Rupiah Menguat 76 Poin ke Rp17.805, Efek Aturan Baru DHE SDA Mulai Terlihat

Senin, 1 Juni 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Nilai Tukar Rupiah, Nilai tukar rupiah berhasil mencatat penguatan pada perdagangan Senin (1/6/2026).

Ilustrasi Nilai Tukar Rupiah, Nilai tukar rupiah berhasil mencatat penguatan pada perdagangan Senin (1/6/2026).

JAKARTA, KABAR PAJAJARAN – Nilai tukar rupiah berhasil mencatat penguatan pada perdagangan Senin (1/6/2026). Mata uang Garuda naik 76 poin atau 0,43 persen dan ditutup di level Rp17.805 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah berada di posisi Rp17.881 per dolar AS.

Penguatan tersebut muncul di tengah penerapan kebijakan baru pemerintah terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA). Pada saat yang sama, pasar masih menghadapi berbagai ketidakpastian global yang memengaruhi pergerakan mata uang dunia.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengatakan kebijakan DHE SDA memberikan sentimen positif bagi pasar karena berpotensi meningkatkan pasokan devisa di dalam negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rupiah pada perdagangan sore ini ditutup menguat 76 poin setelah sebelumnya sempat menguat hingga 95 poin,” ujarnya dalam riset harian, Senin.

Pemerintah Wajibkan DHE SDA Masuk ke Dalam Negeri

Pemerintah mulai menerapkan aturan baru yang mewajibkan eksportir SDA menempatkan DHE di dalam negeri dengan tingkat kepatuhan penuh sesuai PP Nomor 21 Tahun 2026.

Melalui aturan tersebut, eksportir nonmigas harus menempatkan seluruh DHE SDA pada rekening khusus domestik selama minimal 12 bulan. Sementara itu, eksportir migas wajib menempatkan sedikitnya 30 persen DHE SDA selama tiga bulan.

Kebijakan itu bertujuan memperkuat cadangan devisa sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal.

Selain menerapkan aturan DHE SDA, pemerintah juga mulai menjalankan sistem ekspor satu pintu secara bertahap sejak 1 Juni 2026. Pemerintah menargetkan implementasi penuh kebijakan tersebut pada 1 Januari 2027.

Masa transisi yang berlangsung hingga awal tahun depan diharapkan memberi ruang bagi pelaku usaha untuk menyesuaikan proses bisnis mereka.

Sentimen Global Masih Membayangi Pasar

Meski rupiah menguat, pelaku pasar tetap mencermati perkembangan situasi global. Investor masih menunggu kepastian terkait negosiasi gencatan senjata permanen antara Amerika Serikat dan Iran yang hingga kini belum menunjukkan kemajuan berarti.

Selain itu, pasar juga mengkhawatirkan keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Kawasan tersebut memegang peran penting karena menjadi jalur distribusi sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.

Ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat setelah operasi militer Israel terhadap Hizbullah di Lebanon kembali memanas. Kondisi tersebut mendorong harga minyak dunia naik dan memicu kekhawatiran terhadap inflasi global.

Akibatnya, investor mulai mempertimbangkan kemungkinan bank sentral Amerika Serikat mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

“Investor kini mengalihkan perhatian pada potensi pengetatan moneter AS yang lebih lanjut,” kata Ibrahim.

Pasar Tunggu Sinyal Baru dari The Fed

Menurut Ibrahim, pelaku pasar saat ini fokus pada sejumlah agenda ekonomi Amerika Serikat. Mereka menunggu pidato pejabat Federal Reserve serta data pasar tenaga kerja untuk mendapatkan gambaran arah kebijakan suku bunga berikutnya.

Karena itu, pergerakan rupiah masih berpotensi mengalami fluktuasi dalam jangka pendek.

Untuk perdagangan Selasa (2/6/2026), Ibrahim memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.850 per dolar AS. Ia menilai mata uang domestik berpeluang terkoreksi tipis apabila sentimen global kembali mendominasi pasar.

Meski demikian, keberadaan kebijakan DHE SDA dan langkah reformasi ekspor dari pemerintah dinilai mampu memberikan bantalan bagi rupiah di tengah tekanan eksternal yang belum mereda.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Perselisihan Satpam dan Pengemudi Alphard di Bundaran HI Berakhir Damai, Propam Tetap Dalami Kasus
Kopdes Merah Putih Banyuwangi Luncurkan Radio Streaming untuk Perkuat Layanan Informasi
KPK Ungkap Kronologi Penitipan Penahanan Febrie Adriansyah di Rutan Gedung Merah Putih
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,6 Persen, Menkeu Purbaya Sebut APBN Semester I-2026 Makin Solid
Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN, Gantikan Nanik S Deyang
Kabar Mengejutkan! Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur, Istana Akhirnya Buka Suara
Pembangunan IKN Berlanjut, Basuki Usulkan Anggaran Tambahan Rp2,7 Triliun
Banyak Warga Panik Isi BBM, Pertamina Beri Penjelasan Mengejutkan soal Stok

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:00 WIB

Perselisihan Satpam dan Pengemudi Alphard di Bundaran HI Berakhir Damai, Propam Tetap Dalami Kasus

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:00 WIB

Kopdes Merah Putih Banyuwangi Luncurkan Radio Streaming untuk Perkuat Layanan Informasi

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:00 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,6 Persen, Menkeu Purbaya Sebut APBN Semester I-2026 Makin Solid

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:21 WIB

Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN, Gantikan Nanik S Deyang

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:32 WIB

Kabar Mengejutkan! Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur, Istana Akhirnya Buka Suara

Berita Terbaru