Operasi Pasar Beras Murah Digelar di Empat Pasar, Pemkab Majalengka Jaga Stabilitas Harga Pangan

Senin, 18 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAJALENGKA, KABAR PAJAJARAN – Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) menggencarkan operasi pasar beras murah untuk menjaga stabilitas harga pangan. Program ini juga bertujuan membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga lebih terjangkau.

Disperdagin menggandeng Bulog Subdrive Cirebon untuk menjalankan program tersebut hingga 25 Mei 2026.

Operasi Pasar di Empat Titik Strategis

Disperdagin menggelar operasi pasar di empat pasar milik pemerintah daerah. Keempat lokasi tersebut meliputi Pasar Kadipaten, Pasar Cigasong, Pasar Talaga, dan Pasar Prapatan Sumberjaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setiap titik menerima pasokan 10 ton beras medium. Petugas menjual beras dengan harga Rp11.600 per kilogram. Harga ini lebih murah Rp900 dibanding Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp12.500 per kilogram.

Kepala Bidang Pasar Disperdagin Majalengka, Taufikurrohman, menegaskan pemerintah rutin menjalankan operasi pasar murah. Langkah ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

“Disperdagin bersama Bulog terus menghadirkan beras murah agar masyarakat mudah memperoleh kebutuhan pokok,” ujarnya.

Jadwal Rutin Setiap Pekan

Disperdagin menjadwalkan operasi pasar setiap Senin dan Kamis. Jadwal rutin ini membantu memperluas jangkauan distribusi pangan murah ke masyarakat.

Pemerintah daerah juga menyiapkan rencana penambahan komoditas. Disperdagin berencana menghadirkan minyak goreng murah dalam operasi pasar berikutnya.

“Ke depan kami akan menambah komoditas minyak goreng agar manfaat program semakin besar,” kata Taufikurrohman.

Warga Sambut Antusias

Warga menyambut program operasi pasar dengan antusias. Banyak pembeli mengaku terbantu karena harga beras lebih rendah.

Rina (38), warga Pasar Cigasong, merasakan langsung manfaat program tersebut. “Selisih harganya sangat membantu kebutuhan keluarga,” ujarnya.

Ahmad (46), warga Kadipaten, berharap pemerintah terus menggelar operasi pasar. “Program ini meringankan belanja kebutuhan pokok,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Majalengka menargetkan stabilitas harga pangan tetap terjaga. Program ini diharapkan mampu menekan inflasi sekaligus melindungi daya beli masyarakat. ***

Facebook Comments Box

Sumber Berita: Diskominfo Majalengka

Berita Terkait

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es dan Angin Kencang yang Rusak Puluhan Rumah di Kuningan
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar
Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya
Kebocoran Gas Pabrik di Karawang Bikin 43 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit, Polisi Lakukan Investigasi
Kasus Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, Dinkes Cabut SLHS SPPG 05 Kalijaga
Kejati Jabar Tahan Wabup Indramayu Syaefudin dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Status Masih Siaga Level III

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 09:44 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es dan Angin Kencang yang Rusak Puluhan Rumah di Kuningan

Selasa, 3 November 2026 - 11:00 WIB

Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026

Selasa, 3 November 2026 - 09:29 WIB

Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WIB

Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Kebocoran Gas Pabrik di Karawang Bikin 43 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit, Polisi Lakukan Investigasi

Berita Terbaru