Kabupaten Bogor, Kabar Pajajaran – Sebanyak 720 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat formasi tahun 2024 resmi diangkat dan diambil sumpah jabatannya dalam sebuah prosesi yang berlangsung di lapangan sepak bola Desa Sukawangi, Kabupaten Bogor, Senin (15/6/2026).
Pelantikan yang dipimpin langsung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi itu sengaja digelar di kawasan pedesaan untuk menegaskan bahwa tugas ASN tidak hanya melayani masyarakat di perkotaan, tetapi juga hingga ke wilayah terpencil.
Menurut Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, lokasi pelantikan dipilih agar para ASN memahami luasnya wilayah Jawa Barat serta mengenal langsung potensi daerah yang harus mereka layani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemahaman tentang Jawa Barat jangan hanya seputar Gedung Sate. Jawa Barat itu luas dan memiliki banyak potensi yang harus diketahui oleh para ASN,” ujar KDM.
Ia menjelaskan, kawasan Sukawangi memiliki nilai historis karena berada tidak jauh dari wilayah yang dahulu terkait dengan Pakuan Pajajaran sebagai pusat Kerajaan Sunda. Selain itu, daerah tersebut memiliki panorama alam yang indah dan potensi wisata yang besar.
KDM mengungkapkan, pemerintah berencana meningkatkan konektivitas wilayah dengan membangun akses jalan yang menghubungkan kawasan tersebut dengan sejumlah daerah lain seperti Bekasi, Karawang, Purwakarta, Bandung Barat, hingga Cianjur.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat tanpa harus mengorbankan kelestarian lingkungan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjual lahan kepada pihak luar sehingga manfaat ekonomi dari perkembangan pariwisata tetap dapat dinikmati warga setempat.
Dalam kesempatan itu, KDM menekankan pentingnya perubahan pola kerja birokrasi. ASN, kata dia, tidak boleh hanya fokus pada urusan administratif, tetapi harus lebih banyak hadir di tengah masyarakat untuk melihat langsung berbagai persoalan yang dihadapi warga.
“Pajak yang dipungut dari rakyat harus kembali kepada rakyat dalam bentuk pembangunan jalan, pendidikan, dan layanan kesehatan yang lebih baik,” tegasnya.
Usai pelantikan, para ASN langsung mengikuti kegiatan bakti sosial di Desa Sukawangi. Sebanyak 720 ASN tersebut dibagi ke dalam 39 kelompok yang masing-masing beranggotakan 20 orang untuk menjadi wali asuh bagi warga kurang mampu.
Melalui pengumpulan donasi sukarela, para ASN membantu renovasi rumah tidak layak huni milik warga setempat. Salah satu penerima manfaat adalah pasangan Obar dan Ela yang memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta untuk memperbaiki rumah serta membangun kamar mandi.
Tak hanya itu, KDM juga menambahkan bantuan pribadi sebesar Rp15 juta yang akan digunakan keluarga tersebut untuk membeli sapi sebagai penunjang ekonomi keluarga.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Bantuan ini akan digunakan untuk memperbaiki rumah dan membeli sapi,” ujar Ela.
Pelantikan ASN di ruang terbuka tersebut juga mendapat respons positif dari para peserta. Mereka mengaku memperoleh pengalaman berbeda sekaligus memahami pesan gubernur mengenai pentingnya melayani masyarakat secara langsung hingga ke pelosok Jawa Barat.***(BePe)






