. Karena itu, beberapa wilayah masih berpotensi mengalami hujan yang disertai petir dan angin kencang.
BMKG mencatat musim kemarau mulai berlangsung di Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah timur Kabupaten Bogor dan bagian utara Kabupaten Purwakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, musim kemarau mulai melanda Kabupaten Indramayu serta Kota dan Kabupaten Cirebon. Di wilayah selatan, musim kemarau mulai terjadi di sebagian Kabupaten Cianjur, Garut, Kabupaten Bandung, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, selatan Ciamis, dan utara Pangandaran.
BMKG memperkirakan wilayah yang memasuki musim kemarau akan terus bertambah dalam beberapa pekan mendatang.
Karang Kendal di Kabupaten Cirebon mencatat periode tanpa hujan terpanjang di Jawa Barat. Hingga awal Juni 2026, wilayah tersebut sudah mengalami 25 hari berturut-turut tanpa hujan.
Data itu menunjukkan kemarau mulai terasa lebih kuat di wilayah Pantura dibandingkan daerah lainnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mengelola penggunaan air secara bijak. Langkah tersebut penting untuk menjaga ketersediaan air selama musim kemarau berlangsung.
BMKG menegaskan musim kemarau tidak berarti hujan berhenti sepenuhnya. Faktor cuaca regional masih dapat memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.
Karena itu, masyarakat perlu memantau perkembangan cuaca secara berkala. Warga juga perlu mengantisipasi hujan lebat, petir, dan angin kencang yang dapat muncul secara tiba-tiba, terutama pada siang hingga malam hari.***(chq)
Berita Terkait
Berita Terbaru
Berita Terkait
Rabu, 17 Juni 2026 - 15:55 WIB
39 Persen Wilayah Jawa Barat Masuk Musim Kemarau, BMKG Minta Warga Waspadai Hujan LokalRabu, 17 Juni 2026 - 14:55 WIB
Dedi Mulyadi Siapkan Sekolah Gratis untuk 77 Ribu Siswa yang Tak Lolos SPMB JabarRabu, 17 Juni 2026 - 09:00 WIB
Wagub Erwan Dorong Pelaku Konstruksi Jabar Tingkatkan Profesionalisme dan Kualitas PekerjaanRabu, 17 Juni 2026 - 07:00 WIB
ASN Baru Dilantik di Pedesaan, KDM Tekankan Pelayanan Harus Menjangkau Hingga Pelosok JabarRabu, 17 Juni 2026 - 05:27 WIB
WIITEX 2026 Bukukan Transaksi Rp25 Miliar, Jabar Perkuat Posisi Kopi, Teh, dan Kakao di Pasar GlobalBerita Terbaru
Jawa Barat
39 Persen Wilayah Jawa Barat Masuk Musim Kemarau, BMKG Minta Warga Waspadai Hujan Lokal
Rabu, 17 Jun 2026 - 15:55 WIB
Internasional
B-52 AS Jatuh di California, Data Awal Ungkap Pesawat Menukik 1,5 Kilometer per Menit
Rabu, 17 Jun 2026 - 15:12 WIB
Jawa Barat
Dedi Mulyadi Siapkan Sekolah Gratis untuk 77 Ribu Siswa yang Tak Lolos SPMB Jabar
Rabu, 17 Jun 2026 - 14:55 WIB
Nasional
Kementerian ESDM: Harga Pertamax dan BBM Nonsubsidi Ikuti Harga Pasar
Rabu, 17 Jun 2026 - 13:02 WIB
Jawa Barat
Wagub Erwan Dorong Pelaku Konstruksi Jabar Tingkatkan Profesionalisme dan Kualitas Pekerjaan
Rabu, 17 Jun 2026 - 09:00 WIB
