Kejagung Kembangkan Kasus MBG, Penerima Dana Ikut Dibidik

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga mantan pimpinan BGN: Dadan Hindayana (kiri), Lodewyk Pusung (tengah), dan Sony Sanjaya (kanan)(ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Tiga mantan pimpinan BGN: Dadan Hindayana (kiri), Lodewyk Pusung (tengah), dan Sony Sanjaya (kanan)(ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

JAKARTA, KABAR PAJAJARAN – Kejaksaan Agung (Kejagung) membuka peluang menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penyidik menyiapkan langkah itu untuk melacak aliran dana hasil kejahatan. Selain itu, Kejagung ingin memaksimalkan pemulihan kerugian negara.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna mengatakan penyidik akan mengejar semua pihak yang terlibat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami tidak hanya memproses pelaku. Kami juga mengejar pihak yang menerima dan menikmati hasil kejahatan,” kata Anang di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Aliran Dana ke Sony Masih Ditelusuri

Penyidik kini menaruh perhatian pada dugaan aliran dana dari tersangka Asep Yusuf Somantri (AYS) kepada mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya.

Anang mengatakan tim penyidik masih menelusuri jumlah uang yang diduga mengalir kepada Sony.

“Masih kami telusuri,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi mengungkap dugaan pemberian uang dari Asep kepada Sony.

Menurut Syarief, Asep mendapat akses untuk mengatur sejumlah titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Padahal, portal pendaftaran mitra MBG sudah tutup.

Setelah mengatur titik dapur tersebut, Asep diduga menyerahkan sejumlah uang kepada Sony.

Permohonan JC Masuk Tahap Kajian

Sony Sonjaya juga mengajukan permohonan sebagai justice collaborator (JC).

Penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sony dalam waktu dekat. Pemeriksaan itu menjadi bagian dari proses penilaian permohonan JC.

Anang menjelaskan penyidik harus menilai kelayakan pemohon sebelum mengambil keputusan.

“Penyidik akan mengkaji seluruh syarat yang berlaku. Setelah itu kami menentukan sikap,” kata Anang.

Penyidik Petakan Peran Tersangka

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah menyebut status pelaku utama menjadi salah satu faktor penting dalam penilaian JC.

Saat ini, penyidik masih memetakan peran setiap tersangka. Tim juga menelusuri hubungan antartersangka dalam perkara tersebut.

Menurut Febrie, proses itu penting untuk menyusun konstruksi perkara secara utuh.

Karena itu, Kejagung belum bisa memastikan apakah Sony memenuhi syarat sebagai justice collaborator.

Jumlah Tersangka Bertambah

Penyidikan kasus MBG terus berkembang. Kejagung kembali menambah daftar tersangka dalam perkara ini.

Penyidik menetapkan Komisaris PT YAT Andri Mulyono dan Asep Yusuf Somantri sebagai tersangka baru.

Sebelumnya, Kejagung lebih dulu menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, serta dua mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.

Dengan penambahan tersebut, jumlah tersangka kini mencapai lima orang.

Fokus pada Pemulihan Kerugian Negara

Kejagung menegaskan bahwa penyidikan tidak hanya bertujuan menghukum pelaku.

Penyidik juga berusaha melacak aset dan aliran dana yang terkait dengan dugaan korupsi MBG.

Jika menemukan bukti yang cukup, penyidik dapat menerapkan pasal TPPU. Langkah itu memberi ruang untuk mengejar aset hasil kejahatan dan pihak yang ikut menikmati uang korupsi.***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Karhutla Indonesia Meluas, Pemerintah Diminta Perkuat Pencegahan dan Teknologi
Musim Kemarau 2026 Kapan Berakhir? Ini Prediksi BMKG
Praperadilan Febrie Adriansyah, Kuasa Hukum Gugat Status Tersangka hingga Penyitaan
Gempa NTT M 7,7 Tewaskan 53 Orang, Pemerintah Percepat Penanganan Korban
Pemerintah Siapkan Pembatasan Pertalite, Ini Kelompok yang Bisa Kehilangan Subsidi
Menkeu Temukan Sejumlah Masalah dalam Penggunaan Anggaran Program MBG
Tarif Listrik 10-16 Agustus 2026 Tetap, Ini Daftar Harga per kWh Semua Golongan
Kasus Keracunan MBG Berulang, BGN Janji Perketat Pengawasan dan Targetkan Nol Insiden

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Karhutla Indonesia Meluas, Pemerintah Diminta Perkuat Pencegahan dan Teknologi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Musim Kemarau 2026 Kapan Berakhir? Ini Prediksi BMKG

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Praperadilan Febrie Adriansyah, Kuasa Hukum Gugat Status Tersangka hingga Penyitaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:10 WIB

Gempa NTT M 7,7 Tewaskan 53 Orang, Pemerintah Percepat Penanganan Korban

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Pemerintah Siapkan Pembatasan Pertalite, Ini Kelompok yang Bisa Kehilangan Subsidi

Berita Terbaru

Bandung Raya

Eks Tim Sukses Dedi Mulyadi Jadi Dirut MUJ, Pengamat Beri Tanggapan

Senin, 24 Agu 2026 - 09:33 WIB

Ilustrasi Kemarau

Nasional

Musim Kemarau 2026 Kapan Berakhir? Ini Prediksi BMKG

Rabu, 19 Agu 2026 - 14:00 WIB