Ribuan Siswa Terancam Tak Masuk Negeri, Dedi Mulyadi: Itu Tanggung Jawab Kami

Senin, 15 Juni 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi usai sidak keluhan orangtua siswa di Kantor Disdik Jabar, Jalan Radjiman, Kota Bandung, Selasa (9/6/2026)

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi usai sidak keluhan orangtua siswa di Kantor Disdik Jabar, Jalan Radjiman, Kota Bandung, Selasa (9/6/2026)

Pemprov Jabar Soroti Keterbatasan Daya Tampung Sekolah

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai kemarahan sejumlah orangtua murid yang anaknya tidak lolos dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK negeri sebagai respons yang wajar. Ia menegaskan pemerintah harus bertanggung jawab atas keterbatasan layanan pendidikan yang masih terjadi.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi setelah aksi protes sejumlah orangtua murid di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat viral di media sosial. Para orangtua menyampaikan kekhawatiran karena anak mereka terancam tidak mendapatkan kursi di sekolah negeri.

Menurut Dedi, pemerintah tidak boleh menyalahkan masyarakat yang merasa kecewa. Sebaliknya, pemerintah harus mengakui bahwa kapasitas sekolah negeri saat ini belum mampu menampung seluruh calon peserta didik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dedi: Kesalahan Ada pada Penyelenggara Negara

Dedi menyebut pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan yang berjalan saat ini. Ia menilai kemarahan orangtua muncul karena mereka ingin memastikan anak-anaknya memperoleh hak pendidikan yang layak.

“Ketika banyak orangtua marah karena anaknya belum terpetakan di sekolah negeri, pemerintah harus berani mengakui kekurangannya,” kata Dedi.

Ia menjelaskan, keterbatasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan jumlah sekolah negeri, tetapi juga menyangkut ketersediaan tenaga pendidik yang memadai di berbagai daerah.

Puluhan Ribu Siswa Berpotensi Tidak Tertampung

Data Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjukkan sekitar 444 ribu siswa telah masuk dalam sistem Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB). Namun, pemerintah memperkirakan sekitar 70 ribu hingga 77 ribu siswa berpotensi tidak memperoleh kursi di SMA maupun SMK negeri.

Kondisi itu menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dalam menjamin akses pendidikan bagi seluruh lulusan SMP yang ingin melanjutkan sekolah.

Dedi menegaskan pihaknya terus mencari solusi agar tidak ada siswa yang kehilangan kesempatan belajar akibat keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

Persaingan Pendaftaran Picu Perubahan Peringkat

Selain keterbatasan kursi, Dedi juga menjelaskan penyebab sejumlah calon murid mengalami penurunan peringkat selama proses seleksi berlangsung.

Menurutnya, banyak pendaftar dari luar wilayah pemetaan yang memilih sekolah tertentu. Situasi tersebut meningkatkan jumlah pesaing dan membuat posisi beberapa calon murid bergeser.

Akibatnya, siswa yang sebelumnya memiliki peluang besar untuk diterima harus bersaing kembali dengan pendaftar baru yang memiliki nilai atau kriteria lebih tinggi.

Fenomena itu memicu keresahan di kalangan orangtua karena peluang anak mereka untuk masuk sekolah negeri menjadi semakin kecil.

Pemerintah Siap Menerima Kritik dari Warga

Menanggapi aksi protes di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dedi menegaskan pemerintah harus membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan.

Ia mengatakan petugas telah berupaya memberikan pendampingan kepada warga yang datang mengadukan persoalan SPMB. Meski demikian, Dedi memahami bahwa sebagian orangtua datang dengan emosi karena merasa khawatir terhadap masa depan pendidikan anak mereka.

Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama, terlepas dari bentuk kritik yang disampaikan warga.

Pemprov Jabar Siapkan Sekolah Swasta Gratis

Sebagai langkah solusi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggandeng sejumlah sekolah swasta untuk menampung siswa yang tidak diterima di sekolah negeri.

Melalui program kemitraan tersebut, siswa yang bersekolah di sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah akan memperoleh pembiayaan pendidikan dari Pemprov Jawa Barat.

Program itu mulai berlaku pada tahun ajaran 2026/2027 dan menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memastikan seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan.

Dedi berharap kebijakan tersebut dapat mengurangi kekhawatiran masyarakat sekaligus menjamin tidak ada siswa yang putus sekolah hanya karena gagal memperoleh kursi di sekolah negeri. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

The Jakmania dan Bobotoh Bekasi Sepakat Jaga Laga Persija vs Persib Tetap Kondusif
Beras Premium Langka di Retail Modern, Kementan Siapkan Sejumlah Langkah
Kemacetan GBLA Saat Persib Main Jadi Sorotan, DPRD Jabar Usulkan Buka Tol KM 151
2.505 Personel Amankan Persib Bandung vs PSM Makassar di GBLA Malam Ini
Muktamar NU ke-35 Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU 2026-2031
Google Gemini Tembus 1 Miliar Pengguna Aktif Bulanan, Pertumbuhannya Kalahkan Produk Google Lain
Dedi Mulyadi Buka Suara soal PHK Massal PT Namnam Cimahi, Ini Penjelasannya
Teras Cihampelas Bandung Segera Dibongkar, Pemkot dan Pemprov Jabar Siapkan Penataan Ulang Kawasan

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 12:00 WIB

The Jakmania dan Bobotoh Bekasi Sepakat Jaga Laga Persija vs Persib Tetap Kondusif

Selasa, 8 September 2026 - 10:00 WIB

Beras Premium Langka di Retail Modern, Kementan Siapkan Sejumlah Langkah

Senin, 7 September 2026 - 11:00 WIB

Kemacetan GBLA Saat Persib Main Jadi Sorotan, DPRD Jabar Usulkan Buka Tol KM 151

Minggu, 6 September 2026 - 12:00 WIB

2.505 Personel Amankan Persib Bandung vs PSM Makassar di GBLA Malam Ini

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:17 WIB

Muktamar NU ke-35 Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU 2026-2031

Berita Terbaru

Teknologi

iOS 27 Resmi Dirilis, Ini Daftar 33 iPhone yang Kebagian Update

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:14 WIB