PALU, KABAR PAJAJARAN – Guncangan gempa bumi magnitudo 6,7 yang terjadi di wilayah tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026), memicu kerusakan pada sejumlah infrastruktur dan bangunan publik. Aparat pemerintah bersama instansi terkait langsung melakukan pendataan di lokasi terdampak.
Pengamat BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Hendrik, mengungkapkan pihaknya menerima laporan kerusakan dari beberapa wilayah setelah getaran kuat mengguncang daerah tersebut.
“Ada beberapa laporan bangunan yang rusak,” ujar Hendrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Akses Jembatan Palu III Ditutup
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah Jembatan Palu III. Petugas menemukan indikasi keretakan pada struktur bangunan sehingga pemerintah memutuskan menghentikan sementara aktivitas lalu lintas di lokasi tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu, Trisno Yunianto, menjelaskan pengendara dari arah Kimaja maupun Jalan Wahid Hasyim harus menggunakan jalur alternatif hingga pemeriksaan selesai.
“Jembatan tidak bisa digunakan dulu, baik dari arah Kimaja dan Jalan Wahid Hasyim. Untuk sementara kami alihkan arus kendaraan,” kata Trisno.
Untuk memperlancar mobilitas masyarakat, Dinas Perhubungan menempatkan personel di sejumlah titik pengalihan arus.
Kantor Bupati Sigi Mengalami Retakan
Dampak gempa juga menjangkau Kabupaten Sigi. Getaran kuat merusak sebagian plafon Kantor Bupati Sigi dan memunculkan retakan pada beberapa bagian lantai bangunan.
Saat ini, pemerintah daerah terus mengevaluasi kondisi gedung guna memastikan tingkat kerusakan serta keamanan fasilitas tersebut.
Kampus Universitas Tadulako Ikut Terdampak
Di Kota Palu, kerusakan juga terjadi pada auditorium Universitas Tadulako. Getaran menyebabkan plafon mengalami kerusakan dan menjatuhkan sebagian material bangunan.
Selain melakukan pembersihan area terdampak, pihak kampus mulai memeriksa sejumlah fasilitas lain untuk memastikan aktivitas akademik dapat berjalan dengan aman.
Hotel Alami Kerusakan Ringan
Tidak hanya fasilitas pemerintah dan pendidikan, beberapa hotel di Kota Palu turut mengalami kerusakan ringan. Pengelola hotel kini memeriksa kondisi bangunan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak lanjutan.
Hasil pendataan sementara menunjukkan kerusakan yang muncul masih berada pada kategori ringan.
Petugas Belum Temukan Korban
Hingga Selasa siang, tim gabungan belum menemukan laporan korban jiwa maupun korban luka akibat peristiwa tersebut.
Pemantauan masih berlangsung di sejumlah lokasi guna memastikan kondisi masyarakat dan infrastruktur tetap terkendali pascagempa.
BMKG Jelaskan Sumber Guncangan
Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada pada koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu.
Kedalaman gempa tercatat 10 kilometer sehingga masuk kategori gempa dangkal. Aktivitas sesar aktif menjadi pemicu utama guncangan yang dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Sulawesi Tengah.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengimbau warga agar tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari pemerintah, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.***(Ant)






